Waspada! Katarak Kini Serang Usia Muda, Kenali Penyebab dan Gejalanya
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Pemadam Kebakaran - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SOLO—Kota Solo diusulkan memiliki ground tank seperti Kota Jogja sebagai perangkat pemadam dan pencegahan meluasnya kebakaran. Hal ini diutarakan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran atau Damkar Kota Solo, Sutarja, mengakui ground tank sudah sangat dibutuhkan di Kota Bengawan.
Terlebih aset yang mesti dilindungi Tim Damkar Solo sangat besar. “Iya kami setuju dan mendukung pembuatan ground tank,” ujar dia, Kamis (5/10/2023).
Menurut Sutarja, sudah ada beberapa kota besar yang menggunakan ground tank untuk penanganan musibah kebakaran. Seperti Kota Surabaya dan Jogja. Mereka mulai meninggalkan hidran yang pada praktiknya kerap muncul masalah.
“Di Jogja sudah ada, Surabaya juga. Jadi ground tank ini dibuat di kawasan atau lokasi yang strategis, misalnya dekat kawasan permukiman padat penduduk, dan mudah dijangkau. Intinya memudahkan kami ketika ngangsu air kan,” urai dia.
Disinggung keberadaan seratusan hidran di Solo, Sutarja menyatakan sarana tersebut sudah kurang efektif dan tidak efisien. Sebab sejumlah hidran di Solo diketahui tidak lancar airnya. Sehingga proses pengambilan air relatif lebih lama.
BACA JUGA: Kasus Pemerasan Pimpinan KPK, Polisi Memeriksa 6 Saksi
“Hidran ada yang airnya lancar, ada yang rendet. Di hidran itu bisa langsung dibuatkan seperti mobil tangki yang dipendam. Jadi tidak mengandalkan mancurnya hidran, tapi ambil dari air yang ditampung, bisa lebih cepat,” kata dia.
Sutarja menjelaskan cara kerja ground tank memudahkan proses pengambilan air. Saat terjadi kebakaran, armada damkar menuju ground tank terdekat dan mengambil air yang ditampung. Armada lalu ke lokasi kebakaran.
“Air dari ground tank disedot dulu ke armada, kalau langsung disemprotkan enggak bisa. Soalnya harus ada mesin diesel untuk menyemprotkan. Padahal disel biasa kapasitasnya rendah. Jadi air ground tank disedot dulu,” ujar dia.
Disinggung jumlah armada Damkar Solo saat ini, Sutarjo berharap bisa mendapat tambahan armada dengan kapasitas 10.000 liter dengan daya pancar kuat atau high pressure. Untuk tahap awal dia berharap bisa mendapat satu unit.
“Untuk tekanan tinggi itu misalnya ada gedung tinggi yang punya alat proteksi kebakaran. Alat proteksi kebakaran mereka disambungkan ke armada high pressure kami, sehingga saya naik di atas itu air masih kencang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Pemkab Bantul siapkan lima kalurahan untuk program Kampung Redam hasil kerja sama dengan Kementerian HAM. Fokus pada resolusi konflik dan keadilan restoratif.
Daftar klub yang lolos ke Liga Champions 2026/2027. Simak klub raksasa yang lolos otomatis dan daftar tim yang berjuang lewat kualifikasi di sini.
KDMP Tamanmartani menggunakan dana LPDB untuk operasional awal klinik pratama sambil menunggu kerja sama BPJS Kesehatan.
Erina Gudono resmi lulus S2 University of Pennsylvania sambil menjalani peran sebagai ibu bagi Bebingah bersama Kaesang Pangarep.