Wali Kota Magelang Ingatkan Guru BK Jangan Mudah Menghakimi Siswa

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Kamis, 19 Oktober 2023 14:27 WIB
Wali Kota Magelang Ingatkan Guru BK Jangan Mudah Menghakimi Siswa

Wali Kota Magelang dr. Muchamad Nur Aziz, saat memberikan memberikan pelatihan pencegahan dan penanganan kekerasan di sekolah kepada guru-guru pengampu Bimbingan Konseling (BK) se-Kota Magelang./ Istimewa

Harianjogja.com, MAGELANG—Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMP4KB) Kota Magelang memberikan pelatihan pencegahan dan penanganan kekerasan di sekolah kepada guru-guru pengampu Bimbingan Konseling (BK) se-Kota Magelang.

Kegiatan yang diadakan di aula kantor DPMP4KB tersebut dibuka oleh Wali Kota Magelang dr. Muchamad Nur Aziz, Rabu (18/10/2023). Pada kesempatan itu, Dokter Aziz menyampaikan motivasi agar guru-guru BK di Kota Magelang menggunakan pendekatan yang humanis terutama saat menangani anak-anak bermasalah di sekolah masing-masing.

"Saya pengen banget kepada guru-guru BK jangan selalu mudah menjustis (menghakimi) siswa, "Kalau kamu bodoh", memang orang dengan IQ tinggi jangan dianggap paling hebat, tapi bagaimana guru (yang menghadapi) anak IQ lebih rendah mengembangkan potensi-potensi yang lain," kata Dokter Aziz, melaluis iaran tertulisnya, Kamis (19/10/2023)

BACA JUGA: Tangani Kenakalan Remaja, Sekolah Diminta Perbanyak Kegiatan Minat Bakat Pelajar

Sejak dulu stigma BK adalah menakutkan karena menangani siswa bermasalah. Oleh sebab itu, dia ingin agar guru BK berubah dari menakutkan menjadi menyenangkan dan nyaman. Menurut dia, lebih penting adalah proses bagaimana mengubah siswa bermasalah menjadi tidak bermasalah.

Dia mengingatkan bahwa semua orang, termasuk siswa, adalah pemenang dan memiliki potensi masing-masing. "Jadi tidak ada kesan ada anak "bawah" anak "atas", semua sama. Hanya bagaimana kita bisa mengembangkan potensi anak-anak itu," tandasnya.

Kepala DPMP4KB Kota Magelang, Nasrodin menjelaskan, pelatihan dan sinkronisasi kapasitas SDM bagi guru BK ini dilatarbelakangi oleh maraknya kasus bullying serta kasus lainnya seperti kekerasan dan peredaran narkoba di sekolah. Pesertanya adalah guru-guru BK dan sumber daya lembaga penyedia layanan anak yang memerlukan perlindungan khusus di Kota Magelang.

"Pelatihan ini menyangkut manajemen nanti bagaimana menangani kasus-kasus di sekolah. Harapannya melalui pelatihan ini kita mempunya frame, pemahaman dan standar yang sama ketika menangani persoalan yang muncul di sekolah," sebut Nasrodin.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online