Moto3 Jepang: Veda Ega Pratama Amankan Posisi 8 saat Latihan di Motegi
Veda Ega Pratama menempati posisi kedelapan sesi latihan Moto3 Jepang di Sirkuit Motegi dengan catatan waktu 1 menit 55,597 detik.
Bencana - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, BOYOLALI—Warga Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah diimbau untuk mewaspadai bencana alam angin kencang saat memasuki masa pancaroba atau peralihan musim. Imbauan ini dikeluarkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Kepala BPBD Boyolali Suratno di Boyolali, mengatakan memasuki musim pancaroba saat ini, pihaknya mengimbau masyarakat untuk mewaspadai bencana angin kencang, banjir, dan tanah longsor di daerah rawan bencana.
Suratno mengatakan di wilayah Boyolali saat ini, sudah mulai mendekati musim hujan dan beberapa hari sebelumnya terjadi bencana angin kencang di wilayah Kecamatan Andong, Ngemplak, dan Klego. Akibat kejadian itu, menyebabkan sejumlah rumah rusak.
Bahkan, jika ada pohon yang berdiri di dekat rumah diperkirakan bisa membahayakan sebaiknya di tebang saja untuk menghindari terjadinya pohon tumbang.
Suratno mengatakan terjadinya bencana angin kencang pada musim hujan secara tiba-tiba, sehingga persiapan dini untuk mengantisipasi pohon tumbang perlu dilakukan. Kejadian angin kencang memang tidak bisa diprediksi dan dapat datang kapan saja.
"Kalau dilihat di wilayah Boyolali bagian utara yang terkena musibah angin kencang itu, pada hari pertama hujan terus disertai adanya angin kencang sehingga perlu diwaspadai," katanya, Rabu (8/11/2023).
Menurut dia, adanya kejadian angin kencang yang mengakibatkan korban jiwa sebanyak dua orang yakni ibu dan anak hanyut di sungai di Desa Karangmojo, Kecamatan Klego Boyolali beberapa waktu lalu, menjadi pembelajaran bagi warga masyarakat lainnya di Boyolali.
Pihaknya mencatat ada kejadian dua orang korban jiwa akibat hanyut di sungai tersebut menjadi pembelajaran semuanya. Kejadian itu, berawal dari angin kencang dan disertai hujan. Sehingga, warga perlu waspada dan hati-hati jika di perjalanan kemudian terjadi hujan.
Selain itu, pihaknya juga mengingatkan kepada warga apabila terjadi hujan lebat kemudian berteduh harus melihat situasi dan kondisi di lingkungan sekitarnya.
BACA JUGA: Libur Akhir Tahun, Keamanan Wahana Wisata Berisiko Tinggi di DIY Bakal Dicek
Warga saat berteduh sebaiknya tidak di bawah pohon. Karena, sangat berbahaya bagi keselamatan jiwa dan harus melihat kondisi sekitarnya. Dikhawatirkan jika terjadi adanya petir dan angin kencang di kawasan itu.
Olah karena itu, pihaknya mengajak semua elemen masyarakat untuk selalu mewaspadai dengan adanya bahaya bencana angin kencang, tanah longsor, dan banjir. Karena, memasuki musim hujan tahun ini, tidak tertutup kemungkinan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Kami meminta warga tetap siaga yang bertempat tinggal di wilayah yang memiliki potensi bencana banjir, tanah longsor dan angin kencang. Bagaimana melakukan penyelamatan secara mandiri apabila terjadi musibah bencana alam. Tentunya dengan adanya bencana alam itu, tanggung jawab bersama baik pemerintah maupun warga masyarakat," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Veda Ega Pratama menempati posisi kedelapan sesi latihan Moto3 Jepang di Sirkuit Motegi dengan catatan waktu 1 menit 55,597 detik.
Hasil FP2 MotoGP Jepang 2026, Marco Bezzecchi tercepat dengan 1:43,321. Jorge Martin kedua, Marc Marquez finis posisi keempat.
Mutasi Polri era Kapolri Suyudi mengganti 19 Kapolda dan 2 Wakapolda. Kapolda DIY kini dijabat Irjen Langgeng Purnomo.
Berapa lama powerbank bisa dipakai? Kenali usia baterai, pengaruh panas, dan tanda powerbank sudah harus diganti.
Mario Aji menempati posisi ke-26 FP2 Moto2 Jepang 2026. Izan Guevara tercepat dengan waktu 1 menit 46,950 detik.
Harga emas Pegadaian hari ini 3 Oktober 2026 masih stabil. Cek harga Antam, UBS, Galeri 24 dan buyback semua ukuran.