Kasus Gratifikasi Setjen MPR, KPK Telusuri Sumber Penghasilan Maruf
KPK mendalami penghasilan resmi dan penerimaan uang Ma’ruf Cahyono dalam penyidikan kasus dugaan gratifikasi pengadaan barang dan jasa di Setjen MPR RI.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Antara/ist-Pemprov Jateng
Harianjogja.com, JAKARTA–Klarifikasi tegas meluncur dari Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyusul isu keterlibatannya dalam pusaran operasi senyap lembaga antirasuah. Ahmad Luthfi secara resmi membantah klaim yang menyebut dirinya sedang berada di lokasi yang sama saat Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada awal Maret 2026.
Kabar simpang siur ini mencuat setelah Fadia Arafiq memberikan pernyataan mengejutkan sesaat setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tenaga alih daya.
Meski Fadia bersikeras bahwa sang Gubernur ada bersamanya saat tim penyidik melakukan penggerebekan, Luthfi justru mengaku sama sekali tidak mengetahui detail mengenai waktu maupun titik koordinat penangkapan tersebut.
“Enggak. Info dari mana? Ditangkapnya di mana pun kami juga enggak tahu,” tegas Ahmad Luthfi saat memberikan konfirmasi kepada awak media di Jakarta pada Rabu (4/3/2026).
Respons singkat ini diberikan untuk menanggapi pengakuan Fadia di Gedung Merah Putih KPK yang menyebut bahwa dirinya sedang menemui orang nomor satu di Jawa Tengah tersebut ketika petugas datang menyatroni kediamannya.
Rangkaian OTT KPK kali ini tercatat sebagai operasi ketujuh sepanjang tahun 2026, yang ironisnya berlangsung di tengah suasana khusyuk bulan Ramadan. Selain sang bupati, penyidik juga mengamankan 11 orang lainnya dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, termasuk Sekretaris Daerah Mohammad Yulian Akbar, ajudan pribadi, serta sejumlah orang kepercayaan yang diduga kuat terlibat dalam praktik rasuah jasa outsourcing.
"Saat penangkapan, mereka (KPK), menggerebek ke rumah, saya sedang sama Pak Gubernur Jawa Tengah," ujar Fadia Arafiq saat muncul ke publik dengan mengenakan rompi oranye khas tahanan lembaga antikorupsi tersebut.
Pernyataan kontradiktif antara kepala daerah ini menjadi sorotan tajam publik mengingat kasus ini menyangkut pengadaan jasa pada beberapa dinas di Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang kini sedang didalami secara intensif oleh penyidik.
Hingga berita ini diturunkan, pihak KPK terus melakukan pemeriksaan maraton terhadap para pihak yang diamankan di wilayah Semarang guna mengungkap aliran dana dan keterlibatan oknum lainnya.
Stabilitas pemerintahan di wilayah Pekalongan pun menjadi perhatian pascapenangkapan massal ini, sementara Ahmad Luthfi tetap pada pendiriannya bahwa ia tidak terlibat dalam situasi dramatis saat tim penindakan lembaga antirasuah itu melancarkan aksinya di lapangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK mendalami penghasilan resmi dan penerimaan uang Ma’ruf Cahyono dalam penyidikan kasus dugaan gratifikasi pengadaan barang dan jasa di Setjen MPR RI.
Trump hubungi Venezuela usai gempa M7,5. Korban 920 tewas, bantuan internasional terus berdatangan.
Dembele cetak hattrick cepat saat Prancis kalahkan Norwegia 4-1 dan lolos ke 32 besar Piala Dunia 2026.
Jelang DCF 2026, pengelola homestay Dieng diminta tak menaikkan harga berlebihan demi menjaga citra wisata.
Kasus dugaan korupsi mesin susu DIY disorot. Proyek Rp4,62 miliar belum bisa dimanfaatkan, Kejati sita 35 dokumen.
Zico sebut Jepang kini lebih kuat jelang lawan Brasil di Piala Dunia 2026. Samurai Biru tak lagi bisa diremehkan.