Kenapa Sudah Online Tapi Sepi Pembeli? Realitas Baru Digitalisasi UMKM
Menurut Survei Profil Internet Indonesia 2025 dari APJII, penetrasi internet di DI Yogyakarta menembus 91,18 persen, tertinggi kedua nasional
Pj Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Nana Sudjana A.S., M.M./Istimewa
SOLO--Pj Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Nana Sudjana A.S., M.M., menyalurkan 10 ton beras Cadangan Pangan Pemerintah Daerah kepada masyarakat miskin di Kecamatan Jebres, Pasar Kliwon, dan Banjarsari, Kota Surakarta, Selasa (5/11/2024).
Penyaluran beras dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Pasar Kliwon. Ada sebanyak 1.000 keluarga penerima manfaat (KPM) di daerah tersebut yang mendapatkan bantuan beras cadangan pangan.
Program ini bertujuan mengurangi beban pengeluaran keluarga penerima manfaat. Harapannya, pemberian bantuan ini dapat berkontribusi dalam menuntaskan kemiskinan di Jateng.
“Penyaluran ini rutin kami laksanakan di 35 kabupaten/kota,” ucap Pj Gubernur di sela-sela acara penyaluran beras cadangan pangan.
Pj Gubernur menyampaikan, penurunan angka kemiskinan masih menjadi prioritas, sebab persentasenya masih sebesar 10,47%. Pihaknya berupaya keras agar akhir tahun ini, angka kemiskinan bisa di bawah 10%.
Pemberian beras cadangan pangan pemerintah ini hanya salah satu cara untuk menurunkan angka kemiskinan.
Selain program tersebut, upaya lain yang dilakukan adalah pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Pada tahun ini, Pemprov Jateng menargetkan memperbaiki 17.000 unit RTLH.
“Kami bangunkan rumah tersebut, dengan anggaran sekitar Rp20 juta per unit, dan saat ini sudah mencapai kurang lebih sekitar 65-70%,” bebernya.
Pemprov Jateng juga memberikan bantuan jambanisasi dan sambungan listrik gratis. Selain itu, bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jateng untuk menggelar program pelatihan bagi masyarakat miskin dan penyaluran modal produktif.
Pjs Wali Kota Surakarta, Dhoni Widianto menyampaikan apresiasi atas sinergi yang dijalin Pemprov Jateng dengan Pemerintah Kota Surakarta.
Pasalnya, hubungan yang terjalin mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat. Apalagi, Kota Surakarta masih memerlukan dukungan untuk penanggulangan kemiskinan.
Pemkot Surakarta juga memiliki program penanggulangan kerawanan pangan. Hingga kini, program tersebut sudah berhasil menyalurkan bantuan pangan untuk 5.700 KPM. Akan tetapi, belum semua warga miskin terjangkau dengan bantuan tersebut.
“Karena keterbatasan anggaran dan masih banyaknya KPM yang belum menerima, maka Pemkot Surakarta masih tetap memerlukan dukungan untuk penanggulangan kemiskinan,” kata Dhoni.
Ia mengungkapkan, bantuan dari Pemprov Jateng dinilai sangat membantu warga yang belum terjangkau bantuan dari Pemkot Surakarta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Menurut Survei Profil Internet Indonesia 2025 dari APJII, penetrasi internet di DI Yogyakarta menembus 91,18 persen, tertinggi kedua nasional
Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Sumenep menewaskan lima orang. Sebanyak 232 korban berhasil dievakuasi.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 3 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif Commuter Line tetap Rp8.000.
Oknum anggota Polres Tanjab Timur, Bripka SO, dipatsus usai video dirinya berada di arena judi sabung ayam viral. Kasus masih didalami Propam.
Menpar Widiyanti menilai desainer berperan penting memperkenalkan budaya Indonesia melalui wastra sekaligus mendorong shopping tourism.
Bumkal Sumberharjo Sleman sukses memanen melon premium di tanah kas kalurahan. Pemkab Sleman menilai inovasi ini berpotensi meningkatkan ekonomi desa.