73 Kuota Jalur Mandiri Unsoed Disetting, Calon Maba Dimintai Uang
KPK menemukan dugaan pengaturan 73 dari 245 kuota PMB jalur mandiri Unsoed. Penyidik juga mengungkap tiga klaster perkara
Garis polisi dipasang di area sekitar rumah milik pengepul barang rongsokan tempat ditemukannya granat di Debegan, Mojosongo, Solo, Kamis (18/9/2025). (Solopos/Ahmad Kurnia Sidik)
Harianjogja.com, SOLO – Seorang pengepul barang rosok, Gunawan menemukan granat tangan di antara barang rongsokan di Debegan, Mojosongo, Jebres, Solo, Rabu (17/9/2025). Penemuan benda tersebut langsung melaporkan ke polisi.
Pantauan di lokasi, granat tersebut tersimpan di salah satu rumah berwarna hijau toska di Debegan. Garis polisi dipasang di sekitar rumah dengan radius sekitar 10 meter dari rumah. Polisi saat ini masih mengidentifikasi untuk kepentingan evakuasi senjata ledak tersebut.
BACA JUGA: Granat Temuan Pelajar Wirokerten Bantul Didisposal Tim Gegana
Granat tersebut ditemukan di tumpukan barang rongsokan yang belum lama ini diambil Gunawan dari salah satu rumah di kawasan Singosaren, Serengan, Solo. Granat tersimpan dalam wadah kaleng.
Gunawan menyampaikan penemuan granat itu bermula saat ia mengepul barang rongsok dari rumah yang hendak dikosongkan di kawasan Singosaren, Serengan, Solo, pada 31 Agustus 2025 lalu.
“Itu rumahnya kan mau dikosongkan dan biasanya kan barang-barang yang tidak digunakan dijual ke pengepul kayak kami ini. Yaudah awalnya diambil aja secara bertahap,” kata Gunawan.
Barang-barang dengan beragam jenis itu dibeli Gunawan dengan harga sekitar Rp10 juta. Namun, saat memilah barang-barang yang bisa dijual, Gunawan menemukan barang yang kemudian diketahui merupakan granat.
“Itu ditemukan kemarin [Rabu]. Awalnya enggak curiga karena itu bungkusnya kaleng bekas bungkus rokok yang bisa dibuka dari atas dan bawah. Nah, di situ saya buka untuk tahu isinya apa, ternyata setelah saya amati ternyata granat,” jelasnya.
Granat tersebut dalam kondisi penuh karat di bagian bawah tertulis tahun pembuatan granat 1953. Di atas granat tertulis “Hand Grenade AK II”. “Setelah sadar kalau itu granat saya langsung lapor ke polisi,” kata dia.
Saat berita ini ditulis, Tim Gegana sedang diturunkan untuk mengevakuasi granat yang belum diketahui apakah masih aktif atau tidak. Namun, di sekitar lokasi tampak warga sekitar diminta untuk menghindari lokasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : espos.id
KPK menemukan dugaan pengaturan 73 dari 245 kuota PMB jalur mandiri Unsoed. Penyidik juga mengungkap tiga klaster perkara
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 29 Agustus 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Timnas basket Indonesia mengalahkan Singapura 80-54 di Pra-Kualifikasi FIBA Asia Cup 2029. Indonesia langsung memimpin Grup C.
BPN DIY memantau kasus dugaan mafia tanah yang menimpa keluarga almarhum Komaridin di Sleman dan telah menyerahkan warkah tanah kepada Polda DIY.
The Jakmania memboikot laga Persija vs Brisbane Roar karena kenaikan harga tiket. Persija mengalihkan tiket jatah suporter ke penjualan umum.
Program Makan Bergizi Gratis atau MBG di DIY diperkuat edukasi gizi. Budi Waljiman mendorong SPPG tak hanya membagikan makanan, tetapi...