Asian Games 2026: Indonesia Koleksi 13 Medali, Ini Rinciannya
Update medali Asian Games 2026, Indonesia telah mengoleksi 13 medali, terdiri dari 1 perak dan 12 perunggu.
Warga tiga desa di perbatasan Gunungkidul-Klaten menggelar aksi menuntut penambang merealisasikan janji, Jumat (2/2/2024). Aksi digelar di Desa Ngandong, Kecamatan Gantiwarno, Klaten. (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
Harianjogja.com, KLATEN— Warga tiga desa di wilayah perbatasan Klaten-Gunungkidul menggelar aksi damai terkait dampak dari pertambangan tanah uruk tol Solo-Jogja di wilayah tersebut, Jumat (2/2/2024).
Mereka memasang patok di jalan desa wilayah Ngandong, Kecamatan Gantiwarno, Klaten, yang menjadi akses keluar-masuk truk pengangkut material tanah uruk tol.
Aksi diikuti 100-an warga dari tiga desa/kelurahan yakni Desa Ngandong dan Kragilan, Kecamatan Gantiwarno, Klaten serta Kalurahan Serut, Kapanewon Gedangsari, Gunungkidul, DIY.
Aksi demo warga perbatasan Klaten-Gunungkidul itu dilakukan di ruas jalan desa wilayah Desa Ngandong. Seusai orasi, warga kemudian memasang patok di jalan desa yang menjadi akses keluar-masuk truk ke lokasi tambang.
Aksi dimulai sekitar pukul 08.30 WIB. Warga berdatangan dan membentangkan spanduk tuntutan mereka. Salah satu spanduk bertuliskan “Kami Warga Desa Ngandong Tidak Untuk Menutup Tambang Tetapi Untuk Menuntut Hak Warga SBB: Kompensasi warga segera direalisasikan, Kerusakan akibat tambang segera diperbaiki, Drainase difungsikan kembali”.
Salah satu perwakilan warga Desa Ngandong, Madiyo, mengatakan aksi siang itu menindaklanjuti keresahan warga di tiga desa. “Kami seluruh warga tidak pernah menolak adanya tambang. Kami welcome, menyikapi dengan baik. Tetapi pada akhirnya tambang ini berjalan dengan sangat tidak baik menurut warga kami,” kata Madiyo saat ditemui wartawan di sela aksi.
Sudah Terpendam Lama
“Jadi terjadi tanah longsor, banjir, dan jalan-jalan kami rusak kami. Lebih menyedihkan lagi janji-janji yang disampaikan pihak tambang kepada warga desa kami semua tidak bisa direalisasikan seperti kompensasi, perbaikan drainase, perawatan jalan, semua tidak dilakukan,” imbuhnya.
BACA JUGA: Tanah Uruk Pembangunan Tol Jogja-Solo Dikeruk dari Gunungkidul
BACA JUGA: Tambang Penyuplai Tanah Urug Proyek Jalan Tol Didemo Warga
Madiyo mengatakan aksi warga perbatasan Klaten-Gunungkidul pada pagi itu merupakan aksi yang sudah terpendam lama. “Ketika kemarin kami melakukan aksi, dari pengelola tambang mendatangkan preman-preman untuk melawan kegiatan warga kami,” ujarnya.
Dalam aksi itu, warga memasang patok di jalan desa yang kerap dilalui truk pengangkut material uruk tol dari lokasi pertambangan yang berada di wilayah Gunungkidul. Patok itu dipasang agar truk uruk tol tak melewati wilayah Ngandong.
Madiyo menegaskan aksi siang itu murni aksi warga Desa Ngandong, Kragilan, dan Serut. Dia menjelaskan warga mempersilakan tambang beroperasi dengan baik tetapi apa yang sudah disepakati dengan warga harus direalisasikan.
“Ketika kesepakatan tidak direalisasikan dengan benar, kami berkomitmen menutup akses jalan desa kami. Kami sudah tidak mengizinkan truk tambang melewati jalan desa kami kecuali pengelola tambang melakukan negosiasi ulang dengan pemerintah desa kami dan merealisasikan janji-janji yang sudah disampaikan,” kata Madiyo.
Setelah patok terpasang, warga peserta aksi demo dari tiga desa di perbatasan Klaten-Gunungkidul itu kemudian meninggalkan lokasi dengan tertib. Aksi itu mendapatkan pengawalan dari polisi dan TNI serta Kecamatan Gantiwarno dan berlangsung tertib.
Sebelum ada aksi warga, talut jalan di wilayah Serut ambrol pada Rabu (31/1/2024) sore. Material talut yang longsor mengenai satu rumah warga Dukuh Bometen, Desa Ngandong, Kecamatan Gantiwarno, Klaten. Kejadian itu sempat membuat dua keluarga atau delapan jiwa mengungsi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Update medali Asian Games 2026, Indonesia telah mengoleksi 13 medali, terdiri dari 1 perak dan 12 perunggu.
Bus wisata Taman Pintar tak lagi parkir di TKP Senopati. Pemkot Jogja menyiapkan drop zone di Sriwedani untuk memudahkan rombongan.
Kemenkop mengakui ada manajer Kopdes yang mundur karena penempatan jauh. Sekitar 1.900 manajer ditempatkan lintas provinsi.
Ojol perempuan di Jogja mendapat pelatihan bahasa Inggris gratis. Program ini digelar dua batch dan melibatkan komunitas Lady Bikers Jogja.
Kemenpar memperkuat keselamatan wisatawan di kawasan gunung api melalui pemetaan risiko, SOP, infrastruktur mitigasi, dan kompetensi pemandu.
Adhi Karya memastikan girder Tol Jogja-Solo di Kronggahan aman dengan bracing sementara. Pemasangan diafragma kini mulai dilakukan.