Puluhan Mahasiswa UNJ Kunjungi Harian Jogja
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
ilustrasi./Bisnis Indonesia
Harianjogja.com, SEMARANG- Kantor Urusan Agama diminta tidak hanya menjadi lembaga pencatat pernikahan secara administratif, namun penyuluh agama dan penghulu di KUA diharapkan memberi bimbingan dan pemahaman umat akan nilai penting pencatatan nikah.
Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad pencatatan nikah bukan sekadar urusan administrasi, tetapi bentuk tanggung jawab negara dalam memberi kepastian dan perlindungan hukum bagi setiap warga.
“KUA perlu hadir tidak hanya sebagai lembaga pencatat, tetapi juga sebagai pusat literasi keluarga. Di sinilah peran KUA menjadi strategis untuk membimbing masyarakat memahami pentingnya pernikahan yang sah dan tercatat,” tegasnya saat meninjau KUA Tugu, Semarang, Jumat lalu, melalui siaran tertlisnya.
Abu berharap, para penghulu dan penyuluh agama juga turut aktif untuk melakukan pendekatan persuasif dan edukatif agar dapat menumbuhkan kesadaran ketimbang pendekatan administratif semata. “Kita ingin masyarakat merasa bahwa pencatatan nikah itu bukan beban, melainkan kebutuhan,” tutup Abu.
“KUA harus mengetahui secara pasti berapa angka pernikahan di wilayahnya. Pak Menteri meminta agar layanan KUA benar-benar berdampak, termasuk dalam meningkatkan angka pencatatan nikah dan menekan tren pernikahan yang tidak tercatat,” lanjutnya.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mendukung program pencatatan pernikahan. Menurut Abu, KUA memiliki daya jangkau yang kuat untuk mengedukasi dan menggerakkan masyarakat agar mencatatkan pernikahannya secara resmi.
Kendati demikian, ia menilai masih banyak tantangan yang dihadapi KUA, termasuk fenomena anak muda yang kerap tinggal bersama tanpa ikatan pernikahan sah. Kondisi ini, imbuhnya, perlu mendapat perhatian serius karena berdampak pada keberlangsungan rumah tangga dan perlindungan hukum bagi anak.
Untuk itu, ia mengapresiasi langkah KUA yang terus berinovasi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, seperti melalui edukasi pra nikah, penyuluhan hukum keluarga, serta kolaborasi dengan tokoh agama dan pemerintah daerah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.
DPRD Bantul mengkaji usulan perubahan Perbup BUMKalma setelah pengelola menyoroti kebutuhan operasional dan penguatan kelembagaan.
Perpres ojol masih difinalisasi Komdigi. Pemerintah menguji formula bagi hasil yang adil bagi pengemudi dan menjaga bisnis platform ride-hailing.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan kasus sabu 98 kg, di salon Mangga Besar. BNN juga menyita uang dan aset Rp39,95 miliar.
Tujuh tentara AS dilaporkan tewas dalam bentrokan di USS Abraham Lincoln. Insiden disebut dipicu stres akibat perang berkepanjangan.