Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Wali Kota Solo, Teguh Prakosa, mengendarai sepeda motor listrik saat berkunjung ke SMP Budi Utomo, Senin (12/8/2024) pagi. /Solopos-Kurniawan.
Harianjogja.com, SOLO—Wali Kota Solo, Teguh Prakosa, melanjutkan kebiasaannya menggunakan sepeda motor listrik untuk menjalankan tugas-tugasnya. Hal itu sudah dia lakukan sejak masih menjabat Wakil Wali Kota Solo.
Sehingga dia menepis anggapan bahwa pilihannya menggunakan sepeda motor listrik untuk berkegiatan merupakan bentuk pencitraan. “Walah wes ora zamane [pencitraan],” ujar dia, Senin (12/8/2024) pagi.
Teguh menjelaskan pilihannya menggunakan sepeda motor untuk menghindari kemacetan lalu lintas pada jam kerja. Bila arus lalu lintas sudah landai, dia mengaku beralih menggunakan mobil.
BACA JUGA : Ma'ruf Amin Bertolak ke IKN untuk Groundbreaking Istana Wakil Presiden
“Saya khusus yang ke sekolah beberapa kegiatan ini, Solo ini pada jam kerja kan macet. Saya sedari awal sudah menggunakan sepeda motor listrik, kecuali nanti acara-acara yang setelah pukul 13.00 WIB,” katanya.
Teguh mengatakan kepadatan arus lalu lintas di Kota Bengawan tidak lepas dari masih berjalannya sejumlah pembangunan infrastruktur seperti Simpang Joglo. Kepadatan lalu lintas masih terasa.
“Ini kan terganggu dengan Simpang Joglo yang belum selesai. Aktivitas di sana sudah mulai kenceng, karena tahun ini targetnya yang atas selesai. Karena akan kerjakan underpass,” kata dia.
Teguh melanjutkan mengendarai sepeda motor listrik ketika berdinas sudah dia jalani sejak menjadi orang nomor dua di Kota Bengawan. Termasuk ketika berkunjung ke sekolah-sekolah pada 2022.
“Saya sejak masih Wawali, sudah ini tahun saya sebenarnya 2022 saya sudah ke sekolah, memang di akhir 2022, lalu 2023, SMP kan banyak sekali di Solo, ratusan. Paling setahun hanya 30 an,” urai dia.
Sepeda motor yang rutin digunakan Teguh bukan sembarang sepeda motor, melainkan sepeda motor listrik. Harga sepeda motor merk United T1800 itu sekitar Rp31,5 juta. Tapi motor itu bukan fasilitasnya.
Sepeda motor listrik tersebut merupakan bonus ketika pengadaan sepeda motor listrik untuk 54 lurah di Solo. “Itu kan turahane lurah-lurah, tak pakai. Karena kemarin kami dapat bonus satu unit,” tutur dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Revisi UU LLAJ mengusulkan denda truk ODOL hingga Rp50 miliar dan memperluas pihak yang dapat dikenai sanksi.
Buruh Jogja meminta outsourcing dihapus dan pekerja kontrak dibatasi maksimal satu tahun dalam pembahasan RUU Ketenagakerjaan.
Bahlil Lahadalia siap dilantik sebagai Menko Hilirisasi dan Energi sekaligus tetap menjabat Menteri ESDM.
KDMP Sumbersari Sleman telah berjalan enam bulan, tetapi pengelolaan belum penuh karena menunggu verifikasi, serah terima gedung, dan regulasi.
Penutupan kali di belakang Kantor Pemkab Gunungkidul menelan Rp1,019 miliar untuk pembangunan parkir Taman Kuliner Wonosari.