Pencemaran Sungai Bengawan Solo, Gibran: Nanti Jadi Perhatian untuk Gubernur Berikutnya

Newswire
Newswire Kamis, 23 Mei 2024 11:17 WIB
Pencemaran Sungai Bengawan Solo, Gibran: Nanti Jadi Perhatian untuk Gubernur Berikutnya

Foto ilustrasi. Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka memberikan keterangan kepada wartawan di Solo, Jawa Tengah, Kamis (25/1/2024). Antara/Aris Wasita

Harianjogja.com, SOLO—Pencemaran Sungai Bengawan Solo yang sering terjadi memerlukan kepedulian Gubernur Jawa Tengah untuk penyelesaiannya. Hal ini diutarakan Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka.

"Itu nanti jadi perhatian utama untuk gubernur berikutnya ya," katanya di Solo, Jawa Tengah, Rabu (22/5/2024).

Ia mengatakan dalam penyelesaiannya membutuhkan keterlibatan daerah-daerah sekitar Kota Solo, mengingat pencemaran berasal dari industri sekitar.

"Sekali lagi, itu perlu kerja sama dengan kabupaten-kabupaten sekitar. Itu dari Sukoharjo ya, itu pewarna kain," katanya.

Terkait hal itu, pihaknya juga berencana untuk menindaklanjuti, mengingat sebagian kebutuhan air baku masyarakat Solo diambilkan melalui Bengawan Solo.  "Nanti kami tindaklanjuti secepatnya ya," katanya.

BACA JUGA: Darah Transfusi Tercemar, 30.000 Warga Inggris Tertular HIV dan Hepatitis

Sebelumnya, tepatnya Selasa (21/5/2024) Instalasi Pengolahan Air (IPA) Semanggi Solo berhenti beroperasi sementara akibat tercemar limbah etanol dan tekstil.

Staf IPA Semanggi Purnomo mengatakan air yang seharusnya diolah IPA Semanggi mulai tercemar pukul 11.00 WIB. Sedangkan operasional dihentikan mulai pukul 12.00 WIB.

"Air tercemar dari limbah pabrik di Sukoharjo. Sedangkan limbah etanol masuknya dari Kali Samin menuju Bengawan Solo, kalau tekstil langsung dibuang ke Sungai Bengawan Solo," katanya.

Ia mengatakan operasional dihentikan, karena berdampak pada air yang tidak memenuhi baku mutu.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online