140 Penumpang Kapal Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Pencarian Diperluas
103 orang dievakuasi dari Kapal Virgo Transport 8 yang hilang kontak di Laut Jawa. Sebanyak 140 orang masih dalam pencarian SAR.
Kondisi tower SUTT yang ambruk diterjang angin di Desa Mlese, Kecamatan Ceper, Klaten, Sabtu (18/10/2025). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
Harianjogja.com, KLATEN—Hujan deras disertai angin kencang pada Jumat (17/10/2025) petang menyebabkan tower Saluran Udara Tegangan Tinggi atau SUTT di Desa Mlese, Kecamatan Ceper roboh.
Tower ambruk ke area persawahan. Namun, kabel jaringan listrik dari tower SUTT mengenai atap bangunan ruko di tepi jalan raya Ngaran-Trucuk, Desa Mlese. Selain itu, toa salah satu masjid di Dukuh/Desa Jatipuro, Kecamatan Trucuk tertimpa kabel.
Selain tower transmisi listrik ambruk, angin kencang menumbangkan pohon hingga menerbangkan atap bangunan. “Data yang terhimpun, dampak angin kencang di beberapa wilayah. Sekitar sembilan kecamatan yakni Trucuk, Ceper, Klaten Utara, Kalikotes, Tulung, Ngawen Karangnongko, Kemalang termasuk juga Bayat,” kata Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Syahruna, dikutip Sabtu (18/10/2025).
Syahruna menjelaskan dampak kejadian angin kencang yakni atap rumah warga rusak diterbangkan angin. Selain itu, beberapa pohon ambruk. “Untuk kejadian ini, BPBD bersama sukarelawan melakukan penanganan. Hampir 75 persen pohon tumbang sudah ditangani. Untuk yang melintang di jalan 100 persen sudah ditangani semua,” ungkap Syahruna.
Syahruna menjelaskan ada dua tower SUTT yang terdampak angin kencang. Penanganan dampak ambruknya tower SUTT dilakukan PLN. Pada Jumat malam, petugas PLN berdatangan dan mulai melakukan penanganan.
PLN langsung memperbaiki dua tower transmisi yang ambruk diterjang angin kencang di wilayah Klaten, Jumat (18/10/2025). PLN juga mendirikan tower emergency. Perbaikan dilakukan petugas sejak Jumat malam pascakejadian. Hingga Sabtu (18/10/2025), proses perbaikan masih berlangsung. Ada dua tower transmisi yang ambruk akibat kencangnya embusan angin.
Masing-masing diberi nama tower 23 dan 24 yang berlokasi di Desa Mlese, Kecamatan Ceper dan Desa Ketandan, Kecamatan Klaten Utara. Manajer PT PLN Unit Pelayanan Transmisi (UPT) Salatiga, Ardylla Rommyonegge, mengungkapkan gangguan listrik terjadi hanya sesaat setelah kejadian.
“Dampak ke masyarakat hanya sesaat terjadi pemadaman. Kami segera pulih untuk listrik kembali menyala baik masyarakat dan usaha. Setelah kejadian bisa beroperasi kembali,” kata Ardylla saat ditemui wartawan di Desa Mlese, Sabtu.
Tower ambruk itu berada di jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi atau SUTT yang menyuplai lisrik di daerah Klaten dan sekitarnya. Ardylla memastikan kerusakan tower itu tidak berdampak pada suplai listrik ke wilayah lainnya.
Ardylla menjelaskan sesuai kejadian segera dilakukan pemulihan dengan seluruh petugas yang ada. Metode yang dilakukan melalui tower emergency. “Kami lakukan sesingkat-singkatnya. Metode melalui tower emergency, segera listrik disalurkan lewat tower emergency,” kata Ardylla.
Dia juga mengungkapkan sudah dilakukan pendataan terkait dampak dari kejadian ambruknya tower transmisi listrik di Klaten. “Ada sekitar enam rumah dan satu persewahan. Kami segera tindaklanjuti,” kata Ardylla.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : espos.id
103 orang dievakuasi dari Kapal Virgo Transport 8 yang hilang kontak di Laut Jawa. Sebanyak 140 orang masih dalam pencarian SAR.
CKG Kota Jogja menemukan 60%-65% dari 23.000 lansia yang diperiksa terdeteksi hipertensi dan diabetes.
Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi dijadwalkan tiba di Jakarta 18 September 2026 dan disiapkan mendukung penanganan karhutla.
DLH Kulonprogo mendorong pengelola SPPG menguji limbah dapur MBG di laboratorium setelah muncul keluhan warga soal pencemaran.
Harga rumah di Jogja makin sulit dijangkau. REI DIY menyoroti kenaikan harga tanah dan material bangunan yang mencapai sekitar 25%.
Suahasil Nazara resmi menjadi Menkeu menggantikan Purbaya. Keberlanjutan pembiayaan Kopdes menghadapi jatuh tempo Rp40 triliun.