Mentrans Dorong Hunian Vertikal Tipe 45 di Lokasi Transmigrasi
Mentrans dorong hunian vertikal dan standar rumah tipe 45 di kawasan transmigrasi untuk solusi lahan sempit.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen. ANTARA/Zuhdiar Laeis
Harianjogja.com, SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat menindaklanjuti dugaan keracunan makanan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kudus. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan untuk memastikan penyebab insiden yang membuat ratusan siswa SMA Negeri 2 Kudus mengalami gangguan kesehatan.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyatakan tim dari Pemprov Jateng akan turun langsung ke lapangan guna mengecek proses penyediaan makanan hingga sistem distribusinya.
“Kita akan lakukan pengecekan dan evaluasi MBG di Kudus. Nanti terlihat permasalahannya ada di mana, apakah dari kualitas makanan atau dari proses distribusinya,” ujar Taj Yasin di Semarang, Kamis (29/1/2026).
Pria yang akrab disapa Gus Yasin itu menegaskan pihaknya tidak ingin berspekulasi sebelum hasil pemeriksaan lengkap diperoleh. Penanganan kasus, lanjutnya, akan dilakukan secara bertahap sesuai mekanisme yang berlaku.
“Kita lihat dulu fakta di lapangan. Setelah itu baru ditentukan langkah lanjutan sesuai prosedur,” katanya.
Pemprov Jateng juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kudus serta instansi terkait untuk menelusuri sumber masalah sekaligus memastikan penanganan medis berjalan optimal.
Sementara itu, jumlah siswa yang terdampak dugaan keracunan makanan terus bertambah. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Mustiko Wibowo mengungkapkan hingga Kamis, sebanyak 118 siswa harus menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.
“Total sementara ada 118 siswa yang dirawat dan tersebar di tujuh rumah sakit,” ujarnya.
Adapun sebaran pasien meliputi RSUD Loekmono Hadi Kudus sebanyak 28 siswa, RS Mardi Rahayu 22 siswa, RS Sarkies Aisyiyah 19 siswa, RSI Kudus 14 siswa, RS Kumala Siwi 13 siswa, RS Kartika 9 siswa, serta RS Aisyiyah 13 siswa.
Pihak sekolah mengungkapkan gejala keracunan tidak hanya dialami siswa. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kehumasan SMA Negeri 2 Kudus, Dwiyana, menyebutkan keluhan awal justru muncul dari para guru.
Menurutnya, menu MBG yang diterima sekolah dari SPPG Purwosari pada Rabu (28/1/2026) sekitar pukul 11.15 WIB langsung dikonsumsi guru dan kemudian dibagikan kepada siswa sekitar pukul 11.45 WIB.
“Yang pertama merasakan sakit perut dan diare justru para guru. Tidak lama kemudian siswa juga mengeluhkan mual, pusing, perut sakit, sampai diare,” katanya.
Jumlah guru dan tenaga kependidikan di SMA Negeri 2 Kudus tercatat sebanyak 98 orang, sementara total siswa mencapai 1.178 orang.
Berdasarkan laporan sementara sekolah, sekitar 600 siswa mengalami gejala serupa. Namun mayoritas memilih menjalani perawatan di rumah, termasuk sejumlah guru.
Kasus ini menjadi perhatian serius Pemprov Jateng mengingat Program Makan Bergizi Gratis dirancang untuk meningkatkan kesehatan dan gizi pelajar. Evaluasi menyeluruh diharapkan dapat mencegah kejadian serupa terulang di wilayah lain.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Mentrans dorong hunian vertikal dan standar rumah tipe 45 di kawasan transmigrasi untuk solusi lahan sempit.
Simak lima fakta menarik Tanjung Verde, debutan Piala Dunia 2026 yang sukses lolos ke babak 32 besar dan akan menghadapi Argentina.
BPKH membuka rekrutmen pegawai 2026 untuk delapan posisi Asisten Manajer. Simak syarat, daftar formasi, dan jadwal penutupan pendaftaran.
Gelombang panas Inggris memecahkan rekor suhu Juni selama tiga hari berturut-turut. Met Office memperpanjang peringatan cuaca hingga Minggu.
Iran mengecam serangan Amerika Serikat dan menyebutnya melanggar Piagam PBB serta kesepakatan damai yang baru berlaku pada Juni 2026.
Candi Sojiwan dan Wellness Tourism Umbul Brintik masuk nominasi API Award 2026. Masyarakat diajak memberikan dukungan melalui voting.