Mabes Polri Tangani Kasus Tenggelamnya KM Virgo Transport 8
Kasus tenggelamnya KM Virgo Transport 8 dilimpahkan ke Mabes Polri. Sebanyak 69 orang masih dalam pencarian hingga 28 September 2026.
Umat Hindu Magelang menggelar upacara Melasti di sumber mata air Tuk Mas sebagai rangkaian persiapan menyambut Hari Raya Nyepi 2026. /Antara.
Harianjogja.com, MAGELANG—Umat Hindu di wilayah Magelang, Jawa Tengah, melaksanakan upacara Melasti sebagai bagian dari rangkaian persiapan menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 atau tahun 2026 Masehi. Ritual penyucian tersebut digelar di kawasan sumber mata air Tuk Mas yang diyakini sebagai salah satu lokasi suci bagi umat Hindu setempat.
Penasihat Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Magelang, I Gde Suwarti, mengatakan prosesi Melasti diikuti umat Hindu dari berbagai wilayah di Magelang. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam rangkaian ritual menjelang perayaan Hari Raya Nyepi.
Ia menjelaskan bahwa inti pelaksanaan Melasti adalah melakukan penyucian terhadap buana agung dan buana alit sebagai bentuk pembersihan secara spiritual.
Menurutnya, penyucian buana agung dimaknai sebagai upaya membersihkan alam semesta yang menjadi sumber kehidupan bagi seluruh makhluk. Alam semesta perlu disucikan karena tidak menutup kemungkinan terdapat perbuatan manusia yang bersifat negatif dan bertentangan dengan ajaran agama sehingga membutuhkan pembersihan secara spiritual.
Sementara itu, penyucian buana alit ditujukan kepada manusia, khususnya umat Hindu yang akan menjalankan Hari Raya Nyepi, sebagai bentuk penyucian diri sebelum menjalani rangkaian ibadah tersebut.
“Kalau diri kita sudah disucikan, secara otomatis kita akan melaksanakan Catur Brata Penyepian. Intinya, jika badan bersih maka pikiran juga akan bersih, sehingga kita bisa berpikir yang baik, berkata yang baik, dan berbuat yang baik,” katanya.
Dalam prosesi Melasti tersebut juga dilakukan penyucian berbagai sarana upacara yang akan digunakan dalam rangkaian ritual Nyepi, termasuk perlengkapan yang nantinya dipakai saat pelaksanaan upacara mecaru.
Setelah ritual penyucian selesai, umat Hindu juga melakukan pengambilan air suci atau tirtha dari sumber mata air Tuk Mas. Air suci tersebut kemudian dibawa ke pura untuk disemayamkan sebelum digunakan dalam rangkaian upacara berikutnya, termasuk pada ritual Pengrupukan yang dilaksanakan sehari sebelum Nyepi pada 18 Maret 2026.
Suwarti menuturkan bahwa pemilihan Tuk Mas sebagai lokasi pelaksanaan Melasti memiliki makna historis sekaligus spiritual bagi umat Hindu di Magelang.
Ia menjelaskan bahwa lokasi tersebut merupakan salah satu peninggalan leluhur yang sejak dahulu digunakan sebagai tempat pelaksanaan ritual Melasti oleh umat Hindu setempat.
Selain itu, sumber mata air Tuk Mas juga dikenal sebagai “Gangga-nya Pulau Jawa” karena memiliki makna spiritual yang serupa dengan Sungai Gangga di India sebagai sumber air suci bagi umat Hindu.
“Karena sumber air ini dianggap sebagai Gangga-nya Pulau Jawa, dan juga berdasarkan prasasti yang ada di Tuk Mas, maka umat Hindu di Magelang melaksanakan Melasti di sini,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus tenggelamnya KM Virgo Transport 8 dilimpahkan ke Mabes Polri. Sebanyak 69 orang masih dalam pencarian hingga 28 September 2026.
Pemilih lintas domisili diminta diatur dalam revisi UU Pemilu, termasuk soal representasi politik bagi warga yang mencoblos jauh dari daerah asal.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengingatkan 87 calon lurah untuk menghindari politik uang menjelang Pilur 2026.
Dua narapidana Lapas Cibinong diperiksa setelah ditemukan Ombudsman di area SAE yang disebut sebagai klaster mewah.
Rektor UIN Sunan Kalijaga Noorhaidi Hasan menyebut empat kemampuan manusia yang menjadi fondasi pendidikan di tengah kecanggihan AI.
ATSI memperkirakan penerapan MNP di Indonesia membutuhkan waktu 3–4 tahun karena tantangan teknis, regulasi, dan biaya.