Terungkap! Dugaan Kekerasan Seksual 9 Tahun oleh Ayah di Sukoharjo
Kasus dugaan kekerasan seksual ayah terhadap anak selama 9 tahun di Sukoharjo diselidiki polisi. Korban alami trauma berat.
Sebuah kijing misterius di Dusun Kedungareng, Desa Sendang, Kabupaten Wonogiri, tepatnya di tepi Waduk Gajah Mungkur atau WGM kerapi didatangi masyarakat untuk meminta hajat. /Solopos-Muhammad Diky Praditia.
Harianjogja.com, WONOGIRI—Sebuah kijing misterius di Dusun Kedungareng, Desa Sendang, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri, tepatnya di tepi Waduk Gajah Mungkur atau WGM kerapi didatangi masyarakat untuk meminta hajat. Penduduk setempat tak tahu persis bagaimana awalnya kijing tersebut dibangun.
Salah satu warga Dusun Kedungareng, Ny Pur, mengatakan tidak diketahui betul asal-usul kijing makam yang berada persis di tepi WGM Wonogiri itu. Menurut cerita turun-temurun dari para orang tua terdahulu, tempat itu sebenarnya bukanlah makam, melainkan hanya terdapat tetesan darah. Namun, penduduk setempat tidak mengetahui darah siapa atau siapa yang meneteskan di tempat itu.
BACA JUGA : 202 Makam di Boyolali Tergusur Tol Jogja Solo, Para Ahli Waris Terima UGR Rp1 Miliar
Pengamatan JIBI/Solopos, Jumat (12/1/2024), kijing misterius di tepi WGM Wonogiri itu berada di dalam bangunan beratap dengan ukuran sekitar 2 meter x 3 meter. Di dalam bangunan itu ada bekas dupa yang sudah dibakar dan botol bekas minyak wangi.
Dua botol berisi air tergeletak di bagian pojok bagian belakang. Di depan makam, terdapat satu pohon jati besar yang menaungi bangunan tersebut. Lokasi kijing itu tidak terlalu jauh dengan permukiman.
Hanya, bangunan rumah terdekat sudah kosong tak berpenghuni. Bangunan berwarna putih itu berada di satu area yang terbatas. Sisi timur bangunan itu ada Waduk Gajah Mungkur Wonogiri.
Pur menyampaikan meski tak mengetahui persis asal-usul kijing itu, penduduk setempat memercayai lokasi itu keramat. Orang-orang kerap datang ke kijing misterius di tepi WGM Wonogiri yang di dalamnya dipercaya ada bekas tetesan darah itu. Mereka yang datang ke sana tidak hanya dari Wonogiri, melainkan dari sejumlah daerah di Soloraya.
“Biasanya orang yang ke sana itu kalau mau nyenyuwun, punya hajat,” kata Pur saat ditemui Solopos.com di rumahnya tidak jauh dari lokasi kijing tersebut, Jumat.
Pur menyebut kijing itu sudah berada di tepi waduk sejak lama. Seorang pengusaha setempat kemudian membangun bangunan untuk kijing itu. Di tempat itu terdapat pula bangunan gubuk untuk berteduh.
“Selain di sini, ada kijing yang di dalamnya ada tetesan darah di dekat Puncak Joglo, Desa Sendang. Bangunan di sana persis seperti yang ada di sini. Tetapi bukan makam, melainkan tetesan darah yang dikijing,” jelasnya.
BACA JUGA : Jalan Tol Kedua di Kalimantan Segera Dibangun
Menurut Pur, orang yang membangun bangunan untuk kijing misterius di tepi WGM Wonogiri itu sesekali masih datang ke lokasi itu. Orang tersebut berpesan kepada Pur agar membantu merawat bangunan kijing tersebut lantaran rumahnya paling dekat dengan lokasi.
“Dulu yang merawat kijing itu rumah yang ada di sebelah utara tempat itu, tetapi karena sudah kosong, orangnya sudah meninggal semua, jadi sekarang saya yang merawat,” ucap Pur.
Kepala Desa Sendang, Sukamto, mengatakan kijing berumah di tepi Waduk Gajah Mungkur itu sudah ada sejak dulu. Hanya, memang tidak diketahui persis bagaimana awal ceritanya dan apa cerita apa yang ada di balik bangunan itu.
“Bangunan itu sudah lama, tetapi kami belum tahu bagaimana awalnya,” kata Sukamto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Kasus dugaan kekerasan seksual ayah terhadap anak selama 9 tahun di Sukoharjo diselidiki polisi. Korban alami trauma berat.
Prabowo menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat meski kurs dolar dan ekonomi global bergejolak.
Sembilan provinsi memperbolehkan bayar pajak kendaraan 2026 tanpa KTP pemilik lama untuk STNK tahunan kendaraan bekas.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.
OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun hingga Maret 2026.
Prabowo menyebut 1.061 Koperasi Merah Putih berhasil dioperasikan dalam tujuh bulan untuk memperkuat ekonomi desa.