Kasus Keracunan MBG Berpeluang Diproses Pidana dan Perdata, Polisi Harus Proaktif
Kasus keracunan MBG mencapai 50.000. Komisi IX DPR menilai kasus dapat diproses pidana dan perdata serta meminta polisi proaktif.
Wilayah Surowedanan, Kecamatan Boyolali, Jawa Tengah, diguyur hujan abu akibat awan panas guguran Gunung Merapi pada Minggu (21/1/2024) siang. Solopos/Ni'matul Faizah
Harianjogja.com, BOYOLALI—Gunung Merapi kembali erupsi pada Minggu (21/1/2024) siang. Hujan abu meluas hingga kawasan perkotaan Boyolali, Jawa Tengah dan sejumlah kecamatan.
Dari pantauan Solopos.com jaringan Harianjogja.com, Minggu pukul 14.30 WIB, kawasan perkotaan Boyolali atau Kecamatan Boyolali dilanda hujan abu, seperti yang terlihat di kawasan barat Surowedanan, Kecamatan Boyolali, tepatnya setelah arah papan Jalur Solo-Selo-Borobudur (SSB).
Di wilayah tersebut terjadi hujan abu dengan intensitas sedang. Kendaraan dan pengendara dari kedua arah terlihat diselimuti abu berwarna putih. Namun, kendaraan yang berasal dari arah barat (Selo dan Magelang) terlihat diselimuti abu lebih tebal.
Jalanan juga dipenuhi abu sehingga ketika kendaraan lewat debu-debu beterbangan. Salah satu penjaja makanan di kawasan Boyolali kota, Hasan, menuturkan hujan abu akibat erupsi Merapi mulai turun sekitar pukul 14.30 WIB.
“Kejadian hujan abu sekitar pukul 14.30 WIB. Banyak yang berhenti untuk pakai jas hujan tadi,” katanya.
Sementara itu, di kawasan eks Terminal Boyolali terpantau hujan abu tipis. Namun, terlihat di baju-baju pengendara dan kendaraan menjadi kotor karena abu erupsi Merapi bercampur hujan gerimis.
Warga Sruni, Kecamatan Musuk, Boyolali, Rahayu, juga menuturkan hujan abu mulai turun sekitar pukul 14.30 WIB. “Tidak terlalu deras, tapi berdasarkan laporan warga tidak hanya di Musuk, di Sangup dan Mriyan, Tamansari, juga,” jelas dia.
Camat Musuk, Khusnul Hadi, mengatakan hujan abu di wilayahnya terjadi di Desa Kembangsari dan Desa Musuk. “Di dua desa itu hujan abu tipis. Ini sepertinya arah angin ke timur,” jelas dia.
BACA JUGA: Erupsi Gunung Merapi, Abu Tebal Membumbung Tinggi Mengguyur Kemalang Klaten
Salah satu sukarelawan Bara Meru, Mbah Jay, menjelaskan kawasan seputaran Selo, Boyolali, justru tidak dilanda hujan abu dari erupsi Gunung Merapi pada Minggu siang itu.
Warga Diimbau Memakai Masker
Namun, ia menjelaskan cuaca masih ekstrem karena angin, hujan, dan kabut alias grubugan selama tiga hari terakhir. “Untuk hujan abu, saya tadi dari Selo arah ke Cepogo, terasa hujan abu dari Desa Genting ke timur, itu terlihat,” kata dia.
Camat Cepogo, Dwi Sundarto, menyebutkan hampir 15 desa di Kecamatan Cepogo melaporkan terdampak hujan abu. “Imbauan saya, warga untuk sementara tetap di rumah sambil mewaspadai aktivitas Gunung Merapi. Setiap keluar rumah juga memakai masker. Warga juga harus berhati-hati di jalan, karena jalanan licin bercampur dengan air hujan,” kata dia.
Hujan abu tipis juga terjadi di wilayah Mojosongo, tepatnya di depan Mako Polres Boyolali. Selain itu juga di Jeron, Nogosari, serta wilayah Canden, Sambi.
Berdasarkan laporan Balai Penyelidikan Dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), terjadi erupsi Gunung Merapi pada Minggu sekitar pukul 14.12 WIB dengan amplitudo maksimal 70 mm.
Durasi 239,64 detik, jarak luncur maksimal 2.400 meter ke arah barat daya. Visual Gunung Merapi berkabut dan arah angin ke timur. Sebelumnya, awan panas guguran terjadi pada Minggu pukul 08.25 WIB dengan amplitudo maksimal 62 mm, durasi 191,28 detik, dan jarak luncur maksimal 2.000 meter ke arah barat daya atau Kali Bebeng.
Visual Gunung Merapi berkabut dan arah angin ke timur. Awan panas guguran pada pagi itu berdampak hujan abu di beberapa wilayah di antaranya Plukisan, Sumbung, Cepogo, kemudian juga Desa Sukabumi, Cepogo. Wilayah Penggung, Kecamatan Boyolali, pagi itu juga kena dampak hujan abu tapi tipis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Kasus keracunan MBG mencapai 50.000. Komisi IX DPR menilai kasus dapat diproses pidana dan perdata serta meminta polisi proaktif.
Apa itu Influenza A? Kenali gejala, masa inkubasi, cara penularan, risiko komplikasi, hingga tanda bahaya yang membutuhkan pertolongan medis.
Pieter Huistra memastikan PSS Sleman siap menghadapi Dewa United di Banten International Stadium pada Minggu (20/9/2026).
Leony Vitria resmi dilamar Charles Seaman pada 17 September 2026. Kabar ini menarik perhatian karena Leony dulu sempat mengaku tak ingin menikah.
Veda Ega Pratama bersiap menghadapi Moto3 Austria 2026 setelah finis ke-18 di Misano. Ia berharap karakter Red Bull Ring membantu kebangkitannya.
Zhang Yiming, pendiri ByteDance, menyalip Gautam Adani sebagai orang terkaya di Asia dengan kekayaan lebih dari US$105 miliar menurut Bloomberg Billionaires Ind