Dito Ariotedjo Ungkap Raja Arab Saudi Tawarkan Tambahan Kuota Haji
Dito Ariotedjo mengungkap Raja Arab Saudi menawarkan tambahan kuota haji untuk Indonesia saat pertemuan dengan Jokowi pada akhir 2023.
Tangkapan layar dari video viral memperlihatkan guru menggunting seragam siswa SMP swasta di Sukodono, Sragen, belum lama ini. /istimewa-Espos.
Harianjogja.com, SRAGEN—Video yang menunjukkan seorang guru menggunting baju seragam yang dipakai siswa SMP viral di medsos. Setelah ditelusuri pihak terkait, peristiwa itu ternyata terjadi di salah satu SMP swasta di Sragen.
Video berdurasi 1,09 menit itu beredar dan viral sejak Senin (21/4/2025) tetapi belum diketahui asal sekolahnya. Dalam video viral itu memperlihatkan seorang guru perempuan menggunting bagian baju yang ada gambar dan tulisan serta menggunting bagian celana panjang siswa yang berwarna putih.
Disdikbud Sragen pun melakukan penelusuran sehingga diketahui berasal dari sekolah swasta yang berada di Sukodono, Sragen. Kepala Disdikbud Sragen Prihantomo menjelaskan dari hasil penelusuran ternyata video viral guru gunting baju seragam siswa itu terjadi di sekolah swasta di Sukodono, Sragen.
Kepala sekolah dan guru bersangkutan dipanggil ke Disdikbud untuk dimintai klarifikasi. Mereka menghadap Kabid Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Disdikbud Sragen Tri Giyanto.
BACA JUGA: Viral Pemuda Aniaya Anak dari Kekasihnya, Pelaku Diringkus Polisi
"Kami belum tahu alasannya karena proses klarifikasi. Nanti hasil klarifikasi disampaikan," kata Prihantomo dilansir Espos, Selasa (22/4/2025).
Prihantomo menyampaikan video viral yang memperlihatkan guru gunting baju seragam siswa itu belum bisa dijustifikasi sebelum ada klarifikasi. Dia menduga barangkali ada kesepakatan dengan wali murid atau tidak akan jelas saat klarifikasi.
"Itu [kejadiannya] di SMP swasta. Kalau di SMP negeri, saya langsung bisa bertindak. Kalau swasta itu wewenang yayasan. Mekanisme berbeda. Kalau negeri kan otomatis atasan langsung di tempat kami, sehingga kami bisa langsung tentukan langkah," ujarnya.
Sekolah swasta tersebut berada di bawah naungan yayasan maka posisi Disdikbud sebagai pembina dan pengawas. Kalau ada yang salah, jelas dia, Disidkbud harus meluruskan dan memberi arahan.
Kabid Pembinaan SMP Disidkbud Sragen Muhm Farid Wajdi mengatakan setelah klarifikasi selesai maka pihak sekolah akan menyampaikan klarifikasi ke media massa. Dia meminta awak media menunggu hasil klarifikasi terkait video viral itu.
BACA JUGA: UGM Bentuk Tim Pemeriksa Disiplin untuk Guru Besar Pelaku Kekerasan Seksual
Dari hasil penelusuran ternyata diketahui peristiwa pengguntingan seragam siswa itu terjadi di SMP PGRI 5 Sukodono. Kepala SMP PGRI 5 Sukodono, Sutardi, membenarkan peristiwa itu terjadi di sekolahnya. Ia sedang menjalani klarifikasi dan pembinaan di ruangan Kepala Disdikbud Sragen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Espos
Dito Ariotedjo mengungkap Raja Arab Saudi menawarkan tambahan kuota haji untuk Indonesia saat pertemuan dengan Jokowi pada akhir 2023.
PSIM kalah 0-1 dari Persebaya. Van Gastel menjelaskan alasan baru melakukan empat pergantian pemain pada menit ke-85.
Prabowo menegaskan Indonesia kini menjadi eksportir pangan dan menawarkan industrialisasi bersama untuk memperkuat BRICS.
Warga Ngringo, Jaten, Karanganyar, Jevon Joechelin Jotham, tercatat dalam manifes Virgo Transport 8 yang masih dalam pencarian.
Desa Wisata Wukirsari, Kapanewon Imogiri, Bantul, menjadi lokasi workshop literasi keuangan yang mempertemukan anak-anak muda dengan pengelola desa wisata
Video CCTV kecelakaan maut Bekonang Sukoharjo memperlihatkan bus menabrak dua motor hingga dua korban satu keluarga meninggal dunia.