Rumah Duka Guruh Soekarnoputra Dipadati Pelayat dan Karangan Bunga
Rumah duka Guruh Soekarnoputra di Jakarta dipadati pelayat dan karangan bunga setelah maestro seni itu wafat pada usia 73 tahun.
Stan Rhizo Crafts yang digawangi tiga pemuda asal Desa Temon, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali yang mengolah limbah empon-empon menjadi furniture di halaman kantor Setda Boyolali, Selasa (28/5/2024). – Solopos.com/Ni’matul Faizah
Harianjogja.com, BOYOLALI—Tiga pemuda dari Desa Temon, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah yang tergabung dalam tim, berhasil menjadi juara I Krenova Boyolali 2024 kategori masyarakat umum dengan “menyulap” empon-empon menjadi produk furnitur. Pengumuman kejuaraan digelar di halaman kantor Setda Boyolali, Selasa (29/5/2024).
Tim dari Desa Temon tersebut terdiri dari tiga pemuda yaitu Nawang Purbo Aji, Adib Widi Nugroho, dan Agus Budi Nugroho. Inovasi olahan limbah empon-empon tersebut mereka namakan Rhizo Crafts.
Salah satu anggota tim, Adib, menyampaikan rasa syukurnya atas kemenangan yang diraih oleh kelompoknya.
Ia menjelaskan timnya membuat inovasi dari limbah batang empon-empon yang tidak terpakai. Biasanya, bagian daun dan batang empon-empon tidak dimanfaatkan dan hanya dibakar setelah rimpangnya diambil.
“Biasanya kan kalau empon-empon yang diambil rimpangnya, dari batangnya kan belum. Akhirnya kami berinovasi memanfaatkan limbah batang empon-empon menjadi kerajinan,” jelasnya saat berbincang dengan Solopos.com jaringan Harianjogja.com, Selasa.
Produk-produk furnitur yang dihasilkan seperti hiasan lampu, kursi, meja, tempat baju kotor, lambaran atau bawahan makanan, dan sebagainya. Dalam pembuatan furnitur berbahan dasar limbah empon-empon, bahan dipadu-padankan dengan kayu, rotan, atau bambu.
Selanjutnya, Adib menjelaskan proses pembuatan berasal dari limbah batang empon-empon lalu dikeringkan sekitar satu pekan.
BACA JUGA: Muncul Empat Nama di Bursa Calon Bupati Sleman, Ini Daftarnya
Selanjutnya, batang yang telah kering dipilin dua lipatan. Setelah proses pemilinan, limbah batang empon-empon dianyam bersama kerangka rotan, bambu, atau kayu.
“Harganya yang termurah ada lambaran makanan panas itu Rp5.000, yang termahal ada kursi dan meja bisa mencapai Rp650.000-an. Ini bisa custom juga,” kata dia.
Ia menjelaskan usaha pemanfaatan limbah empon-empon telah ada sejak dua tahun lalu oleh salah satu warga. Kemudian, pemuda setempat turun tangan untuk ikut memperkenalkan dan mengembangkan produksi tersebut, salah satunya Krenova.
Saat ini produk-produk olahan limbah empon-empon dari Temon telah merambah pasar di Semarang, Salatiga, dan wilayah Soloraya.
Adib menjelaskan saat ini pihaknya sedang mencoba menjajaki pasar ekspor dengan menjalin kerja sama dengan perajin rotan asal Trangsan, Baki, Sukoharjo. “Semoga ke depan bisa benar-benar ekspor dan menjadi komoditas andalan Desa Temon,” jelas dia.
Kegiatan lomba Kreativitas dan Inovasi (Krenova) Boyolali pada 2024 digelar untuk meningkatkan kreativitas dan menciptakan inovasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Rumah duka Guruh Soekarnoputra di Jakarta dipadati pelayat dan karangan bunga setelah maestro seni itu wafat pada usia 73 tahun.
Angka pernikahan di Kota Jogja terus menurun. Kemenag mencatat rata-rata perempuan menikah usia 22-25 tahun dan laki-laki 25-28 tahun.
Pawukon merupakan bagian dari penanggalan Jawa yang mengenal 30 wuku. Simak perbedaan Pawukon, wuku, dan weton.
Sebanyak 7.990 atlet akan mengikuti Porprov Jateng 2026 dan memperebutkan 2.769 medali dari 58 cabang olahraga.
Gempa M6,1 mengguncang Sumba Barat Daya, NTT, Minggu pagi. Guncangan terasa hingga Manggarai Barat dan tidak berpotensi tsunami.
Paus Leo XIV mengingatkan bahaya AI dalam seni dan mendesak karya manusia dibedakan dari hasil mesin yang diproses algoritma.