Bawaslu Bantul Berharap Pemilihan Lurah Tak Diwarnai Politik Uang
Bawaslu Bantul mendorong Pilur 2026 bebas politik uang dengan memperkuat gerakan Desa Anti Politik Uang di 30 kalurahan.
Danang Maharsa mendatangi pintu air Selokan Van der Wijk di Magelang./Istimewa
JOGJA--Calon Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa ikut meninjau langsung dibukanya kembali Selokan Van Der Wijck pada pukul 00.00 WIB di Shelter Pintu Air Van Der Wijck dan Mataram yang berada Desa Bligo Ngluwar Magelang, Rabu (1/10/2024).
Danang Maharsa turut hadir memastikan kesepakatan pembukaan kembali Selokan Van Der Wijck antara Balai Besar Wilayah Sungai - Serayu Opak (BBWSSO) dan para petani di Sleman bisa berjalan tanpa kendala.
"Ini tadi disampaikan oleh pihak operator lapangan air baru dibuka 30 persen, ini dilakukan secara bertahap, ada pertimbangan teknis yang harus dipahami oleh masyarakat, prinsipnya saya akan turut memperjuangkan kepentingan masyarakat jika itu kewenangannya ada di pemerintah pusat, atau provinsi," kata Danang.
Dia menyampaikan, Selokan Van Der Wijck dan Mataram merupakan penopang utama sektor pertanian di Sleman harus benar-benar ditata secara optimal. Menurutnya masih banyak yang perlu dibenahi terkait irigasi pertanian di Sleman.
"Ini perlu keterlibatan semua pihak, saya tadi dapat laporan banyak sadap-sadap liar yang perlu ditertibkan, agar debit air sampai hilir tidak kurang," ujar Danang.
Saat ditanya terkait dengan kesepakatan penutupan satu bulan penuh dalam kurun waktu lima tahun, Danang menyatakan setuju, agar tidak selalu jadi keributan tiap tahun. Danang mengajak semua pihak turut mengawal kesepakatan tersebut.
"Termasuk komitmen petani untuk segera mengelar rapat koordinasi dalam waktu 10 hari ke depan, untuk memusyawarahkan waktu yang tepat bagi BBWSSO melakukan perawatan dan renovasi," ungkap Danang.
Setelah menyaksikan pembukaan Selokan Van Der Wijck Danang mengingatkan bahwa permintaan BBWSSO untuk menutup Selokan Van Der Wijck juga punya alasan kuat, untuk perawatan dan renovasi selokan, maka itu harus dipahami semua pihak.
Dia menyatakan dirinya punya perhatian serius terhadap ketersediaan air di sektor pertanian. Karena itu menjadi salah satu program prioritas untuk pembangunan di Sleman. Krisis air itu punya dampak ganda, termasuk peningkatan kemiskinan.
"Sederhana saja, kalau petani tidak bisa tanam, pemasukan mereka dari mana, temen-temen yang kemarin audiensi telah menghitung, kerugiannya akibat penutupan Selokan bisa mencapai puluhan miliar," ungkap Danang.
Menurutnya ke depan perlu perencanaan yang matang dengan lintas sektor untuk menjaga kawasan pertanian. Ia mencontohkan, jika kapasitas Selokan Van Der Wijck dan Selokan Mataram mulai mengalami kerentanan karena usianya yang sudah tua, maka perlu skema baru untuk memenuhi kebutuhan air di sektor pertanian di Sleman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bawaslu Bantul mendorong Pilur 2026 bebas politik uang dengan memperkuat gerakan Desa Anti Politik Uang di 30 kalurahan.
KPK mengecek aset glamping 1,5 hektare di Ciater, Subang, yang diduga milik polisi Yayat Sudrajat dan terkait kasus suap Pemkab Bekasi.
Komisi C DPRD DIY mengecek talud bronjong 74 meter di Kali Kuning Sleman sebagai antisipasi erosi dan longsor saat musim hujan.
Krisna Septiana lolos final kayak tunggal putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026 meski finis peringkat 15 pada semifinal.
Polisi memperluas pemeriksaan kasus dugaan pungli food truck di Alkid Jogja. Hingga 30 September 2026, 14 orang telah dimintai keterangan.
Kemarau di Sleman diprediksi lebih panjang hingga Desember. DP3 meminta petani mengatur pola tanam dan mengantisipasi keterbatasan air.