6 Penyelam Basarnas Cari Korban di Dalam KM Virgo Transport 8
Basarnas mengerahkan enam penyelam untuk mencari korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa.
Almarhum Anom Suroto/Instagram
Harianjogja.com, SOLO—Pemerintah Kota Solo akan mengabadikan nama Ki Anom Suroto sebagai salah satu ruas jalan sebagai bentuk penghormatan atas jasa maestro yang telah mengangkat seni tradisi Surakarta ke pentas dunia.
Wali Kota Solo, Respati Ardi, mengumumkan rencana ini saat menghadiri peringatan 100 hari wafatnya Ki Anom Suroto di Kebon Seni Timasan, Kartasura, Sukoharjo, Sabtu (24/1/2026). Pemilihan lokasi jalan akan melalui kajian khusus agar memiliki nilai historis atau kedekatan dengan perjalanan hidup sang seniman.
“Untuk menghormati karya dan peran beliau, kami akan memberikan salah satu nama jalan di Kota Solo. Realisasi ini akan melalui kajian terlebih dahulu, kemudian ditetapkan pada jalan yang memiliki makna khusus bagi Ki Anom Suroto,” jelas Respati.
Wali Kota menekankan bahwa Ki Anom Suroto bukan sekadar dalang, melainkan ikon budaya Surakarta dan guru bangsa yang menyampaikan nilai-nilai luhur melalui seni. “Pemkot Solo berkewajiban menjaga warisan budaya itu agar tidak terputus oleh zaman,” tegas Respati.
Langkah pengabadian nama jalan ini juga menjadi simbol politik budaya yang menegaskan bahwa kontribusi para empu budaya layak sejajar dengan tokoh penting pembangunan kota. Jalan tersebut nantinya diharapkan menjadi penanda fisik yang mengingatkan publik akan peran sentral Ki Anom Suroto dalam membentuk identitas kultural Solo.
Selain itu, Pemkot Solo menyiapkan strategi kebudayaan jangka panjang. Lagu ciptaan Ki Anom Suroto, Solo Berseri, akan diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah. Lagu yang sarat nilai kebersamaan dan kebanggaan lokal ini akan diaransemen ulang agar relevan bagi generasi muda tanpa menghilangkan esensi budaya aslinya.
“Kami akan mengaransemen ulang lagu Solo Berseri agar dapat diterima generasi sekarang tanpa meninggalkan nilai budaya aslinya. Lagu ini akan dimasukkan ke pembelajaran SD dan SMP untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak dini,” papar Respati.
Pendekatan ini dipandang penting agar pelestarian budaya tidak hanya menjadi seremoni. Nilai-nilai luhur yang diperjuangkan Ki Anom Suroto diharapkan hidup dalam ruang kelas dan keseharian generasi penerus, memastikan regenerasi pemahaman budaya yang autentik dan berkelanjutan di Kota Solo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Basarnas mengerahkan enam penyelam untuk mencari korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa.
Stasiun Lempuyangan ditata bertahap hingga 2027. Mulai 2028, penumpang KRL akan dilayani melalui akses Utara.
Gerai KDMP Tuksono di Sentolo, Kulonprogo, dinilai strategis meski tak berada di tengah permukiman. Operasional menunggu verifikasi dan validasi.
Tujuh kambing mati mendadak di Semanu, Gunungkidul. Lima warga mengalami luka kulit dan menjadi suspek antraks, hasil lab masih ditunggu.
Masinis KA Argo Bromo Anggrek ditetapkan sebagai tersangka kecelakaan di Bekasi. Ancaman hukuman maksimal 5 hingga 12 tahun penjara.
Pilur Gunungkidul di 31 kalurahan berlangsung aman. Lurah terpilih ditargetkan dilantik 26 November 2026 setelah tahapan administrasi selesai.