140.000 Gen Z Jerman Daftar Demo di 23 Kota, Ini Tuntutannya
Lebih dari 140.000 pelajar dan anak muda mendaftar aksi Gen Z di 23 kota Jerman pada 31 Oktober untuk memprotes sejumlah kebijakan pemerintah.
Kekerasan - Ilustrasi
Harianjogja.com, TEMANGGUNG—Pemkab Temanggung melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) menurunkan tim untuk ikut menangani perundungan siswa SMP di Ngadirejo.
"Terkait video yang baru-baru ini viral aksi perundungan yang dilakukan beberapa siswa SMP, terhadap korban siswa SMP Islam Ngadirejo kita tentu menurunkan tim ke sana untuk memastikan," kata Kepala Dindikpora Temanggung, Agus Sujarwo di Temanggung, Selasa.
Menurut dia, ternyata kejadian itu benar adanya dan dilakukan beberapa siswi SMP dan pelaku utama memang salah satu siswa di SMP 1 Ngadirejo yang terdeteksi mengidap bipolar atau dua kepribadian.
"Jadi kalau di sekolah baik-baik saja tetapi kalau di luar mengalami kaya gangguan kejiwaan, karena sudah diperiksakan juga di RSJ , hasil pemeriksaannya juga ada," katanya.
Ia menyampaikan pelakunya kurang lebih delapan orang dan korbannya satu orang.
Untuk itu, kemudian orang tua wali siswa yang dibuli itu melaporkan ke Polsek Ngadirejo dan tim sudah ke sana mendampingi.
"Orang tua para siswi juga sudah dipanggil kemudian kita istilahnya mencoba untuk melakukan mediasi apapun itu, tetapi ternyata orang tua siswi korban tetap ingin melanjutkan proses ini sehingga mungkin penanganan ada di Polres Temanggung," katanya.
Ia menyatakan dari sisi Dinas Pendidikan tentu menyayangkan, meskipun kejadian itu di luar jam sekolah.
BACA JUGA: Pemkab Temanggung Hibahkan Rp4,2 Miliar untuk Kelompok Seni
"Sekali lagi kami menyesalkan, mudah-mudahan tidak terulang dan kami menyerahkan proses selanjutnya karena orang tua wali murid menginginkan dilakukan proses hukum, kami akan mengikuti saja," katanya.
Menurut dia, sebenarnya sudah seringkali disampaikan, untuk mengatasi perundungan termasuk beberapa bulan yang lalu dilakukan sosialisasi kepada anak-anak yang dilakukan oleh guru-guru BK, ketika tahu ada temannya yang menerima perlakuan yang tidak semestinya segera dilaporkan.
"Jangan diam saja, ini sudah kita selalu edukasi tetapi sekali lagi kita tidak bisa mengontrol penuh kegiatan anak-anak di luar jam pembelajaran dan untuk kasus ini sekali lagi bahwa anak yang diduga melakukan aksi perundungan, yaitu mengalami gangguan bipolar itu," katanya.
Ia berharap kasus ini tidak terulang di masa yang akan datang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Lebih dari 140.000 pelajar dan anak muda mendaftar aksi Gen Z di 23 kota Jerman pada 31 Oktober untuk memprotes sejumlah kebijakan pemerintah.
DPRD Kota Jogja mendorong IKM beradaptasi saat daya beli melemah, sementara perbankan perlu berhati-hati menyalurkan kredit usaha.
Astra memberikan apresiasi kepada generasi muda inspiratif melalui 17th SATU Indonesia Awards 2026 dan meluncurkan tujuh inisiatif kontribusi sosial
Harga jagung pakan mencapai Rp8.000/kg dan DOC layer anjlok. Pinsar memperingatkan risiko kelangkaan telur saat Nataru dan Lebaran.
Didik Nini Thowok mengingatkan generasi muda untuk memegang filosofi napak lemah, menjaga jati diri budaya, dan tidak melupakan sejarah.
Pemuda Kulon Progo diajak menyumbangkan gagasan dan inovasi untuk membangun daerah serta menyongsong Indonesia Emas 2045.