Balita Kejang di Malam Hari, Pasien JKN Dapat Penanganan Cepat
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Wali Kota Magelang dr. Muchamad Nur Aziz, saat memberikan memberikan pelatihan pencegahan dan penanganan kekerasan di sekolah kepada guru-guru pengampu Bimbingan Konseling (BK) se-Kota Magelang./ Istimewa
Harianjogja.com, MAGELANG—Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMP4KB) Kota Magelang memberikan pelatihan pencegahan dan penanganan kekerasan di sekolah kepada guru-guru pengampu Bimbingan Konseling (BK) se-Kota Magelang.
Kegiatan yang diadakan di aula kantor DPMP4KB tersebut dibuka oleh Wali Kota Magelang dr. Muchamad Nur Aziz, Rabu (18/10/2023). Pada kesempatan itu, Dokter Aziz menyampaikan motivasi agar guru-guru BK di Kota Magelang menggunakan pendekatan yang humanis terutama saat menangani anak-anak bermasalah di sekolah masing-masing.
"Saya pengen banget kepada guru-guru BK jangan selalu mudah menjustis (menghakimi) siswa, "Kalau kamu bodoh", memang orang dengan IQ tinggi jangan dianggap paling hebat, tapi bagaimana guru (yang menghadapi) anak IQ lebih rendah mengembangkan potensi-potensi yang lain," kata Dokter Aziz, melaluis iaran tertulisnya, Kamis (19/10/2023)
BACA JUGA: Tangani Kenakalan Remaja, Sekolah Diminta Perbanyak Kegiatan Minat Bakat Pelajar
Sejak dulu stigma BK adalah menakutkan karena menangani siswa bermasalah. Oleh sebab itu, dia ingin agar guru BK berubah dari menakutkan menjadi menyenangkan dan nyaman. Menurut dia, lebih penting adalah proses bagaimana mengubah siswa bermasalah menjadi tidak bermasalah.
Dia mengingatkan bahwa semua orang, termasuk siswa, adalah pemenang dan memiliki potensi masing-masing. "Jadi tidak ada kesan ada anak "bawah" anak "atas", semua sama. Hanya bagaimana kita bisa mengembangkan potensi anak-anak itu," tandasnya.
Kepala DPMP4KB Kota Magelang, Nasrodin menjelaskan, pelatihan dan sinkronisasi kapasitas SDM bagi guru BK ini dilatarbelakangi oleh maraknya kasus bullying serta kasus lainnya seperti kekerasan dan peredaran narkoba di sekolah. Pesertanya adalah guru-guru BK dan sumber daya lembaga penyedia layanan anak yang memerlukan perlindungan khusus di Kota Magelang.
"Pelatihan ini menyangkut manajemen nanti bagaimana menangani kasus-kasus di sekolah. Harapannya melalui pelatihan ini kita mempunya frame, pemahaman dan standar yang sama ketika menangani persoalan yang muncul di sekolah," sebut Nasrodin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Kemkomdigi meminta publik melihat utuh pernyataan Presiden Prabowo soal "londo ireng" dan menegaskan tidak ditujukan kepada profesi atau kelompok tertentu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 28 Juli 2026 tersedia dengan 15 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Megawati Soekarnoputri meresmikan Monumen Peristiwa Kudatuli di Kantor DPP PDIP dan mengajak generasi muda tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa.
Polres Bantul menyita 307 botol miras berbagai merek dari 14 lokasi dalam operasi KRYD untuk menekan peredaran minuman keras ilegal.
Donald Trump masih memiliki opsi memerintahkan serangan ke Iran meski operasi militer ditunda dan upaya diplomasi di Timur Tengah terus berlangsung.