Duka Budaya! Pelestari Wayang Kertas Legendaris Mbah Brambang Wafat
Mbah Brambang, pelestari wayang kertas asal Sukoharjo, meninggal dunia di usia 95 tahun. Dedikasi lebih dari 60 tahun untuk budaya.
Pria yang mengamuk dan bawa sajam di Sumber, Banjarsari, Solo, APS, 20, saat ditangkap dan digelandang ke Mapolresta Solo, Sabtu (27/9/2025). (Istimewa/Polresta Solo)
Harianjogja.com, SOLO --Aparat Polresta Solo menangkap seorang pemuda asal Karangpandan, Karanganyar, berinisial APS, 20,lantaran membuat keributan serta mengacung-acungkan senjata tajam (sajam) di kawasan Sumber Tapen, Kecamatan Banjarsari, Solo, Sabtu (27/9/2025) dini hari.
Kapolresta Solo, Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, melalui Kasatsamapta, Kompol Edi Sukamto, membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurut dia, penangkapan dilakukan sekitar pukul 03.00 WIB setelah adanya laporan masyarakat.
“Tim segera menuju lokasi sesuai laporan. Sesampainya di sana, benar adanya seorang pemuda yang sudah lebih dulu diamankan warga karena membuat keributan dan dianggap membahayakan,” kata Kompol Edi dalam keterangan tertulis yang diterima Espos, Minggu (28/9/2025).
Meski warga melaporkan APS membawa senjata tajam, lanjut dia, polisi tidak menemukan barang bukti tersebut saat melakukan penggeledahan. Diduga pelaku telah membuangnya sebelum diamankan.
“Pelaku diamankan oleh warga sebelumnya tepat di depan rumah warga yang menjadi korban keributan. Saat dilakukan penggeledahan, barang bukti senjata tajam tidak ditemukan karena diduga telah dibuang oleh pelaku sebelum diamankan,” kata dia.
BACA JUGA: Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi Bakal Menyentuh Banyak Wilayah
Dari keterangan warga sekitar, APS bertindak di bawah pengaruh minuman keras dan obat-obatan terlarang. Hal tersebut tampak dari tingkah lakunya yang aneh dan emosi yang tidak terkendali hingga membuat keributan dengan mengacungkan sajam ke salah seorang warga setempat.
“Pelaku setelah ditangkap langsung kami bawa ke Mapolresta Solo. Untuk diperiksa lebih lanjut terkait motifnya serta mencari barang bukti sajam yang menurut laporan warga digunakan oleh pelaku,” kata dia.
Kompol Edi mengapresiasi peran serta warga yang sigap melapor dan membantu menangkap pelaku. Kompol Edi juga mengajak warga Solo untuk terus bersama menjaga keamanan dan ketertiban di Solo.
“Ini bentuk kerja sama yang baik antara masyarakat dengan kepolisian. Kami minta masyarakat tidak takut melapor bila ada kejadian serupa. Laporan yang cepat sangat membantu kami dalam merespons,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : espos.id
Mbah Brambang, pelestari wayang kertas asal Sukoharjo, meninggal dunia di usia 95 tahun. Dedikasi lebih dari 60 tahun untuk budaya.
KPK buru keterangan Heri Black usai rumahnya digeledah terkait kasus korupsi Bea Cukai. Sempat mangkir, perannya kini disorot.
Penemuan jasad Pariman terkubur di dapur rumah di Boyolali gegerkan warga. Polisi masih selidiki penyebab kematian.
Kulonprogo gabungkan OPD akibat kekurangan ASN. Sebanyak 345 PNS pensiun, rekrutmen minim, birokrasi dirampingkan.
Dosen UNISA Jogja jadi dosen tamu di UKM Malaysia, kupas kesehatan mental, otak, hingga isu bunuh diri lintas disiplin.
Indonesia jadi target baru sindikat judi online dan scam internasional. 320 WNA ditangkap di Jakarta, DPR minta pengawasan diperketat.