Raudi Tersangka Korupsi Dana Hibah, Ini Komentar Pakar Hukum
Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman kembali menjadi sorotan. Ahli hukum pidana menilai penetapan tersangka RA harus disertai dasar hukum yang jelas.
Foto ilustrasi jalan tol. - Freepik
Harianjogja.com, SEMARANG—Tol Bawen–Jogja rencananya dibuka secara fungsional pada H-10 Lebaran 2026 untuk mengurai kemacetan di Simpang Bawen yang selama ini menjadi titik padat arus mudik. Langkah ini disiapkan sebagai solusi bagi kendaraan menuju Magelang dan jalur tengah Jawa.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–Daerah Istimewa Yogyakarta, Moch Iqbal Tamher, menjelaskan skema fungsional Tol Bawen–Jogja memungkinkan pengguna jalan keluar melalui Ambarawa tanpa harus mengantre di Gerbang Tol Bawen.
Pengaturan tersebut dirancang karena Simpang Bawen merupakan titik pertemuan arus kendaraan yang sering memicu kemacetan panjang saat musim mudik Lebaran.
BBPJN Jateng–DIY juga telah berkoordinasi dengan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri serta pengelola jalan tol untuk memastikan keamanan dan kelayakan jalur sebelum difungsikan.
Jalur Tol Bawen–Jogja diharapkan menjadi alternatif utama bagi pemudik yang menggunakan jaringan Tol Trans-Jawa agar distribusi kendaraan lebih merata.
Meski segmen menuju Ambarawa siap diuji coba, pembangunan Tol Bawen–Jogja secara keseluruhan masih menghadapi tantangan, terutama pada Seksi 4 dan Seksi 5 yang melintasi wilayah Magelang hingga Jambu.
Kondisi geografis berupa pegunungan curam membuat proses konstruksi membutuhkan kehati-hatian tinggi sehingga penyelesaian penuh proyek diperkirakan baru tercapai pada 2028 hingga 2029.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi menyatakan kesiapan menghadapi lonjakan arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Status Jawa Tengah sebagai simpul utama perlintasan nasional membuat kesiapan infrastruktur menjadi prioritas penting demi keselamatan masyarakat.
Data Kementerian Perhubungan memproyeksikan sebanyak 17,7 juta pemudik akan masuk wilayah Jawa Tengah, sementara total pergerakan masyarakat yang melintasi provinsi ini diperkirakan mencapai 38,71 juta orang. Angka tersebut menunjukkan tingginya beban lalu lintas yang harus diantisipasi pemerintah daerah.
Untuk mendukung kelancaran arus kendaraan, pemeliharaan jalan provinsi sepanjang hampir 2.200 kilometer terus dipercepat guna menjaga tingkat kemantapan yang saat ini mencapai 94 persen. Pemerintah menargetkan tidak ada kerusakan jalan yang mengganggu perjalanan di jalur utama maupun alternatif.
Optimalisasi pembukaan fungsional Tol Bawen–Jogja diharapkan mampu memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran arus lalu lintas nasional, khususnya selama periode mudik Lebaran 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman kembali menjadi sorotan. Ahli hukum pidana menilai penetapan tersangka RA harus disertai dasar hukum yang jelas.
Kasus dugaan korupsi mesin susu DIY disorot. Proyek Rp4,62 miliar belum bisa dimanfaatkan, Kejati sita 35 dokumen.
Zico sebut Jepang kini lebih kuat jelang lawan Brasil di Piala Dunia 2026. Samurai Biru tak lagi bisa diremehkan.
Sensus Ekonomi 2026 di Sleman resmi dimulai. Data usaha jadi dasar kebijakan dan arah pembangunan ekonomi daerah.
Kirab perpisahan 514 taruna Akmil di Magelang berlangsung meriah. Tradisi ini jadi simbol kedekatan taruna dan masyarakat.
Stasiun Gambir akan melayani KRL dan kereta jarak jauh. Transformasi ini menjadikannya hub transportasi terintegrasi di Jakarta.