Mentan Amran Siapkan Rp600 Miliar untuk Benih Jagung Pakan
Kementan menyiapkan Rp300 miliar untuk benih jagung pakan pada 2026 dan tambahan Rp300 miliar pada 2027, dengan target tanam 300.000 hektare.
Tenggelam - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, WONOGIRI—Upaya pencarian terhadap Jumali, 50, nelayan asal Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, masih terus dilakukan di sepanjang pesisir selatan Wonogiri. Hingga Sabtu (28/2/2026) sore, korban kecelakaan laut di Pantai Watumandi belum berhasil ditemukan.
Kapal yang digunakan korban lebih dulu ditemukan terdampar dalam kondisi rusak parah di Pantai Watumandi, Desa Gudangharjo, Kecamatan Paranggupito, Jumat (27/2/2026). Sejak penemuan tersebut, tim gabungan langsung melakukan penyisiran intensif di darat maupun laut.
Kapolsek Paranggupito, AKP Sutrisyanto, mengatakan pencarian pada hari kedua dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga 15.00 WIB. Tim menyisir sejumlah titik rawan di pesisir selatan Wonogiri yang diduga menjadi lokasi terbawa arus.
“Penyisiran dilakukan mulai Pantai Watumandi, Kalimirah, Karangpayung, Pantai Waru, hingga Pantai Nampu,” ujar Sutrisyanto, Sabtu.
Operasi pencarian melibatkan personel Polsek Paranggupito, Tim SAR, nelayan Pantai Watukarung, warga setempat, serta BPBD Kabupaten Wonogiri. Sekitar 50 personel dikerahkan dalam upaya kemanusiaan tersebut.
Selain jalur darat, nelayan Watukarung turut melakukan penyisiran melalui jalur laut. Namun hingga sore hari, hasil pencarian masih nihil.
“Kondisi kapal korban yang awalnya masih utuh kini telah hancur akibat dihantam ombak besar,” ungkap Sutrisyanto.
Cuaca dan Medan Jadi Kendala
Kasihumas Polres Wonogiri, AKP Anom Prabowo, menyampaikan pencarian akan kembali dilanjutkan pada Minggu (1/3/2026). Langkah ini diambil dengan mempertimbangkan keselamatan tim mengingat cuaca, medan pantai yang terjal, serta keterbatasan sinyal komunikasi.
“Kami memastikan pencarian dilakukan secara aman dan terkoordinasi. Polres Wonogiri mendukung penuh upaya kemanusiaan ini,” kata Anom.
Sebelumnya, Jumali dilaporkan hilang setelah kapalnya karam dan terbalik di Pantai Watumandi. Kapal Manis Rizky 59 berwarna putih dengan kombinasi biru-merah, panjang sekitar 11 meter dan lebar 1,25 meter, ditemukan dalam posisi terbalik dengan peralatan pencari udang lobster berserakan di pantai.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban berangkat melaut seorang diri pada Kamis (26/2/2026) sekitar pukul 16.30 WIB dari Pantai Watukarung, Pacitan. Ia menuju perairan selatan untuk memancing dan memasang jaring rendet udang lobster bersama sembilan kapal lainnya.
Sekitar pukul 21.00 WIB, rekan nelayan masih melihat lampu kapal korban menyala dari jarak sekitar satu kilometer. Namun satu setengah jam kemudian, cahaya tersebut menghilang. Upaya pencarian awal sempat dilakukan, tetapi terhambat gelombang tinggi laut selatan.
Keesokan harinya, kapal korban ditemukan warga dalam kondisi terbalik di Pantai Watumandi. Hingga kini, pencarian terhadap Jumali masih terus dilakukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : espos.id
Kementan menyiapkan Rp300 miliar untuk benih jagung pakan pada 2026 dan tambahan Rp300 miliar pada 2027, dengan target tanam 300.000 hektare.
Cek jadwal KA Bandara YIA 28 Oktober 2026 untuk layanan reguler dan Xpress, lengkap dengan waktu keberangkatan dari Jogja dan bandara.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 28 Oktober 2026 dari Stasiun Palur, lengkap dengan waktu keberangkatan di 13 stasiun pemberhentian.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo, 15 waktu keberangkatan dari Jogja ke Palur, daftar stasiun pemberhentian, dan tarif tiket Rp8.000.
Aigner merilis koleksi Munich di Indonesia melalui Adtime. Simak 18 tipe jam tangan terbaru dan strategi pengembangan bisnis merek ini.
Indonesia dan Singapura berencana membentuk satgas bersama untuk menindak korporasi yang diduga terlibat karhutla melalui pertukaran informasi dan bukti lintas