KPK Dalami Aliran Rp106,3 Miliar yang Diduga ke Nusron Wahid
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Ilustrasi kekerasan/JIBI
Harianjogja.com, SUKOHARJO—Sekelompok orang menyerang dan menganiaya rombongan pesilat anggota Persaudaraan Setia Hati Terate atau PSHT Ranting Kartasura, Sukoharjo, pada Jumat (4/7/2025) dini hari.
Diketahui, kelompok misterius tersebut berjumlah empat orang. Adapun ciri-ciri pelaku yang diketahui sejauh ini yakni berboncengan naik dua motor matic, memakai penutup wajah, dan helm.
Informasi yang dihimpun Espos, kelompok orang tak dikenal itu membuntuti rombongan anggota PSHT Ranting Kartasura yang dalam perjalanan pulang seusai mengikuti acara pengesahan warga baru PSHT di wilayah Kecamatan Polokarto, Jumat dini hari.
Rombongan anggota PSHT Kartasura berjumlah 10 orang dan berboncengan mengendarai lima sepeda motor. Mereka dibuntuti dari belakang oleh dua sepeda motor dari sekitar kawasan Solo Baru. Kelompok tak dikenal ini terus menguntit rombongan PSHT hingga jalan Baki-Manang yang kondisinya cukup sepi lantaran jauh dari permukiman penduduk.
Di lokasi itu, mereka langsung memukul anggota rombongan PSHT menggunakan tongkat. Tak ayal, dua pengendara dan pembonceng motor terjatuh di jalan. "Berdasarkan keterangan korban, empat laki-laki yang membuntuti rombongan anggota PSHT memakai penutup wajah. Postur tubuhnya agak gemuk," kata Pelaksana Humas PSHT Cabang Sukoharjo, Agung Wijayanto, kepada Espos, Jumat.
Kelompok orang tak dikenal itu langsung menyerang anggota PSHT menggunakan senjata tajam. Akibat kejadian itu, empat anggota PSHT mengalami luka bacok di tubuh. Keempat korban masing-masing WH, MAT, ABP dan CKW.
Kelompok pelaku juga membakar dua unit sepeda motor milik korban di pinggir jalan. "Saat kejadian, anggota rombongan tercerai berai setelah kelompok pelaku menyerang menggunakan senjata tajam. Ada yang bersembunyi di persawahan sembari menunggu kelompok pelaku pergi dari lokasi kejadian," ujar dia.
Saat ini, dua korban masih dirawat di rumah sakit lantaran mengalami luka serius. "Dua korban masing-masing WH dan ABB masih dirawat intensif di rumah sakit. Lukanya cukup parah akibat sabetan senjata tajam. Kami berharap aparat kepolisian bergerak cepat menangkap para pelaku," ujar dia.
Sementara itu, Kapolres Sukoharjo, AKBP Anggaito Hadi Prabowo, mengatakan tim Satreskrim bergerak cepat untuk mengungkap kasus penganiayaan terhadap anggota PSHT. Mereka mengumpulkan bukti dengan memeriksa para saksi di lokasi kejadian.
Kapolres juga mengimbau agar semua pihak menahan diri dan memercayakan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat kepolisian. "Kami mengimbau semua pihak menahan diri dan menyerahkan proses penegakan hukum kepada Polres Sukoharjo. Kami akan menindak tegas pelanggaran hukum yang terjadi di Sukoharjo," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : espos.id
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.
Lomba menyanyi Manunggal Fair Kulonprogo batal mendadak. Peserta kecewa karena sudah datang dan menyiapkan penampilan.
Biaya Haji 2027 berpotensi naik. Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf menyebut kenaikan harga avtur dan situasi geopolitik jadi pertimbangan.
Turki vs Italia di Nations League 2026 digelar di Bursa. Simak jadwal, kondisi pemain, perkiraan susunan, dan rekor pertemuan kedua tim.