Anggaran Paskibraka Jateng Dipangkas, Kuota Tetap 45 Orang
Anggaran Paskibraka Jateng 2026 turun menjadi Rp500 juta-Rp600 juta. Kuota 45 peserta tetap dipertahankan untuk upacara HUT RI.
Bencana - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, KLATEN—Cuaca ekstrem di wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin (9/12/2024) dini hari, menumbangkan banyak pohon dan merobohkan kandang ayam.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Syahruna, mengungkapkan dampak hujan disertai angin kencang pada Senin dini hari tercatat ada di lima kecamatan. Di wilayah Desa Ngering dan Tambakan, Kecamatan Jogonalan, beberapa pohon tumbang dan sempat menutup jalan serta menimpa jaringan listrik.
Di Kecamatan Prambanan, beberapa pohon di wilayah Desa Cucukan tumbang. Selain itu, ada kandang ayam roboh. Dampak angin kencang juga terjadi di wilayah Desa Tibayan dan Glagah, Kecamatan Jatinom dengan beberapa pohon tumbang.
Selain itu, satu rumah dilaporkan mengalami kerusakan ringan pada bagian atap. Pohon tumbang di Desa Blimbing, Kecamatan Karangnongko juga mengakibatkan satu rumah rusak bagian atap.
Selain itu, pohon tumbang tersebut sempat menutup jalan.
Peristiwa pohon tumbang juga terjadi di Desa Suka, Kecamatan Karangdowo serta Desa Gaden dan Wanglu, Kecamatan Trucuk. Asesmen hingga penanganan pohon tumbang dilakukan sukarelawan bersama warga, TRC BPBD, TNI/Polri serta aparatur desa. “Untuk dampak sampai saat ini belum ada laporan yang mengakibatkan korban jiwa baik luka maupun meninggal dunia,” kata Syahruna saat dihubungi, Senin.
Kapolsek Prambanan, AKP Jaenudin, membenarkan ada kandang berukuran besar di Desa Cucukan roboh. Untungnya saat kejadian kondisi kandang kosong alias tidak ada ayam. “Kerugian ditaksir Rp75 juta,” ungkap dia.
BACA JUGA: PSS Sleman Vs Persib Bandung, Skor Sementara 1-1
Sebelumnya, cuaca ekstrem juga melanda Kabupaten Bersinar pada Sabtu (7/12/2024). Akibatnya, talut sungai di belakang Kantor Desa Desa Kragilan, Kecamatan Gantiwarno, Klaten jebol, mengakibatkan wilayah tersebut kebanjiran. Talut tersebut berada di Sungai Avur. Penahan air yang terdiri atas dua lapis bangunan tak mampu menahan derasnya air bah dari wilayah hulu yakni di Kabupaten Gunungkidul, DIY.
Kepala Desa Kragilan, Suraji, menjelaskan sebelumnya hujan deras mengguyur wilayah Kragilan dan sekitarnya selama hampir dua jam. Air dari sungai yang jebol menggenangi halaman hingga sempat memasuki kantor desa dengan ketinggian 25 sentimeter hingga 30 sentimeter.
Tak hanya air, halaman kantor desa dipenuhi lumpur serta batu. Di depan kantor desa, ada permukiman yang sempat tergenang. Ketinggian air di tengah permukiman depan kantor desa sempat terendam air setinggi 1 meter.
Sekitar 10 rumah sempat kebanjiran. Air berangsur surut seiring hujan mulai reda. Air menggenangi halaman kantor desa hingga jalan permukiman. Air yang sempat menggenangi kantor desa sudah surut.
“Sekitar pukul 17.00 WIB tanggul jebol. Sebelumnya air sudah meluap menggenangi sini,” kata Suraji.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Anggaran Paskibraka Jateng 2026 turun menjadi Rp500 juta-Rp600 juta. Kuota 45 peserta tetap dipertahankan untuk upacara HUT RI.
Jadwal DAMRI Bandara YIA lengkap dengan rute ke Sleman, Kota Jogja, Gamping, Condongcatur, dan tarif Rp80.000.
Jadwal KA Bandara YIA Jogja hari ini lengkap reguler dan Xpress. Cek jam berangkat agar tak ketinggalan pesawat.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan berdasarkan data resmi KAI Access.
Jadwal KRL Solo-Jogja tersedia 12 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jadwal lengkap tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 10 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan, stasiun tujuan, dan tarif Rp8.000.