Pendaki Asal Bogor Meninggal Saat Turun dari Gunung Merbabu
Pendaki asal Bogor meninggal dunia usai merasa tidak enak badan saat mendaki Gunung Merbabu via Selo. Korban diduga mengalami serangan jantung.
Hukum- ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SEMARANG–Mantan Bupati Karanganyar, Juliyatmono, tidak hadir dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi proyek Masjid Agung Madaniyah Karanganyar di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (2/12/2025).
JPU semula memanggil lima saksi untuk diperiksa, terdiri atas empat orang dari pihak swasta yakni dari PT MAM Energindo dan PT Total Cakra Alam, serta satu saksi lainnya yaitu mantan Bupati Karanganyar, Juliyatmono.
“Kita panggil lima orang saksi di mana empat dari swasta kemudian satu lagi yaitu mantan Bupati Karanganyar. Tapi persidangan hari ini yang hadir empat saksi dari pihak swasta yang mengerjakan proyek Masjid Agung,” kata JPU Hartanto saat ditemui Espos, Selasa (2/12/2025).
Alasan Juliyatmono Tak Hadir di Persidangan
Hartanto mengungkap alasan Juliyatmono belum bisa hadir, yakni karena memiliki agenda di DPR yang tidak dapat ditinggalkan. Politikus Golkar tersebut sebelumnya juga telah mengirim surat pemberitahuan kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar.
“Sesuai dengan surat yang kami terima kemarin, [Juliyatmono] meminta pengunduran persidangan karena agenda yang bersangkutan di Jakarta. Intinya di DPR RI masih ada kegiatan,” imbuhnya.
JPU memastikan pemanggilan ulang akan dijadwalkan. Pemeriksaan terhadap Juliyatmono sebagai saksi tetap menjadi bagian dari agenda persidangan untuk mengungkap keterlibatannya dalam proyek pembangunan Masjid Agung.
JPU Dalami Kemampuan Finansial PT MAM dan Aliran Dana Proyek
Lebih lanjut, jaksa ingin menggali informasi terkait proses pembangunan Masjid Agung Karanganyar, khususnya alasan penetapan PT MAM Energindo sebagai pemenang proyek meskipun dinilai tidak memiliki kapasitas finansial.
“Di persidangan tadi kita juga telah mendengar bersama-sama walaupun rekeningnya itu atas nama PT MAM, tapi yang mengelola investor. Padahal yang bertanda tangan adalah PT MAM dan kita juga mendapat gambaran bahwa PT MAM ini secara finansial tidak mempunyai finansial untuk mengerjakan proyek ini,” tukasnya.
Selain itu, Juliyatmono juga akan dimintai keterangan mengenai dugaan aliran dana yang disebut sebagai ‘free proyek’. Dalam persidangan kali ini, salah satu saksi yang merupakan bendahara PT MAM Energindo membenarkan adanya aliran uang dari proyek pembangunan Masjid Agung Karanganyar yang mengarah kepada Juliyatmono.
“Dari saksi tadi ada catatan-catatan pengeluaran kegiatan yang kodenya kepada KRA1 dan KRA 2. Ternyata KRA 1 itu informasi dari bendahara [PT MAM] adalah mantan bupati. Tapi yang satunya lagi terdakwa. Saya kira kode satunya lagi wakil bupati,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Pendaki asal Bogor meninggal dunia usai merasa tidak enak badan saat mendaki Gunung Merbabu via Selo. Korban diduga mengalami serangan jantung.
Jadwal imsak, Subuh, dan Maghrib di DIY pada Kamis 30 Juli 2026 untuk puasa sunnah Kamis. Cek waktu sahur dan berbuka di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 30 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak 12 perjalanan dan tarif Commuter Line Rp8.000.
KPK mendalami penukaran 46.500 dolar Singapura yang diduga disiapkan Suhardiman Amby untuk Raja Juli Antoni dalam penyidikan kasus Kuansing.
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 30 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan tiap stasiun.