Wamendagri Sebut Usulan Kewarganegaraan Ganda Masih Dikaji
Wamendagri Bima Arya menyatakan pemerintah belum membahas usulan kewarganegaraan ganda dan masih mengkaji aspek hukum serta data pendukung.
Jebakan tikus - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, KLATEN—Jebakan tikus listrik kerap tidak aman dan memakan korban jiwa. Kali ini terjadi di Klaten, Jawa Tengah. Seorang bocah laki-laki berinisial FH, 8, meninggal dunia akibat tersetrum jebakan tikus beraliran listrik yang dipasang di area persawahan Desa Ngreden, Wonosari, Klaten, Rabu (6/12/2023) malam.
Saat kejadian, korban sedang bermain bersama teman-temannya. Kepala Desa Ngreden, Sunarto, membenarkan kejadian tersebut. Korban tersengat listrik dari kawat teraliri listik yang dipasang di sekeliling sawah. Diduga, kaki korban mengenai kawat yang dipasang untuk jebakan tikus tersebut.
Sawah yang dipasangi kawat listrik berada di tengah area persawahan dan berjarak sekitar 50 meter dari jalan desa. Sesaat setelah terkena kawat beraliran listrik, korban ditolong warga.
“Kami mendapat laporan sekitar pukul 20.00 WIB. Korban saat itu masih di rumah sakit. Informasi dari warga, saat itu anak lain minta tolong ke warga dan kemudian korban dibawa ke dokter. Di sana dinyatakan meninggal dunia,” kata Sunarto, Kamis (7/12/2023).
BACA JUGA: Ribut-Ribut Politik Dinasti di DIY, Kaesang Mempersilakan Ade Armando Keluar dari PSI
Setelah dinyatakan meninggal dunia, lanjut Sunarto, si anak kemudian dibawa pulang. “Keluarga merasa belum yakin kemudian dibawa ke rumah sakit dan dipastikan sudah meninggal dunia,” ujarnya.
Sunarto mengatakan pemasangan kawat dialiri listrik itu untuk mencegah serangan hama tikus memasuki area persawahan. Pemerintah desa sudah tak kurang-kurang mengingatkan petani agar tak menggunakan kawat beraliran listrik untuk pengendalian hama tikus.
“Dari kejadian ini menjadi instropeksi bagi pemerintah desa dan petani agar kejadian ini tidak terulang,” jelas dia. Korban dimakamkan, Kamis (7/12/2023) siang.
Korban diketahui merupakan siswa salah satu madrasah ibtidaiah (MI). Sebelum dimakamkan, jenazah anak tersebut disemayamkan di rumah duka. Warga dan kerabat keluarga berdatangan untuk menyampaikan belasungkawa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Wamendagri Bima Arya menyatakan pemerintah belum membahas usulan kewarganegaraan ganda dan masih mengkaji aspek hukum serta data pendukung.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.