Nasabah Bersaldo Jumbo di DIY Bertambah
LPS catat simpanan besar DIY capai Rp15,95 triliun, namun kredit melambat akibat rendahnya permintaan.
Proses pembangunan Sabuk di salah satu titik di Desa Sepat, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah./Istimewa
Harianjogja.com, SRAGEN—Masyarakat di Desa Sepat, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah mendapatkan bantuan fasilitas umum penyediaan air bersih. Kali ini, bantuan itu diberikan oleh PT Tiga Pilar Sejahtera (TPS).
Melalui pengembangan untuk masyarakat (community development), salah satu unit usaha PT FKS Food Sejahtera, bekerja sama dengan FKS Foundation membangun empat sarana air bersih komunal (Sabuk) di empat lokasi yang berbeda. Keempat titik Sabuk itu masing-masing ada di Dukuh Sepat, Dukuh Jatirejo, Dukuh Gandu, Dukuh Selorejo, dan Dukuh Tekikrejo.
“Sampai saat ini masih tahap konstruksi. Ditargetkan akan selesai Oktober 2024 mendatang,” kata Direktur Utama PT. Tiga Pilar Sejahtera, Sukawati Wijaya melalui keterangan resminya, dikutip Minggu (21/7/2024).
Dia menjelaskan, dengan jumlah karyawan sekitar 1.500 orang yang kebanyakan berasal dari Sragen, Karanganyar, Solo, dan Sukoharjo, pabrik PT. TPS berada di area berpenduduk sekitar 2.500 kepala keluarga, tepatnya di Dusun Sepat.
Kami percaya bahwa hubungan baik yang bekesinambungan yang telah terjalin selama ini antara masyarakat lingkungan sekitar dengan area operasional sekitar pabrik. Maka, program SABUK diharapkan menjadi salah satu program yang bermanfaat dan mendukung penyediaan air bersih bagi masyarakat sekitar,” ucap dia.
Sukawati menjelaskan FKS Group berkomitmen mengimplementasikan program community development di wilayah sekitar pabrik PT. TPS dengan membangun peran serta dari seluruh pemangku kepentingan serta turut melibatkan perwakilan masyarakat dan terus berkomitmen membangunnya dengan memastikan terlaksananya prinsip-prinsip ketaatan (compliance) sejak awal.
Perusahaan, kata dia, memulainya dengan sosialisasi program kepada perwakilan masyarakat, melibatkan seluruh pemangku kepentingan, dan memastikan pengurusan perizinan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kemudian dilanjutkan dengan pembelian tanah yang akan di-wakaf-kan kepada perwakilan masyarakat, demi mewujudkan penyediaan air bersih bagi masyarakat secara berkelanjutan.
Dia mengatakan pengelolaan program Sabuk nantinya juga dilakukan secara mandiri oleh warga penerima manfaat sebagai pengguna air bersih tersebut.
“Dengan dasar kemandirian tersebut, aktivitas pengelolaan Sabuk sehari-hari, dan termasuk pemeliharaannya menjadi bentuk kegiatan pemberdayaan masyarakat sehingga akan tercipta kelompok masyarakat mandiri yang berkesinambungan ke depannya.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
LPS catat simpanan besar DIY capai Rp15,95 triliun, namun kredit melambat akibat rendahnya permintaan.
Rusia menyerahkan 528 jenazah tentara kepada Ukraina dalam proses repatriasi terbaru di tengah perang yang masih berlangsung.
Erupsi Gunung Semeru disertai awan panas guguran, kolom abu 1.000 meter, status tetap Level III Siaga.
Pakar Hukum Tata Negara Unej meminta BK DPRD Jember memberi sanksi tegas kepada legislator yang bermain gim saat rapat.
Tiket laga kandang terakhir PSIM Jogja vs Madura United di SSA Bantul habis terjual, 8.500 suporter siap padati stadion.
Sebanyak 11 pemain masuk nominasi IBL Sportsmanship Award 2026 berkat permainan bersih sepanjang musim reguler IBL.