Rektor Unsoed dan Jejak Rp1,12 Miliar di PMB Jalur Mandiri
KPK mengungkap jejak Rp1,12 miliar dalam PMB jalur mandiri Unsoed dan dugaan akses approval calon mahasiswa oleh rektor.
Ilustrasi buka puasa - Google
Harianjogja.com, SOLO—Masjid Raya Sheikh Zayed Solo menyiapkan 14.000 paket buka puasa setiap hari selama Ramadan 2026 sebagai bentuk komitmen melayani jamaah yang kian membludak. Masjid hibah dari Pemerintah Uni Emirat Arab tersebut kembali memastikan ribuan porsi hidangan tersedia bagi siapa pun yang datang saat waktu berbuka.
Lonjakan jumlah jamaah setiap Ramadan menjadi pertimbangan utama dalam penyediaan paket berbuka tahun ini. Manajemen masjid melakukan persiapan logistik secara matang guna mengantisipasi meningkatnya arus musafir maupun warga lokal yang beribadah di kawasan masjid.
Direktur Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Munajat, menegaskan penyediaan menu buka puasa merupakan komitmen agar tidak ada jamaah yang melewatkan momen berbuka tanpa hidangan yang layak.
“Kami menyediakan untuk semua orang yang datang ke Masjid Zayed saat Ramadan, tepatnya saat hendak berbuka puasa. Tidak peduli dia muslim atau nonmuslim, warga lokal atau tamu dari luar kota, silakan nikmati hidangan berbuka yang kami sediakan ribuan porsi setiap harinya,” kata Munajat saat diwawancarai Espos, Minggu (15/2/2026).
Ia menjelaskan, total 14.000 porsi tersebut dibagi menjadi 7.000 paket makanan berat dan 7.000 paket takjil. Menu makanan berat akan berganti setiap hari, sedangkan takjil disiapkan dengan sekitar 30 variasi menu agar jamaah tidak merasa bosan.
“Makanan berat nanti akan berganti menu setiap harinya. Termasuk untuk takjil rencananya ada 30-an jenis menu. Kami tidak ingin jamaah merasa bosan, makanya kami ganti terus menunya,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Masjid Zayed Solo melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar masjid sebagai penyedia konsumsi. Untuk makanan berat, hanya usaha kecil dan menengah yang diperbolehkan terlibat, berbeda dengan pola tahun sebelumnya.
“Khusus untuk makan beratnya, kami melibatkan UMKM yang kecil, karena ada penyesuaian dibanding tahun lalu. Namun aturan barunya harus [usaha] yang menengah dan kecil, tidak boleh yang besar. Begitu pun penyediaan takjil, kami melibatkan masyarakat sekitar juga,” jelasnya.
Terkait agenda sahur bersama, Munajat menyampaikan bahwa pada Ramadan 2026 Masjid Zayed Solo tidak menyelenggarakan sahur bersama karena mempertimbangkan padatnya rangkaian kegiatan selama bulan suci.
“Mengingat padatnya agenda di sini selama Ramadan, kami menilai akan kewalahan jika harus menyediakan sahur bersama. Demi menghindari potensi sahur bersama yang tidak optimal jika dipaksakan, kami putuskan tahun ini ditiadakan,” tambahnya.
Selain buka puasa bersama, setiap hari akan digelar berbagai pertunjukan kesenian yang dapat dinikmati jamaah mulai pukul 16.00 WIB hingga 10 menit menjelang berbuka. Rangkaian kegiatan diawali dengan mengaji bersama, kemudian dilanjutkan buka puasa bersama yang menjadi agenda rutin harian di Masjid Zayed Solo selama Ramadan 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Espos
KPK mengungkap jejak Rp1,12 miliar dalam PMB jalur mandiri Unsoed dan dugaan akses approval calon mahasiswa oleh rektor.
Rekomendasi 4 sepatu running nyaman untuk jalan jauh, mulai HOKA Clifton 9, Nike Pegasus 41, adidas Ultraboost Light hingga ASICS GEL-NIMBUS 28.
WhatsApp tiba-tiba mengirim kode OTP? Ketahui penyebabnya dan cara mengamankan akun agar terhindar dari upaya pengambilalihan.
Jepang menghadapi panas ekstrem dengan kulkas manusia seharga Rp167 juta yang membantu pekerja mendinginkan tubuh dalam hitungan menit.
Threads menguji fitur transkripsi otomatis podcast yang memungkinkan pengguna membaca isi klip audio tanpa menyalakan suara.
DPRD Gunungkidul menuntaskan KUA-PPAS Perubahan 2026. Pendapatan daerah turun Rp50,65 miliar dan RAPBD harus segera dibahas.