New York Dukung Jakarta Terbitkan Obligasi Rp5,6 Triliun
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Foto ilustrasi tanggul laut atau sea wall. - Freepik
Harianjogja.com, SEMARANG—Proyek Giant Sea Wall atau tanggul laut yang terintegrasi dengan Tol Semarang-Demak dinilai belum optimal menahan banjir rob di pesisir Semarang. Evaluasi tersebut diungkap Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menyusul hasil kajian teknis yang dilakukan Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ).
Berdasarkan penelaahan BOPPJ, kapasitas tanggul laut pada proyek Tol Semarang-Demak masih perlu diperbesar agar mampu berfungsi sebagai sistem perlindungan pesisir jangka panjang.
Temuan ini menjadi dasar pemerintah untuk menyesuaikan desain dan skema integrasi dengan megaproyek Giant Sea Wall (GSW) di pantai utara Jawa.
Dody menjelaskan, penyempurnaan tersebut dilakukan agar infrastruktur yang telah terbangun benar-benar efektif menjadi benteng pertahanan terhadap ancaman rob.
Menurutnya, integrasi menyeluruh antara konstruksi jalan tol dan tanggul laut menjadi kunci keberhasilan pengendalian banjir di kawasan Pantura.
“Seperti tadi saya sampaikan, yang kita kerjakan hari ini di Tol Semarang, Demak itu menurut BOPPJ kurang maksimal menurut mereka, jadi nanti akan diperbesar lagi nantinya,” ujar Dody di Semarang, dikutip Senin (2/3/2026).
Untuk memperkuat koordinasi teknis, Kementerian PU berencana menempatkan sejumlah personel melalui mekanisme Bawah Kendali Operasi (BKO) di lingkungan BOPPJ. Langkah ini ditempuh guna memastikan sinkronisasi perencanaan dan pelaksanaan proyek Giant Sea Wall Tol Semarang-Demak berjalan tanpa hambatan di lapangan.
“Kalau untuk GSW Semarang, Demak [yang sudah dibangun] itu harus terintegrasi dengan [tanggul laut yang dibangun] BOPPJ. Makanya kita sekarang koordinasinya cukup erat dengan mereka [BOPPJ],” tegas Dody.
Kementerian Pekerjaan Umum tetap menargetkan pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak rampung pada April 2027. Berdasarkan catatan progres terakhir, hingga 23 Desember 2024 capaian fisik proyek mencapai 29,69%.
"Tercatat progres fisik pekerjaan Tol Semarang-Demak hingga 23 Desember 2024 mencapai 29,69% dengan target selesai April 2027,” jelas Dody dalam keterangan tertulis.
Sebagai informasi, Tol Semarang-Demak terbagi menjadi dua seksi utama. Seksi 1 Semarang/Kaligawe – Sayung sepanjang 10,64 kilometer saat ini masih dalam tahap konstruksi, sedangkan Seksi 2 Sayung – Demak sepanjang 16,31 kilometer telah beroperasi sejak 25 Februari 2023. Integrasi konstruksi tol dan Giant Sea Wall Tol Semarang-Demak ini menjadi bagian penting dalam strategi pengendalian rob di pesisir utara Jawa yang terus membutuhkan penanganan terpadu lintas lembaga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
John Herdman ingin memutus rekor buruk Timnas Indonesia atas Thailand sekaligus membawa Garuda juara FIFA ASEAN Cup 2026.
Kulit terasa kesat setelah cuci muka bukan tanda benar-benar bersih. Dokter menjelaskan cara cleansing yang efektif tanpa merusak kulit.
Gempa mengguncang Sukabumi dan Malang pada Minggu malam. Simak data BMKG serta panduan mitigasi gempa sebelum, saat, dan sesudah bencan
Kevin Diks meminta Timnas Indonesia tetap fokus dan tak terbawa emosi saat menghadapi Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026.
Densus 88 menangkap 11 tersangka dugaan terorisme di enam provinsi. Penyidik menemukan keterhubungan jaringan melalui pertemuan daring.