KPK Dalami Aliran Rp106,3 Miliar yang Diduga ke Nusron Wahid
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Ilustrasi perdamaian. Freepik
Harianjogja.com, SRAGEN—Kasus dugaan pemukulan siswa baru oleh kakak kelasnya di SMP negeri wilayah Sragen berakhir damai.
Kesepakatan damai itu tercapai setelah para siswa pelaku dugaan perundungan dan keluarganya mendatangi rumah korban untuk meminta maaf dan mengaku kapok.
Kesepakatan damai dilakukan di Rumah Keadilan Restorasi Desa Gondang, Sragen, pada Jumat (25/7/2025) siang.
Korban bersama kelima kakak kelasnya bertemu dan menyatakan bersalah serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.
Perdamaian itu disaksikan personel Polsek Gondang dan TNI. Mereka juga menandatangani berita acara damai tersebut.
"Iya, damai. Istri saya tidak tega dengan para orang tuanya. Ya, orang tua pelaku datang ke rumah minta maaf. Semua ya manusia biasa, manusiawi. Istri saya tidak tega," ujar ayah korban, P, kepada Espos, Jumat (25/7/2025) malam.
Kepala Desa Gondang, Kecamatan Gondang, Sragen, Warsito, bersyukur perkara dugaan pemukulan di SMP negeri itu bisa selesai secara damai. "Alhamdulillah bisa diselesaikan musyawarah mufakat dan kekeluargaan di Rumah Keadilan Restorasi Gondang. Ya, Rumah Keadilan Restorasi itu ada sejak 2024 lalu," ujarnya.
Kapolres Sragen AKBP Petrus Parningotan Silalahi menyampaikan terima kasih atas informasi ada kesepakatan damai dalam perkara dugaan pemukulan pelajar di SMP negeri itu.
Kapolres menyampaikan hingga Jumat malam belum menerima informasi tentang laporan resmi korban. Kalau betul ada aduan resmi, ujar dia, maka restorative justice (RJ) itu harus ditembuskan ke Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sragen.
"Pastinya kami akan akomodasi penyelesaian secara damai oleh kedua pihak tersebut, jika ada aduan resmi. Namun, jika ternyata tidak ada aduan, tidak perlu hasil kesepakatan tersebut disampaikan kepada Satreskrim. Biarlah risalah kesepakatan itu menjadi arsip di Balai Desa Gondang yang diawaki oleh tiga Pilar [Kades, Bhabinkamtibmas dan Babinsa]," jelas Kapolres.
Sebelumnya Kasatreskrim Polres Sragen AKP Ardi Kurniawan menyampaikan korban belum membuat aduan secara resmi terkait kasus perundungan dan pemukulan di salah satu SMP negeri tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : espos.id
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Microsoft mulai meninggalkan label Copilot+ PC pada perangkat Surface terbaru. Standar NPU dan fitur AI tetap dipertahankan.
Indonesia bisa mengunci tiket final FIFA ASEAN Cup 2026 jika menang atas Malaysia. Simak skenario dan hasil Singapura vs Bangladesh.
Google Vids kini bisa digunakan gratis untuk membuat video AI hingga 1080p. Ada voiceover dan avatar AI yang mendukung bahasa Indonesia.
Warga Karang dan Sungapan kembali menolak tambang pasir Sungai Progo. Puluhan warga mendatangi kantor CV BKS dan meminta aktivitas dihentikan.
Setir mobil terasa berat saat parkir bisa disebabkan power steering, rack steer, fluida, hingga kaki-kaki. Kenali penyebab dan tanda-tandanya.