Gunungkidul Bidik Pengurangan Sampah Organik hingga 40 Persen
DLH Gunungkidul menargetkan pengurangan sampah organik hingga 40% melalui Masgun Maos dan pengolahan sampah mandiri dari rumah.
Perangkat Desa Pagerjo, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo bergambar bersama dibelakang bangunan serbaguna RM Sundoro setelah meresmikan nama kecil Sultan HB II itu sebagai nama gedung, Selasa (17/3/2026). Dokumentasi Istimewa
Harianjogja.com, WONOSOBO—Penamaan Gedung Serba Guna dan Gedung Kesenian di Dusun Pagerotan, di Pagerjo, Kertek, Wonosobo, Jawa Tengah, kini resmi menggunakan nama Raden Mas Sundoro, nama kecil Sri Sultan Hamengkubuwono II. Keputusan ini menegaskan upaya warga menghidupkan kembali jejak sejarah lokal yang diyakini berkaitan erat dengan wilayah tersebut.
Peresmian nama gedung itu dituangkan dalam Berita Acara Nomor 602/59/2026 yang dibacakan Kepala Desa Pagerjo, Lukmadi, pada Selasa (20/1/2026). Prosesi tersebut menjadi penanda kesepakatan bersama warga dan pemerintah desa atas nama yang dipilih.
“Kami, Pemerintah Desa Pagerjo, telah melaksanakan musyawarah desa terkait penamaan Gedung Serba Guna dan Gedung Kesenian di Dusun Pagerotan. Seluruh peserta sepakat memberikan nama Gedung Raden Mas Sundoro,” ujar Lukmadi keterangan tertulis, Rabu (18/3/2026).
Suasana peresmian berlangsung khidmat di Dusun Pagerotan. Sejumlah unsur masyarakat hadir, mulai dari perangkat desa, BPD, perwakilan RT/RW, tokoh agama, tokoh adat, hingga kelompok kesenian dan pemuda.
Mereka mengenakan busana adat Jawa seperti beskap dan lurik, memperkuat nuansa sakral dalam prosesi pembacaan berita acara tersebut.
Perwakilan Trah HB II sekaligus Ketua Yayasan Vasatii Socaning Lokika, Fajar Bagoes Poetranto, menyebut penamaan ini tidak sekadar simbolik, tetapi juga bagian dari strategi penguatan sejarah lokal di wilayah tersebut.
Ia menjelaskan, sebelumnya warga di Pagerotan, di Pagerjo, Kertek, Wonosobo, juga mengusulkan penamaan ruas jalan Candiyasan–Keseneng menjadi Jalan RM Sundoro. Namun, usulan itu masih dalam pembahasan di DPRD Kabupaten Wonosobo.
“Pengusulan jalan sepanjang kurang lebih lima kilometer di lereng Gunung Sindoro itu merupakan inisiatif warga bersama perwakilan trah HB II untuk mempercepat pengakuan resmi secara hukum,” kata Fajar.
Menurutnya, penggunaan nama RM Sundoro memiliki nilai historis penting karena Dusun Pagerotan diyakini berkaitan dengan riwayat kelahiran Sri Sultan Hamengkubuwono II.
Penamaan gedung ini sekaligus menjadi bagian dari langkah kolektif untuk mendukung pengusulan HB II sebagai Pahlawan Nasional, sekaligus melengkapi syarat administratif yang masih terkendala pada usulan penamaan jalan.
“Pemberian nama gedung ini juga menjadi langkah strategis untuk melengkapi syarat administratif, mengingat usulan penamaan jalan masih terkendala regulasi,” ujarnya.
Ke depan, gedung RM Sundoro diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai ruang pertemuan warga, tetapi juga berkembang menjadi pusat pelestarian seni dan budaya di Pagerotan, sekaligus memperkuat identitas sejarah masyarakat setempat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DLH Gunungkidul menargetkan pengurangan sampah organik hingga 40% melalui Masgun Maos dan pengolahan sampah mandiri dari rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000.