Bantuan Beras 10 Kg Disalurkan Serentak pada 17 Agustus
Bapanas mulai menyalurkan bantuan beras 10 kg kepada 33,24 juta KPM secara serentak pada 17 Agustus 2026 melalui Bulog.
Sejumlah petugas menggelindingkan bola besar saat Trophy Experience FIFA U-17 World Cup atau Piala Dunia U-17 di Jalan Tunjungan, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (29/10/2023). – Antara/Didik Suhartono
Harianjogja.com, SOLO—Kampung Batik Solo, Jawa Tengah, baik Laweyan maupun Kauman mengaku ikut merasakan dampak positif dari penyelenggaraan Piala Dunia U-17 yang sudah dimulai sejak 10 November 2023
Ketua Paguyuban Kampung Batik Kauman Gunawan Setiawan mengatakan ada beberapa kunjungan yang berasal dari ofisial dan penonton Piala Dunia U-17.
Meski demikian, hingga saat ini pihaknya belum dapat memastikan berapa banyak kontribusi kunjungan dari penonton maupun official kesebelasan yang menjadi peserta piala dunia.
"Yang pasti setiap hari ada, dari kelompok ini jumlahnya puluhan yang berkunjung ke kampung kami," katanya di Solo, Selasa (21/11/2023)
Ia mengatakan para pengunjung ini datang untuk melakukan berbagai aktivitas, mulai dari foto hingga melihat produksi batik secara langsung.
"Kunjungan wisata yang mereka lakukan ini menjadikan kegiatan Piala Dunia U-17 tidak hanya olahraga tapi juga hiburan, wisata, mengenal budaya, dan sesuatu yang bikin tamu kita tidak bosan, hanya lihat bola," katanya lagi.
Senada, Ketua Forum Pengembangan Kampoeng Batik Laweyan (FPKBL) Alpha Febela Priyatmono mengatakan jika bicara batik maka warisan budaya tersebut memang sudah diakui oleh dunia.
"Ini bisa mengangkat Solo dan menjadi potensi yang dimiliki oleh Kota Solo," katanya pula.
BACA JUGA: Tarik Pelancong, Pelaku Wisata Jogja Didorong Manfaatkan Momentum Piala Dunia U17
Dia berharap penyelenggaraan acara serupa bisa dilaksanakan setiap tahun sehingga bisa terus meramaikan kunjungan wisata di Kampung Batik Laweyan maupun Kauman.
"Insya Allah event seperti ini bisa diadakan secara rutin. Bisa mendongkrak pendapatan daerah. Selain itu, potensi ini kalau dikembangkan dan dikolaborasikan akan mendongkrak kunjungan wisatawan," kata dia.
Meski demikian, ke depan ia berharap agar pelaku batik dapat lebih dilibatkan pada acara-acara yang mendatangkan banyak orang ke Solo, salah satunya dari sisi promosi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bapanas mulai menyalurkan bantuan beras 10 kg kepada 33,24 juta KPM secara serentak pada 17 Agustus 2026 melalui Bulog.
Sekolah Rakyat MA 20 Sleman memastikan PWA masih berstatus siswa dan membantah kabar kabur maupun putus sekolah usai kasus celurit.
Krisis migran di perbatasan Spanyol-Maroko menewaskan 67 orang. Gelombang penyeberangan massal diduga dipicu faktor politik dan diplomatik.
Petani di Kapanewon Semin mulai panen tembakau Grompol. Harga daun basah Rp4.500 per kilogram dan tetap dinilai menguntungkan.
Satu bayi kasus penitipan di Pakem masih dirawat BRSPA Dinsos DIY setelah orang tua biologis meminta perpanjangan masa penitipan.
Program Sapa Bantul kembali disalurkan kepada 1.000 KPM melalui warung pangan warga dengan paket sembako bergizi senilai Rp200.000.