Ketua PCNU Klaten Gus Mujib Didesak Ikut Pilkada 2024

Taufiq Sidik Prakoso
Taufiq Sidik Prakoso Minggu, 19 Mei 2024 18:17 WIB
Ketua PCNU Klaten Gus Mujib Didesak Ikut Pilkada 2024

Warga NU mendatangi rumah Ketua PCNU Klaten, Mujiburrahman, di Ceper, Klaten, dan mendesaknya maju sebagai cabup di Pilkada Klaten 2024, Sabtu (18/5/2024). – Solopos/Taufiq Sidik Prakoso 

Harianjogja.com, KLATEN—Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Klaten, Mujiburrahman alias Gus Mujib didesak maju sebagai calon bupati atau cabup pada kontestasi Pilkada Klaten 2024.

Keinginan itu ditunjukkan seratusan orang perwakilan warga Nahdliyin Klaten dengan mendatangi rumah Mujiburrahman di Desa Kurung, Kecamatan Ceper, Sabtu (18/5/2024) siang.

Berdasarkan keterangan tertulis yang diperoleh Solopos.com jaringan Harianjogja.com, gerakan yang kemudian dinamakan Gerakan Sabtu itu dilakukan sebagai gerakan mengakomodasi keinginan besar warga Nahdliyin Klaten untuk memiliki pemimpin, dalam hal ini bupati, dari kalangan internal NU.

Alasannya, selama ini NU dinilai hanya menjadi batu pijakan kepentingan setiap ada agenda politik. Selain itu, NU memiliki modal besar dengan adanya warga Nahdliyin yang jumlahnya banyak.

Kegelisahan terkait sosok kepemimpinan Klaten mendatang sudah diperbincangkan banyak simpul warga Nahdliyin di Kabupaten Klaten. Dari hasil diskusi, warga Nahdliyin Klaten sepakat mendorong Mujiburrahman maju sebagai cabup dalam kontestasi Pilkada Klaten 2024.

Gerakan Sabtu yang digalang warga Nahdliyin itu memiliki agenda utama yakni deklarasi warga Nahdliyin Klaten meminta kesediaan Mujiburrahman maju pada kontestasi Pemilihan Bupati-Wakil Bupati Klaten 2024.

Tujuan gerakan itu untuk meyakinkan bahwa warga NU Klaten solid mendukung dan siap memenangkan Mujiburrahman ketika maju pada Pilkada Klaten 2024.

BACA JUGA: Sejak 2023 Rotasi Bumi Melambat dan Hari Menjadi Panjang, Diperkirakan hingga 2025

Selain itu, gerakan itu untuk meyakinkan partai politik (parpol) di Klaten agar bisa memperhitungkan kapabilitas Mujiburrahman hingga bisa direkomendasikan maju dalam kontestasi Pilkada.

Kiprah Mujiburrahman selama dua periode memimpin PCNU Klaten menjadi modal dan bukti nyata pengusaha cor logam itu layak untuk memimpin dan memajukan Klaten.

“Entah dari partai mana pun, kami ingin Gus Mujib maju dalam kontestasi Pilkada Klaten,” kata koordinator Gerakan Sabtu, Muhammad Qosim, saat ditemui wartawan di rumah Mujiburrahman.

Dalam kesempatan itu, Mujiburrahman belum menjawab iya atau tidak soal permintaan warga Nahdliyin Klaten agar dia maju dalam kontestasi Pilkada. Mujiburrahman tetap menunggu dawuh dari para kiai sepuh selain permintaan warga Nahdliyin di Klaten.

Terkait dengan hal itu, Qosim menjelaskan perwakilan warga Nahdliyin segera bersilaturahmi ke para kiai agar memuluskan keinginan mereka memberi restu Mujiburrahman maju pada kontestasi Pilkada. Qosim memastikan Mujiburrahman layak memimpin Klaten.

“Saya kenal Gus Mujib sejak 2006 dari dulu bergerak di organisasi paling bawah sampai memimpin PCNU. NU di Klaten bisa besar seperti saat ini karena kepemimpinan beliau. Insyaallah beliau memiliki kemampuan [memimpin Klaten] lebih dari cukup,” jelas Qosim.

Sementara itu, Mujiburrahman kaget dengan kedatangan rombongan warga Nahdliyin ke rumahnya apalagi memintanya maju sebagai cabup dalam Pilkada Klaten 2024. Dia menjelaskan NU merupakan organisasi sosial kemasyarakatan, bukan partai politik.

Selama ini, hubungan NU dengan Pemkab sudah cukup dalam hal amar ma’ruf nahi munkar. Dia mencontohkan pada masa kepemimpinan bupati kali ini, NU memberikan pandangan kritis terhadap Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang ditujukan untuk kesejahteraan warga Klaten.

Soal desakan warga Nahdliyin agar dia maju jadi Cabup Klaten, Mujiburrahman mengatakan dirinya tak boleh egois. Dia mengatakan responsnya saat ini soal dorongan itu yakni sami’na wa atho’na atau taat terhadap warga Nahdliyin dan para kiai.

 “Kalau mikir pribadi saya sebenarnya enggak saja lah. Tetapi saya tidak boleh egois jadi orang karena saya besar di NU. Padahal NU itu organisasi sosial keagamaan bukan parpol. Saya responsnya sami’na wa atho’na kepada para kiai dan warga Nahdliyin,” jelas Mujiburrahma

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Solopos

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online