Sejarah Terboyo Terkuak dari Peta Kuno Semarang Tahun 1695
Peta kuno karya MD Roy tahun 1695 mengungkap nama Terboyo telah tercatat sebelum era Bupati Suryadi Menggolo V.
Sebuah kijing misterius di Dusun Kedungareng, Desa Sendang, Kabupaten Wonogiri, tepatnya di tepi Waduk Gajah Mungkur atau WGM kerapi didatangi masyarakat untuk meminta hajat. /Solopos-Muhammad Diky Praditia.
Harianjogja.com, WONOGIRI—Sebuah kijing misterius di Dusun Kedungareng, Desa Sendang, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri, tepatnya di tepi Waduk Gajah Mungkur atau WGM kerapi didatangi masyarakat untuk meminta hajat. Penduduk setempat tak tahu persis bagaimana awalnya kijing tersebut dibangun.
Salah satu warga Dusun Kedungareng, Ny Pur, mengatakan tidak diketahui betul asal-usul kijing makam yang berada persis di tepi WGM Wonogiri itu. Menurut cerita turun-temurun dari para orang tua terdahulu, tempat itu sebenarnya bukanlah makam, melainkan hanya terdapat tetesan darah. Namun, penduduk setempat tidak mengetahui darah siapa atau siapa yang meneteskan di tempat itu.
BACA JUGA : 202 Makam di Boyolali Tergusur Tol Jogja Solo, Para Ahli Waris Terima UGR Rp1 Miliar
Pengamatan JIBI/Solopos, Jumat (12/1/2024), kijing misterius di tepi WGM Wonogiri itu berada di dalam bangunan beratap dengan ukuran sekitar 2 meter x 3 meter. Di dalam bangunan itu ada bekas dupa yang sudah dibakar dan botol bekas minyak wangi.
Dua botol berisi air tergeletak di bagian pojok bagian belakang. Di depan makam, terdapat satu pohon jati besar yang menaungi bangunan tersebut. Lokasi kijing itu tidak terlalu jauh dengan permukiman.
Hanya, bangunan rumah terdekat sudah kosong tak berpenghuni. Bangunan berwarna putih itu berada di satu area yang terbatas. Sisi timur bangunan itu ada Waduk Gajah Mungkur Wonogiri.
Pur menyampaikan meski tak mengetahui persis asal-usul kijing itu, penduduk setempat memercayai lokasi itu keramat. Orang-orang kerap datang ke kijing misterius di tepi WGM Wonogiri yang di dalamnya dipercaya ada bekas tetesan darah itu. Mereka yang datang ke sana tidak hanya dari Wonogiri, melainkan dari sejumlah daerah di Soloraya.
“Biasanya orang yang ke sana itu kalau mau nyenyuwun, punya hajat,” kata Pur saat ditemui Solopos.com di rumahnya tidak jauh dari lokasi kijing tersebut, Jumat.
Pur menyebut kijing itu sudah berada di tepi waduk sejak lama. Seorang pengusaha setempat kemudian membangun bangunan untuk kijing itu. Di tempat itu terdapat pula bangunan gubuk untuk berteduh.
“Selain di sini, ada kijing yang di dalamnya ada tetesan darah di dekat Puncak Joglo, Desa Sendang. Bangunan di sana persis seperti yang ada di sini. Tetapi bukan makam, melainkan tetesan darah yang dikijing,” jelasnya.
BACA JUGA : Jalan Tol Kedua di Kalimantan Segera Dibangun
Menurut Pur, orang yang membangun bangunan untuk kijing misterius di tepi WGM Wonogiri itu sesekali masih datang ke lokasi itu. Orang tersebut berpesan kepada Pur agar membantu merawat bangunan kijing tersebut lantaran rumahnya paling dekat dengan lokasi.
“Dulu yang merawat kijing itu rumah yang ada di sebelah utara tempat itu, tetapi karena sudah kosong, orangnya sudah meninggal semua, jadi sekarang saya yang merawat,” ucap Pur.
Kepala Desa Sendang, Sukamto, mengatakan kijing berumah di tepi Waduk Gajah Mungkur itu sudah ada sejak dulu. Hanya, memang tidak diketahui persis bagaimana awal ceritanya dan apa cerita apa yang ada di balik bangunan itu.
“Bangunan itu sudah lama, tetapi kami belum tahu bagaimana awalnya,” kata Sukamto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Peta kuno karya MD Roy tahun 1695 mengungkap nama Terboyo telah tercatat sebelum era Bupati Suryadi Menggolo V.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Prakiraan cuaca DIY Rabu 12 Agustus 2026, mayoritas wilayah cerah. Kulonprogo perlu mewaspadai kabut atau asap yang berpotensi mengganggu jarak pandang.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya pada Agustus 2026 berdasarkan data resmi KAI Access.
PSIM Jogja hanya bisa mendaftarkan tiga pemain asing di League Cup 2026/2027 meski memiliki 11 legiun asing. Jean-Paul van Gastel siap mengandalkan pemain loka
Pembangunan Gerbang Tol Trihanggo Tol Jogja-Solo terus dikebut. Gerbang ini akan mengusung siluet Ratu Boko dan ornamen aksara Jawa.