Pendakian Bukit Mongkrang Lawu Masih Ditutup
Jalur pendakian Bukit Mongkrang Lawu di Tawangmangu masih ditutup usai pendaki ditemukan meninggal, BPBD evaluasi SOP.
Foto ilustrasi tempat kejadian perkara. - Freepik
Harianjogja.com, KARANGANYAR— Kecelakaan tragis di Jalan Raya Tawangmangu–Solo, Kabupaten Karanganyar, menewaskan dua orang dari satu keluarga pada Senin (9/3/2026) dini hari. Sepeda motor yang mereka tumpangi menabrak tembok pagar SPPG Tawangmangu setelah diduga kehilangan kendali di jalur menurun.
Insiden kecelakaan tunggal tersebut melibatkan satu keluarga asal Kelurahan Sewu, Kecamatan Jebres, Kota Solo. Kendaraan roda dua yang mereka gunakan membawa empat orang sekaligus saat melintas dari arah Tawangmangu menuju Karanganyar.
Kanit Gakkum Polres Karanganyar, Ipda Faham Rosyadi, menjelaskan kecelakaan terjadi sekitar pukul 04.30 WIB. Sepeda motor Honda Vario berpelat nomor AD-5993-ZA dikendarai Anton Purnomo, 44, yang saat itu membonceng tiga anggota keluarganya.
Tiga penumpang yang ikut dalam perjalanan tersebut adalah dua anaknya, Hazard Bondan Purnomo, 11, dan Muhammad Ridwan Purnomo, 8, serta istrinya Endang Sumiyatun, 43.
Perjalanan keluarga tersebut berakhir tragis ketika sepeda motor yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan di kawasan jalan menurun di wilayah Tawangmangu.
Diduga Hilang Kendali di Jalan Menurun
Polisi menduga kecelakaan terjadi karena pengendara kehilangan kendali saat melintas di ruas jalan yang memiliki kontur menurun dan tikungan.
"Sepeda motor melaju dari arah Tawangmangu menuju Karanganyar. Sesampainya di lokasi kejadian dengan kondisi jalan menurun dan berbelok ke kiri, pengendara diduga hilang kendali hingga menabrak tembok pagar SPPG Tawangmangu,” kata Faham saat dikonfirmasi, Senin.
Benturan keras membuat seluruh penumpang terjatuh dan mengalami luka-luka. Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut segera memberikan pertolongan dan mengevakuasi para korban ke Puskesmas Tawangmangu untuk mendapatkan penanganan medis.
Akibat kecelakaan tersebut, Anton Purnomo mengalami luka di bagian dada. Meski sempat mendapatkan perawatan dari tenaga medis, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Nasib tragis juga menimpa salah satu anaknya, Hazard Bondan Purnomo. Korban mengalami luka serius di bagian kepala dan meninggal dunia setelah sempat mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan yang sama.
Dua Korban Masih Dirawat
Sementara itu, dua anggota keluarga lainnya yang berada dalam kendaraan, yakni Muhammad Ridwan Purnomo dan Endang Sumiyatun, mengalami luka-luka dan hingga kini masih menjalani perawatan di Puskesmas Tawangmangu.
"Berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian, sepeda motor tersebut melaju di jalur menurun yang cukup tajam. Selain itu, salah satu anak diketahui duduk di bagian depan," katanya.
Petugas kepolisian yang menerima laporan kecelakaan segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di sekitar lokasi.
Polisi juga mengingatkan para pengendara agar meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur wisata Tawangmangu yang dikenal memiliki kontur jalan menurun serta tikungan tajam.
“Kami mengingatkan pengendara agar selalu berhati-hati, mengurangi kecepatan, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik saat melintas di jalur tersebut,” pungkas Faham.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jalur pendakian Bukit Mongkrang Lawu di Tawangmangu masih ditutup usai pendaki ditemukan meninggal, BPBD evaluasi SOP.
Dokter menjelaskan penyakit rematik jantung akibat infeksi radang tenggorokan dapat memicu kebocoran katup jantung hingga belasan tahun kemudian.
Guru Besar UMY menilai pencegahan kekerasan seksual di lingkungan pendidikan harus dilakukan dengan membangun ekosistem perlindungan yang menyeluruh.
Siswi SMAN 1 Bantul Anggita Ayu Mahanani Hanifah lolos Paskibraka Nasional 2026 mewakili DIY setelah melewati seleksi berjenjang.
Dishub Solo memberi sanksi kepada jukir yang menarik tarif parkir Rp5.000 di atas ketentuan dan mencatut nama RT di Jalan Gajahmada.
GSI SMP Sleman 2026 menjadi ajang pencarian bibit pesepak bola muda untuk memperkuat kontingen Sleman pada GSI tingkat DIY.