Mendagri Tito Usul Kepala Daerah Dapat Insentif dari PAD
Mendagri Tito Karnavian mengusulkan kepala daerah mendapat insentif dari PAD jika berhasil meningkatkannya. Aturan masih perlu dikaji bersama.
Kopral CPM Partika Subagyo Lelono alias Kopral Bagyo, berdiri di atas susunan paku dengan membawa poster dan bendera Merah Putih saat melakukan aksi keprihatinan di bundaran Manahan, Solo, Senin (11/5/2015). Dalam aksinya, Kopral Bagyo menyerukan untuk mendukung aksinya dengan menuntut pengembalian mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) dan Penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) untuk kebaikan moral bangsa di waktu kedepan. /Reza Fitriyant-Solopos.
Harianjogja.com, SOLO—Pensiunan Detasemen Polisi Militer (Denpom) IV/4 Solo, Kopral Partika Subagyo Lelono atau populer dengan sapaan Kopral Bagyo, meninggal dunia pada Kamis (17/7/2025) pukul 14.20 WIB.
Kopral Bagyo meninggal pada usia 61 tahun di kediamannya, Sumpingan RT 001/RW 006, Kadipiro, Banjarsari, Solo. Berdasarkan informasi yang diperoleh Espos, jenazah almarhum akan dimakamkan pada Jumat (18/7/2025) pukul 11.00 WIB di TPU Astanalaya Krembyongan, Kadipiro.
Semasa masih aktif sebagai anggota TNI hingga pensiun, pria berkumis itu selalu berhasil menarik perhatian publik melalui aksi nekat nan ekstrem. Dilansir Espos, berikut ini aksi yang pernah dilakukan Kopral Bagyo:
Kemudian pada Sabtu (6/7/2012), Kopral Bagyo melakukan aksi memutari lapangan Monas Jakarta sambil memanggul batu. Aksi ini dilakukan selama 25 jam dalam rangka memperingati hari jadi Polisi Militer Angkatan Darat ke-67 dan kampanye hidup sehat tanpa narkoba.
Pada Kamis-Jumat (4-5/10/2012), purna anggota Denpom IV/4 Solo ini menuntaskan misinya mengelilingi Pura Mangkunegaran Solo selama 24 jam nonstop. Ia berjalan sejauh 86,4 km dengan mengitari Pura Mangkunegaran sebanyak 72 kali.
Pada tahun yang sama, di tengah hujan deras, Jumat (14/12/2012), Kopral Bagyo melakukan aksi jungkir balik sepanjang lima kilometer dari depan Makorem 074/Warastratama hingga Monumen Slamet Riyadi Gladak. Aksi ini dilakukan untuk menyambut peringatan Ke-67 Hari Juang Kartika dan membawa pesan moral untuk memerangi korupsi.
Sebagai respons terhadap dampak erupsi Gunung Kelud, pada Jumat (21/2/2014), mantan prajurit TNI ini melakukan aksi menyapu abu vulkanis yang menyelimutin Kota Solo selama 24 jam.
Untuk memperingati HUT Ke-69 TNI, Senin (6/10/2014), Kopral Bagyo melakukan aksi jalan jongkok di Jl Slamet Riyadi. Ia menempuh jarak 1 kilometer dari perempatan Ngarsopuro hingga patung Gladak dalam waktu kurang lebih 45 menit.
Pada Senin (11/5/2015), Kopral Bagyo kembali beraksi dengan berdiri di atas sebuah papan yang dipasangi 288 buah paku dengan panjang rata-rata 10 sentimeter. Aksi ini dilakukan di pinggir taman air di simpang tiga patung obor PON Manahan.
Setelah purnatugas, pada Jumat (19/5/2017), Kopral Bagyo melakukan aksi longmarch dari Simpang Empat Ngapeman menuju Bundaran Gladak sambil membawa obor. Aksi ini ia lakukan karena prihatin atas kondisi kebangsaan yang mengarah pada perpecahan dan untuk menggelorakan semangat Bhineka Tunggal Ika.
Aksi-aksi tersebut selalu viral di zamannya dan menjadi perhatian masyarakat. Setelah pensiun dari Denpom IV/4 Solo, Kopral Bagyo tak lagi melakukan aksi ekstrem dan menantang namun lebih ke aksi-aksi sosial kemanusiaan. Ia juga banyak terlibat dalam kegiatan PMI Kota Solo.
Kopral Bagyo diketahui menderita sakit beberapa waktu terakhir. Chief Executive officer (CEO) PMI Solo, Sumartono Hadinoto, mengatakan Kopral Bagyo punya riwayat sakit usus.
“Beliau punya riwayat sakit kanker usus, tapi sudah diangkat. Hanya kemarin masih pendarahan. Beberapa hari yang lalu saya menjenguk ke rumah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mendagri Tito Karnavian mengusulkan kepala daerah mendapat insentif dari PAD jika berhasil meningkatkannya. Aturan masih perlu dikaji bersama.
Lebih dari 40.000 kepesertaan BPJS Kesehatan di Gunungkidul kembali aktif setelah penonaktifan PBI akibat penerapan DTSEN.
Polresta Jogja menetapkan lima tersangka baru kasus Little Aresha Daycare. Total tersangka kini mencapai 32 orang dengan 157 anak menjadi korban.
Ekonom menilai penunjukan Destry Damayanti sebagai Pjs. Gubernur BI mampu menjaga kepercayaan pasar selama masa transisi kepemimpinan.
BPBD Sleman mengirim empat tangki air bersih untuk 63 KK di Moyudan yang terdampak gangguan pasokan air selama musim kemarau.
Polda Metro Jaya menetapkan tujuh tersangka dalam bentrokan di Menteng yang menewaskan satu orang dan melukai satu korban lainnya.