DPRD Jateng Soroti 19 Titik Pengeboran Geotermal, ESDM Diminta Temui Warga
DPRD Jateng menerima informasi 19 titik pengeboran geotermal dan meminta ESDM serta PLN menemui warga di sekitar Gunung Ungaran.
Foto ilustrasi angin kencang dampak siklon tropis. Foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence Freepik.
Harianjogja.com, SEMARANG—Dinamika atmosfer di selatan Jawa Tengah mengalami peningkatan risiko cuaca ekstrem pada Sabtu (24/1/2026), menyusul dampak tidak langsung Siklon Tropis Luana yang memicu potensi angin kencang di wilayah pesisir hingga daratan selatan provinsi tersebut.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, pengaruh Siklon Tropis Luana yang berada di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur (NTT) menyebabkan percepatan angin permukaan di selatan Pulau Jawa, termasuk Kabupaten Cilacap dan wilayah sekitarnya. Kondisi ini diperkirakan berlangsung sejak pagi hingga malam hari.
Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo menjelaskan, dampak tidak langsung siklon tersebut berpotensi memicu hembusan angin kencang secara merata di Jawa Tengah bagian selatan.
“Dampak tidak langsung dari Siklon Tropis Luana berpotensi memicu angin kencang yang dapat terjadi sejak pagi hingga malam hari di wilayah Jawa Tengah bagian selatan,” katanya, Sabtu.
Berdasarkan hasil pengamatan BMKG, kecepatan maksimum angin permukaan di Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap tercatat mencapai 30 knot. Sementara itu, Pos Pengamatan Cuaca Bandara Tunggul Wulung Cilacap mencatat hembusan angin hingga 32 knot, yang menunjukkan peningkatan signifikan dibanding kondisi normal.
Lebih lanjut, Teguh Wardoyo menyampaikan Siklon Tropis Luana memiliki tekanan udara minimum sekitar 993 hPa dengan kecepatan angin maksimum di sekitar sistem mencapai 40 knot, sehingga masuk dalam kategori siklon tropis tingkat satu.
“Meskipun bergerak menjauhi Indonesia menuju Australia, sistem tersebut masih memberikan pengaruh terhadap dinamika atmosfer di wilayah Indonesia bagian selatan,” katanya.
Menurut BMKG, peningkatan kecepatan angin dipicu oleh perbedaan tekanan udara antara belahan bumi utara yang didominasi tekanan tinggi dan belahan bumi selatan yang saat ini mengalami tekanan rendah akibat keberadaan siklon tropis. Kondisi tersebut mendorong aliran angin dari utara ke selatan dengan kecepatan relatif tinggi.
Menimbang potensi risiko yang menyertainya, BMKG mengimbau masyarakat di Jawa Tengah bagian selatan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak angin kencang, termasuk kemungkinan pohon tumbang, tiang listrik roboh, kerusakan bangunan, hingga papan reklame rapuh, sembari terus memantau pembaruan informasi cuaca resmi dari BMKG sebagai rujukan keselamatan aktivitas harian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
DPRD Jateng menerima informasi 19 titik pengeboran geotermal dan meminta ESDM serta PLN menemui warga di sekitar Gunung Ungaran.
Jadwal KA Bandara YIA Senin 28 September 2026 tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 28 September 2026 lengkap 15 perjalanan dan tarif Rp8.000, dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Cek jadwal KRL Solo-Jogja Senin 28 September 2026 dari Palur ke Jogja/Tugu, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Sergey Lavrov menyerukan pembentukan Negara Palestina berdasarkan kerangka internasional dan resolusi PBB di Sidang Umum PBB.
John Herdman meminta pemain Timnas Indonesia menjaga “rumah” saat menghadapi Malaysia pada laga Grup A FIFA ASEAN Cup.