Kasus Santri Lombok Tengah, LPA Soroti Aplikasi Khusus Gay
Kasus kekerasan seksual santri di Lombok Tengah mengungkap penggunaan aplikasi khusus gay oleh tersangka berinisial YMA.
UMKM - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, TEMANGGUNG— Upaya modernisasi toko-toko kelontong terus digalakkan Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Program yang dilakukan bersama Sampoerna Retail Community (SRC) Magelang Raya menjadi upaya pembinaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Kepala Bidang Pedagangan, Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan (Dinkopdag) Kabupaten Temanggung Ponjo Marbagyo usai menghadiri Gebyar Berkah di Gedung Pemuda, Minggu, mengatakan SRC ini berkomitmen mendukung kemajuan UMKM toko kelontong, seperti dalam hal transformasi digital.
Pencapaian ini tentu tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, mitra, masyarakat, serta para pemilik Toko SRC yang selalu siap berkolaborasi.
"Jadi SRC ini melakukan pembinaan serta pelatihan terhadap para pelaku UMKM yang khususnya para pelaku usaha toko kelontong menuju toko-toko modern, termasuk digitalisasi dalam pelayanan maupun penjualannya," katanya, Senin (27/11/2023).
Ia mengatakan, toko kelontong SRC hadir di tengah masyarakat dan menciptakan multiplier effect bagi masyarakat sekitarnya. Dampak nyata adalah dalam pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari.
"Ini membuktikan toko kelontong SRC turut membangun kehidupan masyarakat, sekaligus menjadi wadah pedagang kelontong untuk meningkatkan penghasilan dan berperan menggerakkan ekonomi masyarakat desa maupun perkotaan," katanya.
Ketua Paguyuban SRC Magelang Raya Andi Justianto mengatakan melalui kegiatan "Gebyar Berkah" SRC ingin menularkan semangat gotong-royong dan mengajak masyarakat berbelanja ke toko kelontong terdekat. Apalagi dalam perjalanannya, toko kelontong membuktikan terus berinovasi agar tetap bertahan dan bertumbuh di tengah persaingan.
BACA JUGA: Kena Hukuman PSSI, Persiraja Bermain Tanpa Penonton saat Jadi Tuan Rumah
"Bagaimana toko kelontong ini menjadi tumpuan bagi keluarga. Walaupun kecil, toko kelontong telah menjadi sandaran bagi keluarga dan membawa dampak kepada setiap rumah. Untuk itu, kami mengajak toko-toko kelontong bergabung dalam SRC, karena nanti kita lakukan pelatihan-pelatihan untuk memajukan toko mereka menjadi toko semi modern hingga toko modern," katanya.
Menurut Andi, diperlukan kolaborasi Pemerintah Pusat dan daerah untuk membangkitkan UMKM lewat berbagai gerakan seperti UMKM Go Digital dan bantuan langsung yang diharapkan dapat mendongkrak sektor ini.
"Itulah sebabnya SRC Magelang Raya turut berpartisipasi dalam membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya mendukung toko kelontong sebagai elemen penting yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat," imbuhnya.
SRC Magelang Raya saat ini memiliki jaringan sebanyak 2.000 toko kelontong yang tersebar di Kabupaten Temanggung, Wonosobo, Kabupaten Magelang dan Kota Magelang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kasus kekerasan seksual santri di Lombok Tengah mengungkap penggunaan aplikasi khusus gay oleh tersangka berinisial YMA.
Israel kembali menyerang armada bantuan Gaza di laut internasional. Puluhan kapal disita dan ratusan aktivis ditahan.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.