PSEL Piyungan Akan Aliri Listrik 15.000 Rumah, Dibangun 2027
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat dan Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar Bantilan meninjau perlengkapan dalam penanganan bencana di Wonoso (13/10/2025). (Antara/Heru Suyitno)
Harianjogja.com, WONOSOBO -Polres Wonosobo, Jawa Tengah, menggelar apel gabungan kesiapsiagaan bencana seiring periode pancaroba atau peralihan dari musim kemarau ke musim hujan tahun 2025/2026 yang diprediksi berlangsung dari September hingga November 2025
Kapolres Wonosobo AKBP M. Kasim Akbar Bantilan di Wonosobo, Senin, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan seluruh personel serta koordinasi lintas sektoral dalam menghadapi potensi bencana.
Kegiatan ini digelar sebagai tindak lanjut dari informasi BMKG yang memperingatkan potensi peningkatan bencana hidrometeorologi, seperti hujan lebat, banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga puting beliung, selama masa peralihan musim.
“Perubahan cuaca ekstrem selama pancaroba bisa menimbulkan risiko tinggi bagi masyarakat. Oleh karena itu seluruh personel harus siap siaga, responsif, dan mengutamakan keselamatan warga,” katanya.
Ia memerintahkan sejumlah langkah antisipatif, antara lain menyiagakan unit SAR beserta perlengkapan pendukung, menjalin koordinasi dengan BPBD, BMKG, dan pemerintah daerah, serta melakukan pemetaan wilayah rawan bencana.
Selain itu, personel di jajaran Polsek diminta aktif memberikan imbauan kepada masyarakat agar waspada terhadap cuaca ekstrem dan siap membantu evakuasi bila terjadi bencana.
“Penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kerja sama, sinergi, dan kepedulian semua pihak, agar masyarakat terlindungi dari dampak bencana,” katanya.
Melalui apel gabungan ini, dia berharap kegiatan tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi wujud kesiapan Polres Wonosobo dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan rasa aman kepada masyarakat menghadapi musim pancaroba tahun ini.
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengapresiasi sinergi lintas sektor dalam penanggulangan bencana.
“Wonosobo merupakan wilayah yang rentan terhadap berbagai bencana alam seperti longsor dan banjir. Alhamdulillah, berkat sinergi dan kolaborasi antar-unsur terkait, potensi bencana yang ada bisa selalu diantisipasi dengan baik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
Residivis WAG alias Gus W menipu warga Boyolali Rp105,3 juta dengan modus ritual spiritual. Uang hasil kejahatan dipakai untuk judi online.
DPRD Kabupaten Magelang terus memperkuat pelestarian seni dan budaya sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat.
DPRD Jogja mendorong tiang PJU dimanfaatkan untuk fiber optik dan smart pole guna menata kabel serta meningkatkan PAD.
Menkeu Purbaya menegaskan tak ada pajak baru khusus rumah kontrakan. Penghasilan sewa properti tetap menjadi objek PPh sesuai aturan.
Daftar harga HP ZTE terbaru 2026 mulai Rp999.000, dari Blade A35, Blade A72 hingga Nubia V60 lengkap dengan spesifikasinya