6 Penyelam Basarnas Cari Korban di Dalam KM Virgo Transport 8
Basarnas mengerahkan enam penyelam untuk mencari korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa.
Ilustrasi penangkapan - StockCake
Harianjogja.com, KLATEN—Martoyo, 45, warga Kapanewon Wonosari, Gunungkidul yang menjadi buronan kasus pembunuhan di Depok, Jawa Barat akhirnya tertangkap usai mencuri sandal di Karanganom, Klaten, Jawa Tengah.
Kapolsek Karanganom, AKP Panut Haryono, mengungkapkan awalnya Polsek Karanganom mendapatkan laporan penangkapan seorang laki-laki oleh warga di Desa Padas, Karanganom karena mencoba mencuri sandal, Minggu (29/9/2024) dini hari. “Sudah melompat pagar kemudian ketahuan dan diamankan warga. Kemudian warga menghubungi Polsek dan kami bawa pelaku ke kantor. Kemudian kami lakukan interogasi,” kata Kapolsek, Kamis (3/10/2024), dilansir dari espos.id
Saat diinterogasi petugas, pelaku memberikan keterangan berbelit-belit terkait identitas dan alamatnya. Awalnya, pria itu mengaku bernama Margono dan berasal dari Blora. Saat ditanya lagi, pelaku menjawab berasal dari Jambi. Lantaran curiga, Polsek kemudian berkoordinasi dengan tim Inafis Polres Klaten. Identitas pelaku akhirnya diketahui bernama Martoyo, 45, warga Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, DIY.
Polsek Karanganom kemudian berkoordinasi dengan personel bhabinkamtibmas di daerah sesuai alamat pria itu. Bhabinkamtibmas membenarkan dan menjelaskan jika pria itu sudah lama tak pulang kampung lantaran terlibat kasus pembunuhan di wilayah Kota Depok, Jawa Barat pada 2014 silam. Unit Reskrim Polsek Karanganom kemudian melakukan penelusuran kasus yang dimaksud hingga diketahui kasus itu terjadi di wilayah hukum Polsek Sukmajaya, Depok.
BACA JUGA: Menhub Singapura Divonis 12 Bulan Penjara karena Korupsi dan Nebeng Jet Pribadi
“Kemudian kami interogasi lagi dengan data itu dan pelaku sudah tidak bisa mengelak. Akhirnya dia pelan-pelan mulai mengakui sudah melakukan tindak pidana itu. korbannya bisa dikatakan pacarnya dan terjadi 2014 lalu,” jelas Panut.
Dari pengakuan pelaku, dia nekat membunuh karena sakit hati atas perlakuan korban dan keluarganya. Setelah membunuh korban, pelaku kemudian kabur ke Jambi. Sekitar sembilan tahun di Jambi, pelaku kemudian pergi ke Klaten pada 2023. Selama di Klaten, Martoyo bekerja di proyek tol. “Dia membantu pasang-pasang besi,” ungkap Panut.
Selama di Klaten, Martoyo tinggal di indekos di wilayah Kecamatan Delanggu. Lantaran proyek sudah selesai dan dia tidak memiliki pekerjaan, Martoyo kemudian mencuri. Pria itu sudah tiga kali melakukan pencurian sepatu dan sandal. Dua kali pencurian dilakukan di wilayah Kecamatan Klaten Utara. Namun saat mencoba mencuri di Karanganom dia justru tertangkap.
Panut mengungkapkan Polsek Karanganom langsung berkoordinasi dengan Polsek Sukmajaya terkait penangkapan Martoyo. Akhirnya, Senin [30/9/2024] dini hari, Unit Reskrim Polsek Sukmajaya pergi ke Karanganom menjemput pelaku. "Kami serahkan untuk proses lebih lanjut di sana,” kata Panut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : espos.id
Basarnas mengerahkan enam penyelam untuk mencari korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa.
Banjir Thailand menewaskan 19 orang dan berdampak pada 700.000 warga Bangkok. Pemerintah menargetkan genangan surut dalam 2-3 hari.
RANS Entertainment memuncaki peringkat global live streaming YouTube dengan 2,96 juta jam tonton berdasarkan data Streams Charts.
Pegadaian meraih empat KESGI Award 2026 atas kinerja ESG di sektor inklusi keuangan, meliputi pilar lingkungan, sosial, dan tata kelola.
Maarten Paes disorot media Vietnam setelah Indonesia menahan Malaysia 0-0. Paes dinilai berperan penting saat Garuda bermain 10 pemain.
Cara cek BPJS Kesehatan nunggak atau tidak bisa dilakukan lewat Mobile JKN, PANDAWA, dan Care Center 165. Simak langkah lengkapnya.