Baru Diterima, Motor Koperasi Baru di Wonogiri Nyungsep ke Sawah
Motor roda tiga KDKMP Desa Sukoharjo Wonogiri masuk sawah usai distribusi. Diduga pengemudi belum mahir, kerusakan ringan.
Seorang warga di Dukuh Dayu, Desa Jurangjero, Karangmalang, Sragen, menutup gambar mirip One Piece dengan cat putih, Minggu (3/8/2025) siang. /Istimewa-warga Jurangjero.
Harianjogja.com, SRAGEN—Gambar simbol One Piece marak di wilayah Sragen. Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan RI, gambar simbol mirip anime manga dari Jepang tersebut ada yang digambar di jalanan, seperti di wilayah Desa Jurangjero, Kecamatan Karangmalang, Sragen, tetapi gambar itu tiba-tiba langsung dihapus dengan cat putih.
Gambar simbol One Piece juga ditemukan di jalanan wilayah Desa Sidokerto, Plupuh, Sragen, wilayah Karangmalang lainnya. Gambar one piece yang ditutup juga diunggah oleh netizen di Instagram. Di salah satu akun Instagram @sragenkerenn yang memberi keterangan "Pemuda di Sragen kena tegur karena gambar fiksi bendera one piece."
Ketua Karang Taruna Dayu, Jurangjero, Karangmalang, Sragen, Supriyanto, 38, saat dihubungi Esposin, Senin (4/8/2025), mengungkapkan awalnya Sabtu (2/8/2025) malam para pemuda karang taruna kerja bakti menyambut HUT ke-80 Kemerdekaan RI. Setelah selesai, jelas dia, anggota karang taruna berinisiatif menggambar mirip One Piece di simpang empat jalan Jurangjero.
BACA JUGA: Transaksi QRIS Semester I Capai 6,05 Miliar, Senilai Rp579 Triliun
"Para pemuda menggambar itu tidak ada niat apa-apa. Ya, karena mereka suka menonton film kartun itu. Jadi itu ekspresi dalam rangka memeriahkan HUT ke-80," ujarnya.
Kemudian pada Minggu (3/8/2025), Supriyanto saat tidur siang didatangi aparat kepolisian dan TNI. Dia mengatakan mereka menyuruh supaya gambar di jalan itu dihapus. Dia mempertanyakan kenapa gambar itu dihapus dan ada masalah apa? "Dari pihak berwajib itu bilangnya sebenarnya tidak ada apa-apa, cuma untuk saat ini One Piece lagi viral," kata dia.
Supriyanto sendiri yang menghapus gambar One Piece itu dengan cara menutupi cat sisa kerja bakti Sabtu malam. "Pihak berwajib ke rumah saya, karena saya ketua karang taruna. Saya hapus sendiri dengan cat sisa Sabtu malam. Ukuran gambarnya itu sekitar 1,5 meter," katanya.
Dia menerangkan respons karang taruna tidak bisa apa-apa tetapi banyak anggota yang menyayangkan. Dia mengatakan tidak ada motif apa-apa karena hanya animasi One Piece, bukan yang sedang viral. "Simbol itu hanya di jalan dan hanya satu lokasi, tidak dikibarkan," ujarnya.
Bayan Jurangjero, Sugito membenarkan adanya gambar simbol One Piece di jalanan Jurangjero, Karangmalang, Sragen, tetapi sudah dihapus dengan ditutup cat putih. "Ya, sudah dihapus gambarnya pada Minggu [3/8/2025] siang. Kemarin aparat dari Polres, Polsek, dan TNI datang. Yang menghapus para pemuda di Jurangjero. Yang menggambar sepertinya ya anak-anak muda," ujarnya.
Sugito menyampaikan yang menutup gambar itu para pemuda karang taruna. Dia mengatakan sebelumnya sudah digambar dulu dan kemudian ditutup dengan cat. "Siapa yang menyuruh dihapus, saya tidak tahu. Penutupan gambar itu Minggu pukul 13.30 WIB. Saya tidak tahu kenapa dihapus, tahu-tahu sudah dihapus," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Motor roda tiga KDKMP Desa Sukoharjo Wonogiri masuk sawah usai distribusi. Diduga pengemudi belum mahir, kerusakan ringan.
Arema FC memburu kemenangan atas PSIM Jogja pada laga terakhir Super League 2025/2026 demi memperbaiki posisi klasemen.
MotoGP Catalunya 2026 diwarnai penalti tekanan ban yang membuat Joan Mir kehilangan podium dan mengubah klasemen sementara.
Pemkot Jogja mulai menyiapkan guru dan menggandeng kampus menyambut kebijakan Bahasa Inggris wajib di SD mulai 2027.
Xiaomi membatalkan proyek ponsel ultra-tipis Xiaomi 17 Air karena tak ingin mengorbankan performa, baterai, dan kualitas pengguna.
Komnas HAM mendorong pengusutan tuntas kasus kekerasan anak di Daycare Little Aresha Jogja. Polisi buka peluang tersangka bertambah.