7 Siswa SMK Ngawi Sakit Usai Santap MBG, Ini Penjelasan Polisi
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
Kekerasan jalanan atau klitih. - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SUKOHARJO–Polres Sukoharjo menangkap delapan pelaku pembacokan tiga pemuda asal Desa Banaran, Kecamatan Grogol, di sekitar TPU Daksinoloyo, Desa Kwarasan, Kecamatan Grogol. Para pelaku diduga bagian dari kelompok klitih yang menyasar masyarakat umum secara acak.
Informasi yang dihimpun Solopos.com, Selasa (28/8/2024), polisi bergerak cepat memburu pelaku pembacokan tiga pemuda di sekitar TPU Daksinoloyo, Kecamatan Grogol. Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, polisi menangkap delapan pelaku penganiayaan di lokasi berbeda.
Kapolsek Grogol, AKP Kurniawan, mewakili Kapolres Sukoharjo, AKBP Sigit mengatakan ada delapan pelaku penganiayaan yang ditangkap di lokasi berbeda.
“Informasi awal, para pelaku diduga melakukan aksi klitih. Mereka ditantang kelompok lainnya. Yang menjadi sasaran justru masyarakat umum,” ujar dia.
Saat ini, polisi masih mendalami keterangan para pelaku penganiayaan. Pemeriksaan dilakukan secara maraton terhadap masing-masing pelaku. Keterangan dari para pelaku dihimpun untuk mengungkap motif kasus tersebut.
Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti berupa tiga senjata tajam (sajam) berupa dua pedang samurai, dan golok berukuran besar. Sajam itu digunakan para pelaku saat melakukan penganiayaan terhadap tiga pemuda di lokasi kejadian.
“Jika hasil pemeriksaan sudah lengkap, akan kami rilis pada pekan depan. Sekarang, masih proses pemeriksaan terhadap para pelaku,” ujar dia.
BACA JUGA: Perempuan di Solo Meninggal Dunia Diduga Korban KDRT
Ditanya ihwal identitas kelompok para pelaku, Kurniawan belum bisa memastikan secara jelas. Dia menunggu hasil pemeriksaan terhadap para pelaku.
“Yang jelas, kami merespons adanya gangguan ketertiban dan keamanan masyarakat. Identitas kelompok para pelaku masih dalam pengembangan penyelidikan,” papar dia.
Sementara itu, seorang kerabat korban, Sriyanto mengatakan lokasi penganiayaan di Jalan Raya Solo Baru-Baki, tepatnya di sekitar TPU Daksinoloyo, Desa Kwarasan, Kecamatan Grogol, Selasa (20/8/2024) sekitar pukul 04.30 WIB.
Kejadian bermula saat Abdul Wahab bersama dua temannya berboncengan sepeda motor hendak ke rumah temannya. Setiba di lokasi kejadian, ketiga korban dipepet beberapa orang tidak dikenal yang mengendarai sepeda motor.
Tanpa basi-basi, mereka langsung mengeluarkan senjata tajam dan hendak membacok ketiga korban tersebut.
Ketiga korban dengan para pelaku tidak saling mengenal. Korban juga tidak mengetahui motif para pelaku melakukan penganiayaan di pinggir jalan.
“Abdul Wahab harus menerima 15 jahitan di lengan tangan kiri. Sementara dua temannya mengalami luka ringan. Aksi ini membuat masyarakat waswas jika beraktivitas pada malam hari. Jangan sampai ada aksi serupa di kemudian hari,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
Kulonprogo mendorong penanganan Jalan Dekso-Samigaluh dan Jembatan Duwet. Jalan ditargetkan masuk anggaran 2027, jembatan masih dikaji.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.