IHSG Melemah 0,12 Persen, Sektor Energi Jadi Penopang Penguatan Bursa
IHSG ditutup melemah 0,12% ke level 6.343,71. Di tengah koreksi bursa, saham sektor energi dipimpin CUAN, DSSA, dan PTRO justru menguat.
Ratusan warga Pracimantoro, Wonogiri, berdatangan ke kantor DPRD Wonogiri untuk mengikuti rapat dengar pendapat terkait rencana pembangunan pabrik semen di wilayah mereka, Senin (14/4/2025). (Solopos/Muhammad Diky Praditia)
Harianjogja.com, WONOGIRI–Ratusan warga Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri, mendatangi kantor DPRD Wonogiri, Senin (14/4/2025). Mereka mengikuti rapat dengar pendapat atau public hearing terkait rencana pembangunan pabrik semen di wilayahnya.
Rapat tersebut diikuti warga Pracimantoro untuk menyuarakan aspirasi mengenai rencana pembangunan pabrik semen dan tambang batu gamping sebagai bahan semen di kecamatan tersebut.
BACA JUGA: Terungkap CCTV Temuan Mayat Wanita Wonogiri di Sungai Code, Ada Aktivitas Mencurigakan
Paguyuban Tali Jiwo Pracimantoro selama ini menolak rencana pembangunan indsutri semen itu. Pantauan Espos, ratusan warga Kecamatan Pracimantoro itu datang ke kantor DPRD dengan menaiki dua bus besar.
Sebagian dari mereka datang dengan mengendarai kendaraan pribadi. Mereka tiba di gedung DPRD Wonogiri pada pukul 09.45 WIB.
Beberapa warga mengenakan caping untuk menegaskan mereka merupakan petani. Ruang rapat paripurna DPRD Wonogiri tidak muat untuk menampung semua warga yang datang untuk mengikuti hearing terkait pabrik semen itu. Sebagian dari mereka terpaksa duduk di luar ruangan rapat.
Salah satu warga Kecamatan Pracimantoro yang mengikuti rapat tersebut, Faris Wibisono, mengatakan kedatangan ratusan warga Kecamatan Pracimantoro memenuhi undangan DPRD Wonogiri itu untuk menyuarakan aspirasi atas penolakan terkait rencana pembangunan industri semen.
BACA JUGA: WGM Wonogiri Dikunjungi 56.700 Orang Saat Libur Lebaran 2025
Menurut Faris, sebagian besar warga yang mengikuti rapat dengar pendapat itu berasal dari Desa Watangrejo yang menjadi lokasi utama industri semen. Mereka merupakan warga yang memiliki lahan pertanian atau tegalan yang akan menjadi calon lokasi industri pabrik dan tambang.
Para warga itu menolak rencana pembangunan pabrik semen di Pracimantoro, Wonogiri, itu sekaligus tidak bersedia menjual tanah mereka kepada investor. “Sampai hari ini sebgaian besar petani belum menjual tanah mereka. Mereka masih merawat lahan pertanian. Itu bagian dari sumber dan ketahanan pangan warga,” kata Faris saat diwawancarai Espos di Kantor DPRD Wonogiri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
IHSG ditutup melemah 0,12% ke level 6.343,71. Di tengah koreksi bursa, saham sektor energi dipimpin CUAN, DSSA, dan PTRO justru menguat.
KLH/BPLH menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 yang melarang pembukaan lahan dengan cara membakar. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah karhutla di te
LPEM FEB UI mengungkap lima jurusan kuliah yang paling banyak menyumbang pengangguran lulusan S1 di Indonesia. Manajemen berada di posisi teratas, disusul Hukum
Hujan meteor Perseid masih dapat disaksikan dari Indonesia pada 13-14 Agustus 2026. Simak waktu terbaik, cara mengamati, dan lokasi ideal untuk melihat meteor.
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Kimaya Sudirman Yogyakarta menghadirkan dua program spesial sepanjang Agustus 2026
Media Jepang menyoroti fenomena ratusan WNI yang menggunakan nama karakter anime seperti Naruto, Uzumaki, Nobita, hingga Sasuke berdasarkan data Dukcapil Semest