Kasus DBD Melonjak, Ini Langkah yang Dilakukan Pemkab Sukoharjo

Newswire
Newswire Sabtu, 23 Maret 2024 21:07 WIB
Kasus DBD Melonjak, Ini Langkah yang Dilakukan Pemkab Sukoharjo

Nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue - Ilustrasi/Freepik

Harianjogja.com, SUKOHARJO—Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Sukoharjo, Jawa Tengah melonjak. Pemkab Sukoharjo menyiapkan beberapa langkah penanganan.

Direktur RSUD Ir Soekarno Yunia Wahdiyati di Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah Sabtu mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan yakni menambah kapasitas tepat tidur di ruangan rawat inap.

"Kami menambah kapasitas dengan menarik tempat tidur dari ruangan yang saat ini sedang direnovasi," katanya, Sabtu (23/3/2024).

Selain itu, pihaknya juga memastikan ketersediaan peralatan yang dibutuhkan untuk penerimaan pasien di instalasi gawat darurat (IGD). "Kami menarik strecher atau brankar dari bangsal dan rawat jalan untuk ditambah di IGD," katanya.

Pihaknya juga menyiapkan obat-obatan dan bahan medis habis pakai serta perbekalan kesehatan.

"Ini menyesuaikan kebutuhan pasien," katanya.

BACA JUGA: Gempa di Laut Jawa, Badan Geologi: Diperkirakan Akibat Sesar Tua Aktif Lagi

Sementara itu, dikatakannya, sejak awal bulan Maret hingga saat ini pasien dengan kasus DBD yang ditangani oleh RSUD Ir Soekarno mencapai 88 kasus. Dari total kasus yang ada, satu di antaranya meninggal dunia.

Menurut dia, kebanyakan pasien yang datang dengan kondisi demam, nyeri perut, mual, muntah, nyeri kepala. Beberapa di antaranya juga mengalami batuk dan sesak napas.

"Satu kasus meninggal ini pasien dengan usia delapan tahun. Datang dengan demam dan dari pemeriksaan laboratorium ada penurunan trombosit. Tetapi tidak ada tanda perdarahan, sehingga belum bisa dimasukkan sebagai DBD," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online