Hari Pertama Pimpin BGN, Sudaryono Minta Tinggalkan Persoalan Hukum
Sudaryono meminta jajaran BGN fokus membenahi tata kelola MBG dan tidak larut dalam persoalan hukum yang tengah diproses aparat.
Kasi Pidsus Kejari Karanganyar Hartanto saat diwawancara di kantor Kejari pada Jumat (23/5/2025). (Solopos/Indah Septiyaning Wardani)
Harianjogja.com, KARANGANYAR—Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar memburu tersangka AC terkait penyelidikan korupsi Masjid Agung Madaniyah Karanganyar. AC yang merupakan saksi kunci perkara perintangan penyelidikan itu hingga kini masih buron.
Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Karanganyar Hartanto mengatakan AC yang merupakan saksi kunci dalam perkara perintangan korupsi Masjid Agung telah ditetapkan sebagai tersangka. Penetapan tersangka setelah tim penyidik menemukan bukti-bukti yang cukup dalam perkara tersebut.
BACA JUGA: Tersangka Kasus Korupsi Pertamina, Riza Chalid Mangkir dari Panggilan Pertama
"Sampai sekarang tersangka ini masih kita cari. Karena dari penggeledahan kemarin yang kita lakukan, keberadaan tersangka tidak diketahui," kata Hartanto kepada Espos, Sabtu (26/7/2025).
Hartanto meminta tersangka kooperatif. Tim penyidik akan menjemput paksa apabila tersangka tak juga keluar dari persembunyiannya. Tersangka dijerat pasal 21 dan 22 UU Tipikor dengan ancaman hukuman maksimal delapan tahun.
Sebelumnya, tim penyidik Kejari Karanganyar menggeledah rumah kontrakan AC di Perum Chrisyan Regency Puntukrejo, Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Karanganyar, pada Jumat (25/7/2025).
Dalam penggeledahan itu, tersangka tidak berada di tempat, hanya terdapat istri dan tiga anaknya. Dari penggeledahan itu, tim penyidik berhasil menyita tiga buah handphone dan sejumlah dokumen penting.
Selanjutnya penggeledahan dilakukan di kediaman orang tua tersangka yang berada di perumahan tak jauh dari rumah kontrakan tersangka.
Sebagaimana diketahui, tersangka AC berprofesi sebagai pengacara. Sebelumnya tersangka merupakan pengacara Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) non aktif Karanganyar Purwati yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) 2022, 2023 dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Namun dalam perjalanannya Purwati mengganti kuasa hukumnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : espos.id
Sudaryono meminta jajaran BGN fokus membenahi tata kelola MBG dan tidak larut dalam persoalan hukum yang tengah diproses aparat.
Sidang gugatan PMH terkait pengalihan kepemilikan CV Art Fashion di PN Bantul memasuki babak baru. Tergugat menyampaikan jawaban sekaligus mengajukan gugatan.
BPBD Kulonprogo mulai mendistribusikan air bersih sejak awal Juli 2026 akibat kekeringan. SK Siaga Darurat disiapkan untuk mengakses dana BTT.
Eko Suwanto Desak Pemda se-DIY Wujudkan Sungai Aman Bencana dan Antisipasi Dampak Musim Kemarau
Menperin Agus Gumiwang menyebut Indonesia tengah bertransformasi menjadi basis produksi otomotif. Produksi kendaraan nasional tumbuh 11,3 persen pada semester I
Forum tertinggi organisasi perusahaan pers di Aceh ini menjadi ajang adu gagasan sekaligus pertarungan demokratis yang berlangsung ketat.