IHSG Melemah 0,12 Persen, Sektor Energi Jadi Penopang Penguatan Bursa
IHSG ditutup melemah 0,12% ke level 6.343,71. Di tengah koreksi bursa, saham sektor energi dipimpin CUAN, DSSA, dan PTRO justru menguat.
Ilustrasi kekerasan/JIBI
Harianjogja.com, SUKOHARJO—Sekelompok orang menyerang dan menganiaya rombongan pesilat anggota Persaudaraan Setia Hati Terate atau PSHT Ranting Kartasura, Sukoharjo, pada Jumat (4/7/2025) dini hari.
Diketahui, kelompok misterius tersebut berjumlah empat orang. Adapun ciri-ciri pelaku yang diketahui sejauh ini yakni berboncengan naik dua motor matic, memakai penutup wajah, dan helm.
Informasi yang dihimpun Espos, kelompok orang tak dikenal itu membuntuti rombongan anggota PSHT Ranting Kartasura yang dalam perjalanan pulang seusai mengikuti acara pengesahan warga baru PSHT di wilayah Kecamatan Polokarto, Jumat dini hari.
Rombongan anggota PSHT Kartasura berjumlah 10 orang dan berboncengan mengendarai lima sepeda motor. Mereka dibuntuti dari belakang oleh dua sepeda motor dari sekitar kawasan Solo Baru. Kelompok tak dikenal ini terus menguntit rombongan PSHT hingga jalan Baki-Manang yang kondisinya cukup sepi lantaran jauh dari permukiman penduduk.
Di lokasi itu, mereka langsung memukul anggota rombongan PSHT menggunakan tongkat. Tak ayal, dua pengendara dan pembonceng motor terjatuh di jalan. "Berdasarkan keterangan korban, empat laki-laki yang membuntuti rombongan anggota PSHT memakai penutup wajah. Postur tubuhnya agak gemuk," kata Pelaksana Humas PSHT Cabang Sukoharjo, Agung Wijayanto, kepada Espos, Jumat.
Kelompok orang tak dikenal itu langsung menyerang anggota PSHT menggunakan senjata tajam. Akibat kejadian itu, empat anggota PSHT mengalami luka bacok di tubuh. Keempat korban masing-masing WH, MAT, ABP dan CKW.
Kelompok pelaku juga membakar dua unit sepeda motor milik korban di pinggir jalan. "Saat kejadian, anggota rombongan tercerai berai setelah kelompok pelaku menyerang menggunakan senjata tajam. Ada yang bersembunyi di persawahan sembari menunggu kelompok pelaku pergi dari lokasi kejadian," ujar dia.
Saat ini, dua korban masih dirawat di rumah sakit lantaran mengalami luka serius. "Dua korban masing-masing WH dan ABB masih dirawat intensif di rumah sakit. Lukanya cukup parah akibat sabetan senjata tajam. Kami berharap aparat kepolisian bergerak cepat menangkap para pelaku," ujar dia.
Sementara itu, Kapolres Sukoharjo, AKBP Anggaito Hadi Prabowo, mengatakan tim Satreskrim bergerak cepat untuk mengungkap kasus penganiayaan terhadap anggota PSHT. Mereka mengumpulkan bukti dengan memeriksa para saksi di lokasi kejadian.
Kapolres juga mengimbau agar semua pihak menahan diri dan memercayakan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat kepolisian. "Kami mengimbau semua pihak menahan diri dan menyerahkan proses penegakan hukum kepada Polres Sukoharjo. Kami akan menindak tegas pelanggaran hukum yang terjadi di Sukoharjo," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : espos.id
IHSG ditutup melemah 0,12% ke level 6.343,71. Di tengah koreksi bursa, saham sektor energi dipimpin CUAN, DSSA, dan PTRO justru menguat.
LPEM FEB UI mengungkap lima jurusan kuliah yang paling banyak menyumbang pengangguran lulusan S1 di Indonesia. Manajemen berada di posisi teratas, disusul Hukum
Hujan meteor Perseid masih dapat disaksikan dari Indonesia pada 13-14 Agustus 2026. Simak waktu terbaik, cara mengamati, dan lokasi ideal untuk melihat meteor.
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Kimaya Sudirman Yogyakarta menghadirkan dua program spesial sepanjang Agustus 2026
Media Jepang menyoroti fenomena ratusan WNI yang menggunakan nama karakter anime seperti Naruto, Uzumaki, Nobita, hingga Sasuke berdasarkan data Dukcapil Semest
Korban tewas gempa magnitudo 7,4 di Kolombia bertambah menjadi 265 orang. Sebanyak 3.494 warga terluka dan 496 lainnya masih dinyatakan hilang.