Terkait Penganiayaan Relawan Ganjar-Mahfud, Dandim Boyolali: Tak Ada Unsur Politik
Kasus penganiayaan sejumlah relawan Ganjar-Mahfud oleh anggota TNI, Dandim 0724 Boyolali, Letkol Inf Wiweko Wulang Widodo angkat bicara.
Penanganan sarang tawon vespa.ist/solopos
Harianjogja.com, SRAGEN—Sebanyak 15 ekor tawon vespa menyerang seorang warga di Kampung Plumbungan, Kelurahan Plumbungan, Kecamatan Karangmalang, Sragen pada Minggu (15/9/2024) sore. Korban pun terpaksa harus rawat inap di rumah sakit (RS) akibat luka yang dideritanya.
Warga tersebut diketahui bernama Antonius Harry Purwanto, 40, yang hingga Senin (16/9/2024) siang masih terbaring di ranjang Ruang Antonius Lantai III D2 RS Mardi Lestari, Sragen.
BACA JUGA: BPBD Gunungkidul Sudah Sudah Evakuasi 5 Sarang Tawon, Ini Lokasinya
Peristiwa nahas itu berawal pada Minggu, pukul 15.30 WIB, Harry sendang menyapu pekarangan depan rumah. Ia tidak tahu kalau pada pagi harinya anak-anak melempari sarang tawon vespa yang menempel di pepohonan depan rumahnya.
“Saat itu saya mengambili bekas buangan sarang tawon. Tiba-tiba tawon-tawon itu menyerang saya. Saya berlari. Saat itu saya hanya pakai kaus singlet. Saat berlari itu sempat melirik ke belakang, ternyata tawonnya mengejar. Akhirnya saya bisa masuk rumah. Seketika badan rasanya panas semua,” ujar Harry, sapaannya, saat ditemui wartawan, Senin (16/9/2024) siang.
Dia mengatakan saat diberi antinyeri tidak mempan. Dengan menahan rasa sakit, Harry menaiki motor bersama istrinya menuju ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Mardi Lestari Sragen.
Harry semula tidak mengetahui jenis tawonnya. Setelah anaknya melihat, kata dia, ternyata jenis tawon vespa. Setelah diperiksa di IGD, jelas dia, akhirnya harus rawat inap. “Akhirnya mondok, badanku nyeri semua,” ujarnya.
Harry menyampaikan sengatan tawon vespa itu mengenai bagaian kepala tiga sengatan, punggung 11 sengatan, dan kaki kiri satu sengatan, sehingga total 15 sengatan. Dia mengatakan bahkan ada satu ekor tawon yang masih menyempel di bajunya dalam kondisi mati.
“Rasanya pertama itu badannya panas dan nyeri. Dikasih antinyeri tidak ngefek. Semalam sampai pukul 02.00 WIB baru bisa tidur. Kondisi sekarang kepala, punggung, dan kaki masih nyeri. Untuk bergerak masih terasa ngliyeng,” katanya.
BACA JUGA: Diduga Disengat Tawon, Pria di Pleret Meninggal Dunia
Sore itu, Harry langsung menghubungi tetangga agar sarang tawon itu bisa dibasmi supaya tidak muncul korban lainnya. Tetangga Harry langsung menghubungi Petugas Pemadam Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sragen agar segera ada penanganan.
Petugas Damkar Satpol PP Sragen, Suwarto, menyampaikan rencana evakuasi sarang tawon vespa dilakukan setelah Magrib, Senin ini. Dia mengatakan evakuasi sarang tawon itu paling efektif malam hari.
“Karena kalau siang hari, 60% tawon masih beraktivitas di luar sarang dan hanya 40% yang tinggal di dalam sarang. Kalau malam hari semua tawon tinggal di dalam sarang,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Kasus penganiayaan sejumlah relawan Ganjar-Mahfud oleh anggota TNI, Dandim 0724 Boyolali, Letkol Inf Wiweko Wulang Widodo angkat bicara.
KPK buru keterangan Heri Black usai rumahnya digeledah terkait kasus korupsi Bea Cukai. Sempat mangkir, perannya kini disorot.
Penemuan jasad Pariman terkubur di dapur rumah di Boyolali gegerkan warga. Polisi masih selidiki penyebab kematian.
Kulonprogo gabungkan OPD akibat kekurangan ASN. Sebanyak 345 PNS pensiun, rekrutmen minim, birokrasi dirampingkan.
Dosen UNISA Jogja jadi dosen tamu di UKM Malaysia, kupas kesehatan mental, otak, hingga isu bunuh diri lintas disiplin.
Indonesia jadi target baru sindikat judi online dan scam internasional. 320 WNA ditangkap di Jakarta, DPR minta pengawasan diperketat.