Sidang Banding Kasus Chromebook, Nadiem Minta Putusan Dikaji Ulang
Nadiem Makarim menjalani sidang perdana banding kasus Chromebook. Tim kuasa hukum meminta majelis hakim mengkaji ulang putusan pengadilan tingkat pertama.
Miniatur Ka'bah di kawasan wisata edukasi religi di lahan bekas pasar hewan Sunggingan, Singkil, Karanggeneng, Boyolali, Sabtu (21/10/2023). (Solopos.com/Ni’matul Faizah)
Harianjogja.com, BOYOLALI—Pemerintah Kabupaten Boyolali terus mengembangkan objek wisata edukasi dan religi miniatur kakbah di Sunggingan, Kelurahan Karanggeneng, kabupaten setempat. Objek wisata tersebut saat ini banyak dikunjungi.
objek wisata tersebut dikelola Pemkab Boyolali melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar). "Wisata religi miniatur Ka'bah ini dikelola oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Boyolali sehingga yang dipentingkan wisata edukasi religi untuk para pengunjung," kata Kepala Disporapar Kabupaten Boyolali Budi Prasetyaningsih di Boyolali, Rabu.
Program pengembangan tahun ini, katanya, dengan menambah penanaman puluhan pohon kurma, zaitun, dan tin agar suasana objek tersebut mirip dengan di Arab Saudi.
Ia menjelaskan proses pengembangan wisata religi tahun ini dengan anggaran sekitar Rp4 miliar sedang dilakukan, seperti pintu masuk lokasi akan dibuat atau ditambah seperti di Imigrasi.
"Tapi, pembangunannya akan dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum, sedangkan Disporapar Boyolali hanya menerima pembangunan-pembangunan itu," katanya.
Selain itu, katanya, dilakukan pembangunan toilet, replika untuk mimbar atau makam Nabi di Masjid Nabawi. Replika seperti gambar tetapi timbul.
BACA JUGA: Ini 4 Objek Wisata Terkini di Boyolali..
"Jadi semuanya akan ada pengembangan. Wisata religi miniatur Ka'bah ini secara edukasi sudah bisa dikatakan untuk simulasi manasik karena sudah komplit. Jadi ada Ka'bah, ada Masjid Nabawi, untuk tempat lempar jumrah, ada kawasan Mina, Musdalifah dan lainnya semuanya ada berupa miniatur," katanya.
Kunjungan wisatawan di tempat itu dibuka sejak 1 Januari 2024, sedangkan hingga Rabu ini jumlah pengunjung mencapai 75.950 orang, dari kalangan anak sekolah hingga orang dewasa.
Para pengunjung berasal dari seluruh wilayah Pulau Jawa, antara lain Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Yogyakarta, serta Pulau Madura.
Mereka yang menjalani simulasi manasik haji, katanya, sebagian besar berasal dari wilayah di Jateng dan DIY. Bahkan, anak-anak dari MI Kabupaten Semarang hari ini berjumlah 1.800 orang mengunjungi lokasi wisata religi itu.
Pengunjung wisata edukasi religi Ka'bah di Boyolali akan mendapatkan tiket, seperti paspor, yang kemudian distempel sebagaimana di Kantor Imigrasi, lalu boleh masuk lokasi tersebut.
"Jadi pengunjung yang melakukan latihan manasik, seperti berhaji di Arab Saudi sesungguhnya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Nadiem Makarim menjalani sidang perdana banding kasus Chromebook. Tim kuasa hukum meminta majelis hakim mengkaji ulang putusan pengadilan tingkat pertama.
Video kendaraan roda tiga KDMP tercebur ke sawah di Desa Jetis, Klaten viral. Pemdes memastikan dua video yang beredar direkam pada waktu berbeda dan mengungkap
Malaysia dinobatkan sebagai negara terbaik untuk digital nomad 2026. Simak daftar 10 negara terbaik untuk bekerja jarak jauh, termasuk Thailand, Portugal, dan T
BPS DIY mencatat jumlah penduduk miskin turun 13.900 orang pada Maret 2026 menjadi 408.870 jiwa atau 9,70%. Penurunan ini menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa.
Timnas Voli Putri Indonesia bersiap di seri kedua SEA V Cup 2026 Thailand. Target perbaiki peringkat usai finis ketiga di Hanoi. Simak jadwalnya.
FIFA menggelar rapat darurat di Maroko setelah rencana komersialisasi Piala Dunia memicu kritik dari Arsene Wenger, UEFA, hingga Pangeran Ali Yordania.