Gempa Kolombia, Korban Tewas Terus Bertambah Menjadi 190 Orang
Korban gempa Kolombia bertambah menjadi 190 orang. Sebanyak 1.679 orang terluka dan ratusan masih terjebak di bawah reruntuhan.
Monyet Ekor Panjang - ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, TEMANGGUNG— Fenomena puluhan monyet ekor panjang (MEP) turun ke desa-desa di bawah Gunung Sumbing, dalam beberapa hari terakhir mencari makan cukup mengejutkan warga.
Penjabat Bupati Temanggung Hery Agung Prabowo di Temanggung, Rabu, menyampaikan daerah-daerah yang mereka huni kemungkinan tidak ada makanan sehingga turun di kawasan lebih rendah untuk mencari makan.
Tetapi, katanya, sebenarnya hanya fenomena alam yang terjadi satu tahun sekali.
"Tetapi lebih detailnya nanti kami dengan beberapa Forkompimda akan cek ke sana, seperti apa. Apakah memang mereka tidak cukup mencari makan di daerah tempat asalnya atau seperti apa," katanya.
Ia meminta warga untuk tidak mengganggu aktivitas kawanan MEP tersebut.
"Kalau instruksi kepada warga untuk selalu hati-hati betul jangan mengganggu aktivitas kawanan monyet juga karena kalau mengganggu akan bermasalah juga," katanya.
Ia berharap kalau warga bisa memberi makan silakan saja.
BACA JUGA: Lahan Pertanian di Bantul Diserang Monyet Ekor Panjang, DKPP: Belum Ada Solusinya
"Selama ini belum ada laporan sama sekali, tapi tidak tahu di Pak Camat, nanti saya cek," katanya.
Data droping bibit tanaman penanganan serangan konflik MEP (monyet ekor panjang) di wilayah kabupaten Temenggung terjadi tahun 2023
Kepala Bidang Pengendalian Pencemarandan Kerusakan Lingkungan Hidup Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Dwiana Novianto menyampaikan pada 2023 di kawasan atas, terutama di desa-desa di Gunung Sumbing sudah menanam tanaman buah-buahan.
Ia menyebutkan desa-desa tersebut Batursari sebanyak 950 bibit tanaman, Petarangan (850), Paponan (750), Kruwisan (750), Jambu (1.000), Losari (750}. Wonosari (1.290), Pagergunung (800), Wonotirto (1095), Banaran (750), dan Jetis (750).
"Jenis tanaman meliputi buah-buahan jambu monyet, jambu biji, jambu air, jambu kristal, salam, sirsak, alpukat, dan nangka," katanya.*
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Korban gempa Kolombia bertambah menjadi 190 orang. Sebanyak 1.679 orang terluka dan ratusan masih terjebak di bawah reruntuhan.
DPRD DIY mengingatkan warga tidak mudah percaya isu kerusuhan Agustus dan meminta masyarakat lebih cermat memilah informasi.
Prabowo meresmikan 3.395 jembatan TNI-Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD di seluruh Indonesia pada 13 Agustus 2026.
Gempa Kolombia menewaskan 265 orang dan merusak 53.526 rumah. Presiden Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat ekonomi.
DPRD Kulonprogo meminta Pemkab menyiapkan solusi permanen kekeringan, termasuk pemetaan wilayah dan pembangunan sumber air alternatif.
BPKAD Kota Jogja mengembangkan SIAP, sistem pengingat digital untuk mendorong penarikan APBD tepat waktu dan mencegah penumpukan.