Penyebab Gempa Jogja M3,5: BMKG Ungkap Dipicu Aktivitas Sesar Opak
Gempa M3,5 mengguncang Bantul dan sejumlah wilayah DIY. BMKG menyebut gempa dangkal itu dipicu aktivitas Sesar Opak.
Pemkot Magelang mengoordinasikan evakuasi dan pemulangan jenazah pendaki asal Magelang yang meninggal di Gunung Slamet. /Istimewa.
Harianjogja.com, MAGELANG—Pemerintah Kota Magelang bergerak cepat mengoordinasikan proses evakuasi dan pemulangan jenazah Syafiq Ridhan Ali Razan, pendaki asal Magelang yang ditemukan meninggal dunia di Gunung Slamet, Rabu (14/1/2026).
Korban ditemukan di area Watu Langgar dengan kondisi medan curam sehingga evakuasi diperkirakan membutuhkan waktu panjang. Pemkot Magelang berkolaborasi dengan BPBD Kabupaten Pemalang, tim SAR gabungan, serta relawan untuk memastikan proses berjalan aman.
Pemkot juga memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis korban selamat dan keluarga, sebagai bagian dari layanan sosial dan kemanusiaan pemerintah daerah dalam penanganan bencana dan kecelakaan pendakian.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kota Magelang, Catur Budi Fajar Sumarmo, mengatakan jenazah Ali ditemukan sekitar pukul 10.30 WIB di kedalaman kurang lebih 50 meter.
“Kami mengonfirmasi bahwa ananda Ali telah ditemukan. Saat ini fokus utama adalah proses evakuasi. Mengingat medan yang cukup berat, diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 15 jam untuk membawa jenazah menuju basecamp Dipajaya,” ujar Catur dalam konferensi pers di Kantor Wali Kota Magelang, Rabu (14/1/2026).
Catur menjelaskan, setibanya di basecamp Dipajaya, jenazah Ali akan langsung dibawa ke RSUD Pemalang untuk proses pemulasaran. BPBD Kabupaten Pemalang juga telah menyatakan kesiapan membantu pengantaran jenazah hingga ke Kota Magelang.
Sementara itu, BPBD Kota Magelang telah mengirimkan tim ke Pemalang guna membantu proses serah terima serta pemulangan jenazah ke rumah duka di Perum Depkes, Kota Magelang.
“Rencananya, almarhum akan dimakamkan di pemakaman umum Sidotopo, Magelang Utara,” kata Catur.
Selain penanganan jenazah, Pemkot Magelang juga memberikan perhatian khusus kepada Himawan, rekan Ali yang berhasil selamat. Menurut Catur, kondisi psikologis Himawan masih belum stabil.
“Pendampingan terus kami lakukan kepada Himawan dan keluarganya agar kondisi mentalnya pulih dan dapat kembali beraktivitas secara normal,” ujarnya.
Atas nama Pemerintah Kota Magelang, Catur menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada tim SAR gabungan, relawan, serta masyarakat yang telah membantu proses pencarian, baik melalui tenaga maupun donasi.
“Seluruh bantuan yang masuk telah disalurkan untuk operasional pencarian dan keluarga almarhum. Kami mohon doa dari seluruh warga Kota Magelang agar proses evakuasi berjalan lancar dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” pungkasnya.
Koordinasi lintas daerah yang dilakukan Pemkot Magelang menjadi bagian dari upaya memastikan hak dan perlindungan warga tetap terpenuhi, sekaligus memperkuat peran pemerintah dalam penanganan kejadian darurat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa M3,5 mengguncang Bantul dan sejumlah wilayah DIY. BMKG menyebut gempa dangkal itu dipicu aktivitas Sesar Opak.
Jadwal KA Bandara YIA Xpress Minggu23 Agustus 2026 tersedia dari Jogja ke YIA dan sebaliknya. Tarifnya Rp50.000 per penumpang.
Gempa M5,4 mengguncang perairan Sulteng Minggu dini hari. Getaran terasa hingga Luwuk, Gorontalo, dan Bone Bolango. Tidak berpotensi tsunami.
Prakiraan cuaca Jogja Minggu 23 Agustus 2026 didominasi cerah berawan. Suhu tertinggi mencapai 32°C, warga diminta waspada kebakaran.
Jose Mourinho mengawali periode kedua di Real Madrid dengan kemenangan 2-1 atas Espanyol berkat gol penentu Carlos Espi pada menit ke-90.
Kementerian PU mengerahkan 10 personel dan dua truk tangki air untuk membantu penanganan karhutla di Bulungan, Kalimantan Utara.