BPS Jelaskan Arti Desil 1-10 dalam DTSEN, Ini Kriterianya
BPS menjelaskan arti desil 1-10 dalam DTSEN, indikator yang digunakan, serta alasan desil bukan penentu tunggal penerima bansos.
Atap teras sebuah apotek rusak setelah angin kencang menerjang di wilayah Delanggu, Klaten, Kamis (26/10/2023)./JIBI-Solopos
Harianjogja.com, KLATEN—Puluhan titik di Klaten, Jawa Tengah terdampak kerusakan setelah dilanda hujan disertai angin kencang, Kamis (26/10/2023) sore. Bahkan, nilai kerugian akibat dampak tersebut ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Berdasarkan data laporan kejadian dari BPBD Klaten per Jumat (27/10/2023) pukul 03.45 WIB, dampak angin kencang terjadi di 20 desa yang tersebar di delapan kecamatan meliputi Kecamatan Karangdowo, Delanggu, Juwiring, Ceper, Tulung, Polanharjo, Pedan, dan Wonosari.
Dampak kerusakan tercatat berada di 33 lokasi meliputi kerusakan rumah, tiang penerangan jalan patah, baliho, serta fasilitas desa. Nilai total kerusakan ditaksir Rp420 juta.
Lokasi kerusakan menyebar di sejumlah kecamatan meliputi Kecamatan Karangdowo, Delanggu, Juwiring, Ceper, Tulung, Polanharjo, serta Pedan. Paling banyak dampak angin kencang berada di Kecamatan Delanggu.
BACA JUGA: Hujan Es dan Angin Kencang Landa Klaten Sore Ini
Dari puluhan lokasi tersebut, tingkat kerusakan bervariasi, yakni rusak ringan (21 titik), rusak sedang (6 titik), dan rusak berat (7 titik). Fasilitas yang mengalami rusak berat bervariasi mulai baliho, tiang penerangan jalan, serta joglo balai desa.
Salah satu fasilitas yang mengalami rusak berat yakni joglo balai Desa Tambak, Kecamatan Karangdowo dengan nilai kerusakan ditaksir Rp186 juta.
Dari kejadian pada Kamis sore, ada dua warga yang terluka dan mendapatkan jahitan. Mereka berasal dari Kecamatan Karangdowo. Satu orang dari Desa Ngolodono dan satu orang dari Desa Munggung yang terluka setelah terpeleset saat berteduh serta terluka karena tertimpa genting.
Sekretaris BPBD Klaten, Nur Tjahjono Suharto, mengatakan peristiwa hujan deras disertai angin kencang serta puting beliung sering terjadi ketika masa peralihan musim antara musim hujan dan kemarau atau sering disebut pancaroba. Atas hal tersebut, BPBD mengimbau warga agar melakukan mitigasi, salah satunya dengan mengecek kondisi pohon di sekitar lingkungan rumah atau permukiman.
Dahan atau ranting pohon yang rawan menyebabkan kerusakan atau bahkan korban jiwa dipangkas. Pengelola gedung serta papan reklame juga diimbau untuk mengecek kembali kekuatan bangunan untuk meminimalisasi risiko ambruk atau rusak diterjang angin. “Kemudian ketika terjadi hujan deras dan angin kencang hindari tempat berteduh yang rawan rubuh seperti di bawah pohon, tiang listrik, baliho, dan lain-lain,” kata Nur Tjahjono, Jumat.
Sebelumnya, Wakil Bupati Klaten, Yoga Hardaya, mengatakan penanganan dampak angin kencang dilakukan dengan cepat oleh warga bersama BPBD, relawan, Polri, TNI, serta PLN. “Kami terus melakukan penyisiran dampak angin kencang sore ini,” kata Yoga di sela pengecekan dampak angin ribut bersama Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Syahruna di Kecamatan Delanggu, Kamis malam.
Yoga juga mengimbau warga untuk melakukan mitigasi. Upaya mitigasi itu dilakukan dengan memangkas dahan atau ranting pohon yang rawan patah diterjang angin kencang dan berpotensi menyebabkan kerusakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos.com
BPS menjelaskan arti desil 1-10 dalam DTSEN, indikator yang digunakan, serta alasan desil bukan penentu tunggal penerima bansos.
LBB 2026 Jogja diikuti 3.500 pelajar dari SD hingga SMA. Kegiatan ini menanamkan disiplin, keteraturan, dan cinta Tanah Air.
Profil Destry Damayanti, Gubernur BI 2026-2031, mulai pendidikan, karier sebagai ekonom hingga perjalanan di Bank Indonesia.
Kementerian Koperasi mengusulkan tambahan anggaran Rp4,53 triliun untuk 2027, terutama untuk SDM, usaha, digitalisasi, dan pengawasan.
Ibu di Semin Gunungkidul membuang bayi yang baru dilahirkannya karena takut tak mampu menafkahi. Polisi menemukan petunjuk dari ceceran darah.
Erupsi Gunung Sinabung berdampak pada 21 penerbangan dari dan menuju Bandara Kualanamu pada 31 Agustus-1 September 2026.